Menyanyi Ekspresikan Suasana Hati, Baik untuk Kesehatan Mental Lho

Silfa Humairah Utami

Rabu, 24 Juli 2019 | 18:00 WIB
Menyanyi Ekspresikan Suasana Hati, Baik untuk Kesehatan Mental Lho
Ilustrasi perempuan menyanyi di kamar mandi. (Shutterstock)

Suara.com - Menyanyi Ekspresikan Suasana Hati, Baik untuk Kesehatan Mental Lho.

Memiliki hobi menyanyi terkadang tidak harus untuk mereka yang memiliki suara emrdu. Mau suara bagus atau tidak, bernyanyi menjadi salah satu cara favorit untuk mengekspresikan perasaan.

Tidak hanya dari irama dan lantunan melodinya, tapi lirik lagu kesukaan pun dapat menggambarkan suasana hati yang sebenarnya. Entah itu sedang sedih atau senang.

Selain itu, ada juga manfaat lain dari bernyanyi untuk kesehatan mental Anda, lho! Simak penjelasan manfaat bernyanyi dari para ahli berikut ini dilansir Hello Sehat:

1. Bikin hati plong

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2017, bernyayi bareng-bareng seperti di paduan suara membuat Anda merasa lebih bahagia. Hasil tersebut didapat setelah peneliti meminta sekelompok orang yang punya gejala depresi atau gangguan kecemasan bernyayi bersama. Peneliti tidak mewajibkan semua pesertanya harus pandai bernyanyi atau punya suara bagus.

Setelah bernyanyi bersama-sama secara rutin setiap minggu, mood semua orang tersebut tampak lebih membaik. Mereka juga merasa lebih bahagia dan dapat bersosialiasi dengan lebih baik di kehidupan sehari-hari.

Peneliti menyimpulkan, kombinasi menyanyi dan bersosialisasi dalam grup menjadi bagian penting dari pemulihan gejala karena keduanya menimbulkan rasa kebersamaan, sejahtera, percaya diri, dan sense of belonging (rasa memiliki dan terlibat dalam lingkungan).

2. Efeknya mirip yoga dan meditasi

baca juga

Beberapa penelitian meyakini bahwa menyanyi sama berkhasiatnya dengan manfaat meditasi yoga. Salah satunya adalah sebuah penelitian dari Sahlgrenska Academy di Universitas Gothenburg, Swedia. Tim peneliti itu memelajari detak jantung anak-anak remaja anggota paduan suara saat sedang bernyanyi bersama.

Menurut ketua peneliti yang juga seorang ahli musik, Björn Vickhoff, detak jantung anggota paduan suara tidak hanya melambat ketika mereka mulai bernyanyi, tetapi secara bertahap jadi tersinkronisasi. Pada akhirnya, irama jantung setiap anak itu berdetak seirama dengan tempo lagu.

Vickhoff mengatakan, saat menyanyi dan mengembuskan napas, tubuh manusia akan mengaktifkan saraf vagus dari batang otak ke jantung. Saraf vagus yang aktif akan membuat jantung berdetak lebih lambat dan diyakini baik untuk menigkatkan kesehatan emosional.

Vickhoff kemudian membandingkan efek dari manfaat menyanyi dengan manfaat yoga. Nyatanya, keduanya hampir memiliki manfaat yang sama. Vickhoff mengatakan bahwa yoga dan bernyanyi sama-sama menjaga sistem pernapasan tetap terkontrol dengan baik.

Terlebih jika pernapasan Anda baik, efek positifnya juga akan melekat dalam jangka waktu panjang bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.

3. Mengurangi pikiran negatif

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Malu karena Kelebihan Berat Badan Pengaruhi Kesehatan Mental

Studi: Malu karena Kelebihan Berat Badan Pengaruhi Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juli 2019 | 16:05 WIB

Instagram Hilangkan Fitur yang Paling Bikin 'Nagih', Gimana Hasilnya?

Instagram Hilangkan Fitur yang Paling Bikin 'Nagih', Gimana Hasilnya?

Health | Jum'at, 19 Juli 2019 | 13:50 WIB

Alami Gangguan Kecemasan, Mina Twice Harus Absen dari Tur Konser

Alami Gangguan Kecemasan, Mina Twice Harus Absen dari Tur Konser

Lifestyle | Kamis, 18 Juli 2019 | 11:54 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×