Kisah Batik Marunda yang Mengubah Hidup Warga Rusun

Sabtu, 28 September 2019 | 05:56 WIB
Kisah Batik Marunda yang Mengubah Hidup Warga Rusun
Fashion Show Batik Marunda. (Suara.com/Vessy Frizona)

Suara.com - Rusunawa Marunda merupakan rusunawa terbesar dengan populasi 10.836 orang dari 14 wilayah relokasi Jakarta.

Jika selama ini keberadaan warganya kerap diabaikan, kini keberadaan warga di Rusunawa Marunda tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Di sana terdapat bakat-bakat warga yang tersembunyi.

Tati Santosa Gozali, Ketua Yayasan Meek Nusantara, mengatakan bahwa Rusunawa Marunda merupakan harta karun terpendam. Bakat-bakat warganya berhasil menciptakan karya seni batik yang indah dan unik.

"Melalui rasa peduli, cinta, dan perhatian lewat program sosial terhadap warga rusun, satu persatu mutiara itu muncul dengan memperlihatkan bakatnya dalam menciptakan karya batik," ungkap Tati Santosa dalam konferensi pers jelang fashion show Batik Marunda di Jakarta Pusat, Jumat (27/9/2019).

Menjelang Fashion Show Batik Marunda. (Suara.com/Vessy Frizona)
Menjelang Fashion Show Batik Marunda. (Suara.com/Vessy Frizona)

Ia menuturkan bahwa dengan adanya perhatian bagi warga Marunda, mereka bisa berkarya. Karya batik itu dibuat dari hati sehingga menghasilkan suatu karya indah yang mereka persembahan untuk lingkungan sendiri.

Untuk mengapresiasi batik karya warga Marunda, Yayasan Meek Nusantara bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dan Plaza Indonesia untuk memamerkan batik Marunda dengan menggelar fashion show yang melibatkan tiga desainer dari SAMASAMA, (X)S.M.L, dan Mira Hadiprana for Indonesia.

"Kami menyambut baik gelaran event ini. Diharapkan, ajang ini memberi dampak positif dan mendukung warga Marunda menjadi lebih baju dalam berkeativitas," ungkap Zamri Mamat, General Manager Marketing Plaza Indonesia.

Dalam pagelaran fashion show ini, masing-masing desainer dari brand yang terlibat memamerkan 12 look. Jadi total ada 36 look yang dipamerkan.

Para desainer mengaku tertantang menciptakan karya dari batik Marunda karena memiliki ciri warna dasarnya hitam namun dihiasi motif-motif cerah. Berbeda dengan batik Betawi yang dihiasi motif ikon kota, batik Marunda mengangkat corak flora dan fauna.

Baca Juga: Peduli Lingkungan, Galeries Lafayette Dukung Desainer Sustainable Batik

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI