Pasangan Terlalu Mengekang Bikin Stres, Begini 5 Cara Menghadapinya

Rima Sekarani Imamun Nissa

Jum'at, 12 Juli 2019 | 20:00 WIB
Pasangan Terlalu Mengekang Bikin Stres, Begini 5 Cara Menghadapinya
Ilustrasi pasangan cemburuan. (Shutterstock)

Suara.com - Memiliki pasangan posesif yang terlalu rewel dan sangat mengekang memang bukan hal menyenangkan. Sering kali hal itu membuat kita menjadi mudah stres.

Mulanya mungkin Anda menganggap itu sebagai bentuk perhatian, cinta, dan takut kehilangan. Namun jika larangan yang diberlakukan sudah melewati batas, sebaiknya jangan diam saja.

Jangan emosi dulu. Komunikasikan dengan bahasa yang baik agar dia memahami apa yang sebenarnya Anda inginkan dalam hubungan cinta kalian.

Melansir dari HelloSehat, berikut beberapa cara menghadapi pasangan posesif yang terlalu mengekang dan bikin stres.

1. Bicarakan baik-baik berdua

Komunikasi tentu menjadi langkah awal untuk menghadapi pasangan yang terlalu mengekang. Cobalah untuk membicarakannya baik-baik. Jika langsung menyerbunya dengan amarah, sangat kecil kemungkinannya bisa terselesaikan.

Barangkali ada alasan yang bisa Anda terima, entah itu trauma masa kecil atau pengalaman buruk dengan mantan kekasihnya. Dengarkan penjelasannya lalu katakan bahwa kebiasaannya melarang Anda bahkan untuk hal sepele sekalipun sudah sangat mengganggu.

Dengan mengetahui alasannya, Anda dapat lebih mudah memahami serta mencari jalan keluar bersama, bukan membenarkan perlakuannya.

Ilustrasi pasangan kekasih. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan kekasih. (Shutterstock)

2. Menetapkan batasan

baca juga

Anda juga harus menetapkan batasan yang boleh dan tidak dilakukan saat menghadapi pasangan yang terlalu mengekang. Bagaimanapun, Anda berdua tetap memiliki kehidupan masing-masing yang sudah berjalan sebelum pasangan hadir.

Contohnya, pasangan melarang Anda untuk berkumpul bersama teman-teman Anda, terlebih jika ada lawan jenis. Sebenarnya, masuk akal jika dia cemburu kala Anda sering berkumpul berdua dengan teman lawan jenis. Namun, Anda tidak perlu langsung memutuskan tali pertemanan.

Berkumpullah bukan hanya dengan lawan jenis agar pasangan merasa lebih tenang. Selain itu, Anda pun harus memberikan catatan kecil kepada pasangan mengenai aturan hubungan yang terlalu protektif ini agar tidak kebablasan.

3. Menunjukkan rasa sayang kepada pasangan

Bisa jadi pasangan bersikap terlalu mengekang karena dia merasa tidak yakin terhadap rasa sayang Anda. Oleh karena itu, tunjukkan bahwa Anda memang menyayanginya lewat ucapan maupun perilaku.

Anda bisa melakukannya dengan cara-cara sederhana, seperti memujinya saat dia melakukan hal yang Anda senangi atau lewat rayuan sederhana dengan mengatakan rindu kepadanya. Hal ini dipercaya dapat membuat pasangan merasa lebih dihargai keberadaannya.

Ilustrasi persahabatan. (Shutterstock)

4. Mengenalkan pasangan kepada sahabat

Jangan langsung stres dulu saat memiliki pasangan yang menunjukkan gejala suka mengekang. Memperkenalkan pasangan kepada sahabat disebut menjadi salah satu solusi yang cukup efektif. Tujuannya, pasangan jadi mengetahui dengan siapa saja Anda bersosialisasi.

Tidak jarang pada sebuah hubungan yang mengenal baik teman masing-masing, pasangan dapat menjadi lebih percaya dan tidak menaruh curiga saat Anda bertemu dengan mereka.

5. Ikut melarang pasangan

Jika empat poin sebelumnya tidak berhasil, mungkin Anda bisa mencoba untuk melarang pasangan sama seperti yang mereka lakukan. Buat mereka bercermin atas perilakunya sendiri.

Misalnya, Anda dengan terang-terangan cemburu saat melihat pasangan berinteraksi dengan teman lawan jenisnya. Saat dia mulai merasa risih dan menanyakan kondisi Anda, jelaskan bahwa itulah yang Anda rasakan saat pasangan berbuat hal serupa.

Walau terkesan kekanak-kanakan, beberapa orang mengakui cara ini cukup efektif. Meski begitu, kunci mengatasi pasangan posesif yang suka mengekang di dalam hubungan adalah berkomunikasi. Jika memang Anda dan pasangan memiliki komunikasi yang lancar, masalah ini tentu bakal lebih mudah diselesaikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Selalu Buruk, Ternyata Hobi Gosip Beri 5 Manfaat bagi Kesehatan Mental

Tak Selalu Buruk, Ternyata Hobi Gosip Beri 5 Manfaat bagi Kesehatan Mental

Health | Kamis, 11 Juli 2019 | 18:20 WIB

Studi : Remaja yang Terpapar Pestisida Tingkat Tinggi Rentan Alami Depresi

Studi : Remaja yang Terpapar Pestisida Tingkat Tinggi Rentan Alami Depresi

Health | Jum'at, 05 Juli 2019 | 17:33 WIB

Bosan Rutinitas Bikin Tidak Produktif Hingga Stres, Ini 4 Tips agar Fokus

Bosan Rutinitas Bikin Tidak Produktif Hingga Stres, Ini 4 Tips agar Fokus

Lifestyle | Kamis, 04 Juli 2019 | 11:26 WIB

Terkini

2 Rekomendasi Mineral Sunscreen untuk Kulit Sensitif dan Hiperpigmentasi Pada Ibu Hamil

2 Rekomendasi Mineral Sunscreen untuk Kulit Sensitif dan Hiperpigmentasi Pada Ibu Hamil

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 14:25 WIB

Soroti Aktivitas TPST Abu & Co di Sempadan Sungai Cisadane, Praktisi Hukum Ungkap Ancaman Pidana

Soroti Aktivitas TPST Abu & Co di Sempadan Sungai Cisadane, Praktisi Hukum Ungkap Ancaman Pidana

Banten | Kamis, 24 September 2026 | 14:24 WIB

Transaksi Rp270 Juta, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles

Transaksi Rp270 Juta, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles

Jakarta | Kamis, 24 September 2026 | 14:20 WIB

Bahasa Sendiri Terasa Kuno? Fenomena Gengsi yang Diam-Diam Kita Rawat

Bahasa Sendiri Terasa Kuno? Fenomena Gengsi yang Diam-Diam Kita Rawat

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 14:20 WIB

Catat Tanggalnya! Taylor Swift Rilis Lagu Baru 'Patient Zero' Pekan Ini

Catat Tanggalnya! Taylor Swift Rilis Lagu Baru 'Patient Zero' Pekan Ini

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 14:20 WIB

Jokowi Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi!

Jokowi Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi!

Surakarta | Kamis, 24 September 2026 | 14:18 WIB

Tanggapi Usul Golkar Soal Pemisahan Pemilu, Dasco Sebut RUU Masih Sangat Dinamis

Tanggapi Usul Golkar Soal Pemisahan Pemilu, Dasco Sebut RUU Masih Sangat Dinamis

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:17 WIB

Prabowo Terima Angkatan Laut Italia yang Antar Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Istana

Prabowo Terima Angkatan Laut Italia yang Antar Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Istana

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:17 WIB

BRI Infinite Prioritas x GarudaMiles, Ada Ekstra 27.000 Miles untuk 100 Nasabah

BRI Infinite Prioritas x GarudaMiles, Ada Ekstra 27.000 Miles untuk 100 Nasabah

Lampung | Kamis, 24 September 2026 | 14:15 WIB

Perbedaan Pembuluh Darah Arteri, Vena, dan Kapiler pada Manusia, Ini Penjelasannya

Perbedaan Pembuluh Darah Arteri, Vena, dan Kapiler pada Manusia, Ini Penjelasannya

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 14:15 WIB

×