Alasan Mau Punya Anak, Pasutri Minta Para Tetangga Masak Buat Mereka

Vania Rossa | Risna Halidi
Alasan Mau Punya Anak, Pasutri Minta Para Tetangga Masak Buat Mereka
Ilustrasi memasak. (Shutterstock)

Pasangan suami istri ini meminta warga bergiliran memasak untuk keluarganya.

Suara.com - Kisah konyol datang Amerika Serikat. Sepasang suami istri dikabarkan meminta tetangganya untuk bekerja membereskan rumah mereka dengan alasan akan segera dikaruniai momongan.

Cerita konyol tersebut diceritakan oleh Jack Jokinen, seorang wartawan olahraga dari Philadelphia melalui media sosial Twitter.

Di tempat Jack tinggal, komunitas setempat memang saling terhubung lewat jejaring sosial yang disebut Next Door.

Aplikasi tersebut dibuat untuk memungkinkan para tetangga saling memberi informasi satu sama lain tentang masalah di daerahnya.

Awalnya, ia kira platform tersebut dapat berguna sangat baik. Sampai akhirnya ada seorang tetangga yang memanfaatkan aplikasi tersebut untuk permintaan konyol.

Pasangan suami istri yang tidak disebutkan namanya itu meminta warga membentuk jadwal "kereta makan" dan secara bergiliran memasak untuk keluarganya.

Bunyi pesan tersebut adalah, "Sebagai calon ayah, saya terhuyung-huyung di pagar emosi. Di satu sisi tentu saja sukacita dan kegembiraan. Tapi di sisi lain, ada banyak ketakutan! Salah satu hal yang paling saya takuti adalah tidak bisa tidur nyenyak dan akibatnya tidak berpikir jernih untuk memberikan istri saya dukungan yang dia butuhkan untuk pulih dari proses melahirkan anak. Karena itu, saya menyusun 'kereta makan' atau 'kereta check-in kesehatan mental' atau 'Apakah anda butuh bantuan hari ini," tulis pesan tersebut.

Jack awalnya merasa ragu dengan apa yang ia baca. Awalnya ia berasumsi bahwa pasangan itu hanya meminta sisa makanan dari tetangga, yang akan terdengar lebih masuk akal.

Dilansir dari laman Mirror, pasangan tersebut juga memberikan lebih dari 30 jenis makanan dan resep dari makanan favorit mereka serta makanan yang harus dihindari.

Bukan hanya itu, pasangan tersebut juga meminta beberapa bantuan lain seperti mencuci piring atau mengajak anjing mereka berjalan.

Banyak orang yang mengikuti cerita tersebut di Twitter dan merasa terkejut membaca permintaan yang sangat banyak dan beragam.

Satu orang menjawab, "Jika mereka bisa menghabiskan waktu menulis permintaan dan menyuruh hal konyol, mereka juga bisa menyiapkan makan malam selama satu minggu sendiri."

Namun, tidak semua orang berpikir hal itu ide yang buruk. Seorang pengguna Twitter lain menulis, "Ini sesuatu yang biasa dilakukan tetangga untuk satu sama lain. Kami kaget bagaimana media sosial menghancurkan tatanan masyarakat, tapi di sini adalah contoh seseorang menggunakannya untuk membangun komunitas dan kemudian itu salah juga? Jangan ikut masak makanan jika Anda tidak mau. Sederhana."

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS