alexametrics

Peringati Hari Jadi, Kota Bogor Gelar Lomba Lari Pakai Batik

Silfa Humairah Utami
Peringati Hari Jadi, Kota Bogor Gelar Lomba Lari Pakai Batik
Kadisparbud Kota Bogor Shahlan Rasyidi (tengah) dalam konferensi pers event Hari Jadi Kota Bogor. (Suara.com/Rambiga)

Apa aja keseruan untuk peringati hari jadi Kota Bogor selain lomba lari pakai batik?

Suara.com - Peringati Hari Jadi, Kota Bogor Gelar Lomba Lari Pakai Batik.

Memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke-537 pada 14 Juli 2019 ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor akan menggelar event lari unik yakni Mandiri Bhayangkara Bogor Batik Run 2019.

Dalam event ini, nantinya ribuan peserta akan berlari mengelilingi pusat Kota Bogor dengan jarak 7,3 kilometer menggunakan pakaian batik khas Bogor.

"Ini seperti yang diharapkan Kota Bogor sebagai kota lari. Misi utamanya ingin menjadikan Kota Bogor yang sehat karena berkaitan dengan lari," kata Kadisparbud Kota Bogor Shahlan Rasyidi, Jumat (28/6/2019).

Baca Juga: Ada Jalan Tol, Penjualan Batik Di Solo Malah Turun, Kok Bisa?

Diperkirakan akan ada 2.500 peserta ikut dalam event ini. Mereka akan mengenakan pakaian batik khas Bogor yakni motif Tugu Kujang, uncal (rusa) dan bunga bangkai.

"Batik khas Bogor banyak jenis ya, tapi yang akan kita tonjolkan nanti motif Tugu Kujang sebagai simbol atau icon Kota Bogor, juga uncal (rusa) dan bunga bangkai khas di Kebun Raya Bogor," tambahnya.

Untuk pendaftaran sudah dibuka mulai tanggal 26 Juni 2019. Harga tiket bagi kategori pelajar dikenakan biaya Rp 65 ribu, kategori dua orang Rp 170 ribu dan satu orang 115.000 sampai tanggal 30 Juni 2019.

"Itu promo, normalnya pelajar Rp Rp 75 ribu, dua orang Rp 190 ribu dan satu orang Rp 125.000. Nanti juga ada hadiah pemenang jutaan rupiah," jelasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Bramstyo Priadji mengatakan pihaknya akan menyiagakan sebanyak 450 personel gabungan di sepajang jalur yang akan dilintasi para pelari.

Baca Juga: Berbagi Sambil Ikut Lomba Lari di Bintaro Jaya Night 10K

"Mulai dari Botani Square, kemudian masuk Jalan Otista, Jalan Djuanda, Jalan Jalak Harupat (Sempur) ke Jalan Pajajaran dan balik lagi ke Botani Square. Rutenya sekitar 7,3 kilometer," ujar Bramastyo.

Komentar