Bikin Ngiler, Serunya Mukbang Bakso Pedas Raksasa di Barbarzaar

Ade Indra Kusuma | Dini Afrianti Efendi
Bikin Ngiler, Serunya Mukbang Bakso Pedas Raksasa di Barbarzaar
Bikin Ngiler, Serunya Mukbang Bakso Peras Raksasa di Barbarzaar [Suara.com/Dini]

Para peserta mukbang yang menantikan dibuat terperangah dengan ukuran bakso jumbo tersebut.

Suara.com - Bikin Ngiler, Serunya Mukbang Bakso Peras Raksasa di Barbarzaar

Tidak sekedar menjajakan aneka kuliner, Barbarzaar juga menyajikan aneka acara menarik dan unik.

Seperti acara di hari pertama Rabu, (14/8/2019) yang menggelar sajian resep membuat bakso di atas panggung dan mukbang bakso pedas raksasa berjamaah.

Disajikan Chef Fransiscus Wahyu, juru masak andalan Ozon Indonesia, ia membuktikan mudahnya membuat bakso dilengkapi alat yang mumpuni. Dalam acara demo cooking Chef Wahyu juga mengajak dan mengajarkan pengunjung bazar untuk ikut memasak bakso.

Barbarzaar Foodbar dan Mukbang
Barbarzaar Foodbar dan Mukbang [Suara.com/Dini]

"Bakso itu semakin pucat dan putih warnanya, maka semakin banyak campuran di dalamnya, jadi tidak pure daging. Kalau warnanya semakin gelap artinya semakin banyak kandungan daging di dalam bakso," ujar Chef Wahyu di sela-sela demo memasaknya di Parkiran Outdoor Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019)

Setelah pertunjukan demo, Chef Wahyu lalu mengeluarkan bakso andalan yang sudah ia buat, yakni bakso raksasa berdiameter 20 centimeter dan bakso tumpeng berbentuk kerucut. Saking besarnya ukuran bakso, membuat makanan yang enak dinikmati saat hujan ini bukan lagi disajikan diatas mangkok, melainkan di atas panci yang cukup besar.

Tak hanya itu, di dalam bakso tumpeng didalamnya diisi dengan kejutan, yakni ada bakso berukuran kecil lain di dalamnya, serta bumbu cabai yang mencuat saat dipotong sungguh menggugah selera. Belum lagi tulang sumsum dan beraneka gajih tetelan menyempurnakan tampilan bakso raksasa itu.

Barbarzaar Foodbar dan Mukbang
Barbarzaar Foodbar dan Mukbang [Suara.com/Dini]

Para peserta mukbang yang menantikan dibuat terperangah dan berdecak kagum saat makanan berbahan utama daging cincang itu dibelah. Tidak sedikit yang mengaku tidak sabar untuk melahapnya. Tapi sayang, bukan mukbang namanya jika tidak dimakan secara bersama-sama.

"Rasanya dan wanginya udah mantap banget, tapi kurang pedas nih. Tadi nunggu kelamaan buat makan bareng karena nunggu semuanya dapet setelah bagi-bagi, jadinya basonya adem deh, tapi selebihnya enak kok," ungkap Suparna salah satu peserta mukbang.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS