Wisata Sejarah, Komunitas di Depok Rayakan HUT RI dengan Napak Tilas

M. Reza Sulaiman

Rabu, 14 Agustus 2019 | 14:31 WIB
Wisata Sejarah, Komunitas di Depok Rayakan HUT RI dengan Napak Tilas
Komunitas Masyarakat Sipil Kota Depok rayakan HUT RI ke-74 dengan napak tilas Depok Tempoe Doeloe. (Suara.com/Supriyadi)

Suara.com - Wisata Sejarah, Komunitas di Depok Rayakan HUT RI dengan Napak Tilas

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya, wisata sejarah untuk menghargai kebudayaan Indonesia zaman dahulu.

Hal inilah yang dilakukan oleh Komunitas Masyarakat Sipil Kota Depok, Jawa Barat, yang menggelar acara jalan-jalan atau napak tilas sejarah keberagaman Depok tempo doeloe.

"Keberagaman dan toleransi merupakan kekayaan Kota Depok yang patut kita rayakan. Napak tilas ini akan digelar pada Sabtu, 24 Agustus 2019 ini. Masyarakat, terutama kelompok muda, juga diharapkan bisa memahami sejarah Kota Depok yang multikultural dan beragam," kata Koordinator #Depok Beragam, Nor Hiqmah di Depok, kepada Suara.com, Rabu, (14/8/3019).

Ia mengatakan napak tilas sejarah ini pesertanya sendiri terbuka untuk umum.

Mereka nanti menelusuri situs-situs bersejarah di Kota Depok, mulai dari Rumah Pondok Cina, Gedung Gemeente Bestuur (Kotapraja) Depok, Paal Gedachtenis Aan Chastelein atau yang lebih dikenal dengan Tugu Chastelin, Rumah Presiden Depok, Depoksch Europesche School, Depoksch Kerk, hingga Stichting Cornelis Chastelein.

"Depok ini banyak tempat sejarah. Karena sejarah mencatat bahwa berita sejarah awal Depok terkait dengan perdagangan Kerajaan Sunda di pedalaman Jawa bagian barat dengan kota bandarnya, Sunda Kelapa," jelas dia.

Lalu sambungnya, perdagangan ini memanfaatkan jalur sungai, yaitu Ciliwung. Depok ini kata dia lagi, berada di bagian tengah Ciliwung dan menjadi tempat transit para pedagang Cina.

"Sebab itu ketika pejabat VOC Cornelis Chastelein membeli tanah di Depok secara bertahap pada tahun 1696, ia (Cornelis Chastelein) telah menemukan kehidupan masyarakat lokal dengan orang-orang Cina," jelasnya.

baca juga

Kehidupan ini bertambah beragam karena kata dia, Chastelein membawa sekitar 150 pekerjanya yang mayoritas dari Makassar dan Bali.

Sehingga, memulai idenya membangun komunitas pribumi yang religius dan cerdas dalam mengelola kekayaan alam secara.

"Dari sinilah interaksi sosial dan budaya antar kelompok yang berbeda suku, bangsa, dan agama menguat serta menjadikan Depok sebagai kota yang multikultural," ujarnya.

Sementara itu, Sejarawan JJ Rizal menambahkan identitas Depok yang multikultural sebaiknya terus diingat dan dirawat oleh generasi muda.

Kegiatan jalan-jalan sejarah Keberagaman Depok Tempo Doeloe ini dibuat untuk sama-sama pulang ke rumah sejarah, sehingga timbul insyaf tentang Depok yang beragam sejak zaman baheula (dulu).

"Sejarah menunjukkan bahwa keberagaman Kota Depok bukan sekadar ditunjukkan dengan kehadiran orang atau kelompok dari berbagai latar belakang etnis dan agama, tapi juga dari upaya kelompok-kelompok yang berbeda tersebut untuk berbagi nilai terbaik mereka guna membentuk kebudayaan bersama," pungkasnya.

Kontributor : Supriyadi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pencuri Telanjang Bulat Bobol Rumah Warga Depok, Coba Perkosa Korban

Pencuri Telanjang Bulat Bobol Rumah Warga Depok, Coba Perkosa Korban

Jabar | Selasa, 13 Agustus 2019 | 18:32 WIB

Pria di Depok Temukan Harta Karun, Bikin Pecinta Motor Tua Nggak Bisa Tidur

Pria di Depok Temukan Harta Karun, Bikin Pecinta Motor Tua Nggak Bisa Tidur

Otomotif | Minggu, 11 Agustus 2019 | 16:25 WIB

Tragis, Gaji Guru Honorer di Depok Belum Cair, Anak Nunggak SPP Tiga Bulan

Tragis, Gaji Guru Honorer di Depok Belum Cair, Anak Nunggak SPP Tiga Bulan

Jabar | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 13:36 WIB

Terkini

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:33 WIB

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×