Cara Atasi Kecemasan Sosial Anak Muda Ala Cristiano Ronaldo

M. Reza Sulaiman, Vessy Dwirika Frizona

Kamis, 20 Juni 2019 | 13:35 WIB
Cara Atasi Kecemasan Sosial Anak Muda Ala Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo bisa jadi inspirasi anak muda untuk atasi kecemasan sosial. [AFP]

Suara.com - Cara Atasi Kecemasan Sosial Anak Muda Ala Cristiano Ronaldo

Adanya fenomena kecemasan sosial, yang didefinisikan sebagai rasa takut dihakimi, dapat menghentikan seseorang untuk menunjukkan potensi penuh mereka. Secara global, lebih dari 284 juta orang menderita gangguan kecemasan, seperempat di antaranya berusia antara 10 hingga 24 tahun.

Sementara gangguan kecemasan sering berkembang selama masa remaja dan awal usia dewasa, fenomena kecemasan sosial cenderung menyerang lebih awal – rata-rata terjadi di antara usia 5-10 tahun, dan dapat memiliki konsekuensi yang mencegah individu mencapai potensi terbaik mereka.

Kecemasan sosial telah menjadi masalah utama bagi banyak kaum muda di seluruh dunia karena semakin banyak ekspektasi yang diberikan kepada mereka untuk berhasil. Saat ini, tekanan tersebut lebih besar dari sebelumnya, sebagai konsekuensi dari budaya dan kehidupan kita yang selalu terkoneksi dengan media sosial, kaum muda mendapatkan diri mereka selalu diawasi gerak geriknya dan adanya tekanan untuk selalu menunjukkan diri mereka yang terbaik.

Untuk mengembangkan pendekatan terkini dalam membantu kaum muda membangun ketangguhan dan mencegah kecemasan sosial, Clear bekerja sama dengan Resilience Research Centre (RRC) di Universitas Dalhousie dan Dr. Michael Ungar, Direktur RRC di Universitas Dalhousie dan penulis dari Change Your World: The Science of Resilience and the True Path to Success, untuk meningkatkan kesadaran tentang fenomena kecemasan sosial yang berkembang dan kebutuhan untuk mengubah fokus dalam membekali kaum muda dengan dukungan yang mereka butuhkan untuk mencapai ketangguhan diri dan memiliki dukungan penuh untuk mengatasi masalah kehidupan yang banyak tantangan.

Dalam hal ini Clear percaya untuk mencapai ketangguhan diri diperlukan semangat untuk melakukan yang terbaik dan memanfaatkan semua kesempatan yang ada.

Bintang Juventus Cristiano Ronaldo (tengah) bersama rekan setimnya di stadion Old Trafford dalam persiapan melawan Manchester United di Grup H Liga Champions. Oli SCARFF / AFP
Cristiano Ronaldo bisa jadi inspirasi anak muda untuk atasi kecemasan sosial. [AFP] Oli SCARFF / AFP

"Untuk memahami tentang kecemasan sosial, kita harus membedakan antara gangguan kecemasan sosial, yang merupakan bentuk terburuk dari masalah dan melemahkan lebih dari satu sisi kehidupan seseorang, dan apa yang disebut kecemasan sosial ‘non-klinis’ yang merupakan masalah yang lebih umum. Kecemasan sosial yang lebih serius memiliki konsekuensi negatif jangka panjang bagi kaum muda sehingga penting untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan ini dan mencegah kecemasan sosial ringan sekalipun sebelum menjadi semakin buruk,” kata Ungar melalui siaran pers yang diterima Suara.com.

Bersama dengan Clear, Ungar dan tim risetnya menunjukkan bahwa kemampuan seseorang untuk mengatasi kecemasan sosial dan masalah yang menantang dalam hidup tergantung pada seberapa kuat kita sebagai individu, dan bagaimana kita dapat memfasilitasi dan memperoleh dukungan dari keluarga, teman, rekan kerja kita dan komunitas.

Hal ini juga ditunjukan dengan semangat anti setengah-setengah agar dapat membangun ketangguhan tersebut. Ungar menjelaskan mengapa Cristiano Ronaldo adalah personifikasi nyata dari ketangguhan diri manusia.

baca juga

“Hidupnya (Cristiano Ronaldo) mengajarkan kepada kita bahwa untuk menjadi sukses dan tangguh, ada dua hal yang penting untuk diperhatikan. Pertama, kita harus menjadi individu yang tangguh, yang berarti memanfaatkan sepenuhnya talenta kita dan bersikap positif tentang masa depan kita. Kedua, kita harus menjadi individu yang mendapatkan dukungan dari orang-orang yang percaya pada kita dan peluang untuk memanfaatkan bakat kita dengan baik. Ronaldo memiliki dua kekuatan tersebut - dia tahu cara menggunakan bakatnya yang luar biasa, dan banyaknya dukungan, termasuk rasa cinta dari para penggemarnya, berperan untuk mewujudkan potensinya secara penuh. Ketika kita kuat dan memperoleh dukungan, kita akan jauh lebih mungkin untuk memunculkan versi terbaik dari diri kita,” papar Ugar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikritik Pedas, Pacar Cristiano Ronaldo Jawab dengan Pamer Foto Seksi

Dikritik Pedas, Pacar Cristiano Ronaldo Jawab dengan Pamer Foto Seksi

Bola | Rabu, 19 Juni 2019 | 20:16 WIB

Jangan Khawatir, Ini 4 Langkah Mudah Mengubah Kecemasan Jadi Energi Positif

Jangan Khawatir, Ini 4 Langkah Mudah Mengubah Kecemasan Jadi Energi Positif

Health | Senin, 08 April 2019 | 07:35 WIB

Gangguan Kecemasan Bikin Lelaki Ini Doyan Makan Kerikil

Gangguan Kecemasan Bikin Lelaki Ini Doyan Makan Kerikil

Health | Senin, 25 Februari 2019 | 14:58 WIB

Terkini

Health Capital Theory: Saat Gen Z Berhenti Menilai Status Sosial dari Nongkrong di Kafe

Health Capital Theory: Saat Gen Z Berhenti Menilai Status Sosial dari Nongkrong di Kafe

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:42 WIB

Timnas Indonesia Masih Tunggu 3 Pemain Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Siapa Saja?

Timnas Indonesia Masih Tunggu 3 Pemain Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Siapa Saja?

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 11:42 WIB

Romy Bareno, Putra Karni Ilyas, Dapat Kursi Komisaris InJourney Airports

Romy Bareno, Putra Karni Ilyas, Dapat Kursi Komisaris InJourney Airports

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 11:42 WIB

Saat Sampah Plastik Kemasan Diubah Jadi Infrastruktur Wisata, Bagaimana Caranya?

Saat Sampah Plastik Kemasan Diubah Jadi Infrastruktur Wisata, Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 11:41 WIB

Kabel Prasarana KA Dicuri dan Dirusak, KAI Ungkap Risiko bagi Keselamatan Penumpang

Kabel Prasarana KA Dicuri dan Dirusak, KAI Ungkap Risiko bagi Keselamatan Penumpang

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:39 WIB

Pertamina Bawa 7 UMK Tembus Pasar Global Lewat CAEXPO 2026

Pertamina Bawa 7 UMK Tembus Pasar Global Lewat CAEXPO 2026

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 11:39 WIB

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:33 WIB

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Esensi The End of Oak Street: Teror Dinosaurus yang Memburu Satu Keluarga

Esensi The End of Oak Street: Teror Dinosaurus yang Memburu Satu Keluarga

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

Belajar Memahami Diri dan Menemukan Ketenangan dalam Buku Seni Menyikapi Hidup

Belajar Memahami Diri dan Menemukan Ketenangan dalam Buku Seni Menyikapi Hidup

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

×