- Pertunjukan Cirque du Soleil Kooza yang menampilkan akrobat ekstrem dan kostum fantastis berlangsung di Singapura hingga 29 Maret 2026.
- Kooza menghormati sirkus klasik dengan aksi tanpa efek digital, didukung musik live, serta lebih dari 175 kostum unik.
- Antusiasme penonton di Singapura menyebabkan perpanjangan musim pertunjukan, sekaligus memberikan akses gratis bagi tamu amal CARE Singapore.
Suara.com - Pernah membayangkan masuk ke dunia di mana gravitasi seperti tak berlaku, kostum berkilau menari di bawah cahaya lampu, dan musik membawa kita ke negeri dongeng modern? Itulah yang terasa begitu melangkah ke dalam Big Top Cirque du Soleil Kooza di Singapura.
Di bawah tenda bergaris yang menjulang, Kooza bukan sekadar pertunjukan sirkus, ia adalah perjalanan ke dunia penuh imajinasi, keberanian, dan keindahan gerak manusia yang terasa nyaris mustahil. Dan kabar baiknya, dunia ajaib ini sedang “tinggal” di Singapura hingga 29 Maret 2026.
Saat Lampu Padam, Keajaiban Dimulai
Begitu lampu meredup dan musik pertama mengalun, penonton diajak mengikuti perjalanan The Innocent, karakter polos yang tersesat di dunia aneh penuh warna. Dalam perjalanannya, ia bertemu badut jenaka, sosok eksentrik, dan para akrobat luar biasa yang membawanya menjelajahi dunia absurd sekaligus memikat.
Cerita sederhana tentang pencarian jati diri ini menjadi benang merah yang mengikat rangkaian aksi akrobatik kelas dunia yang bikin penonton berkali-kali menahan napas.
Aksi Ekstrem yang Bikin Jantung Ikut Lompat
Dari awal hingga akhir, hampir tak ada momen untuk berkedip.
Aksi high wire menampilkan akrobat berjalan dan menari di atas tali tinggi dengan keseimbangan presisi. Lalu ada Wheel of Death, dua roda raksasa berputar tinggi sementara performer berlari di luarnya — adegan yang membuat seluruh tenda sunyi tegang sebelum meledak dalam tepuk tangan.
Nomor contortion memperlihatkan kelenturan tubuh manusia di level yang sulit dipercaya, sementara teeterboard melontarkan akrobat ke udara untuk melakukan salto bertubi-tubi sebelum mendarat dengan akurasi sempurna.
Baca Juga: Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
Semua dilakukan secara langsung, tanpa efek digital, semua murni kekuatan, latihan, dan keberanian manusia.
Ledakan Warna, Musik, dan Kostum Fantastis
Sirkus ini juga memanjakan indera lewat musik live yang mengiringi tiap adegan dengan energi dinamis. Dari nada ceria hingga dramatis, musik menjadi denyut yang menghidupkan seluruh pertunjukan.
Visualnya tak kalah memikat. Produksi ini melibatkan lebih dari 175 kostum unik, 160 topi khas, dan total sekitar 1.200 elemen kostum, termasuk sepatu dan properti panggung yang dirancang detail. Setiap karakter hadir dengan warna dan siluet mencolok, menciptakan panggung yang terasa seperti ilustrasi buku cerita yang hidup.

Penghormatan untuk Sirkus Klasik
Berbeda dari beberapa produksi Cirque du Soleil yang sarat narasi teater modern, Kooza justru kembali ke akar sirkus tradisional: badut, aksi akrobat murni, dan interaksi langsung dengan penonton.
Artistic Director, Jamieson Lindenburg, menyebut Singapura sebagai tempat yang istimewa dalam perjalanan pertunjukan ini.
“Singapura merayakan imajinasi dan kreativitas, yang sangat selaras dengan jiwa Kooza. Kembali setelah tujuh tahun dan disambut penonton lintas generasi adalah pengingat akan keajaiban ketika sirkus, cerita, dan komunitas bertemu,” katanya.
Yong Kim, CEO & President Mast Entertainment SG, menggambarkan suasana malam pembukaan sebagai pengalaman yang luar biasa.
“Melihat Big Top kembali hidup di Singapura, dipenuhi keluarga, penggemar setia, dan penonton baru, mengingatkan kami mengapa KOOZA terus dicintai di seluruh dunia. Respons di sini termasuk yang paling mengesankan selama tur Asia,” paparnya.
Hal serupa disampaikan Adam Firth, Executive Director Lushington Entertainments.
“Reaksi positif penonton menunjukkan kuatnya apresiasi masyarakat Singapura terhadap seni pertunjukan. Kami senang bisa memperpanjang musim agar lebih banyak orang merasakan keajaiban di bawah Big Top.”
Destinasi Liburan Dekat yang Penuh Pengalaman Kelas Dunia
Bagi keluarga Indonesia, Singapura sudah lama jadi salah satu destinasi liburan favorit. Jarak yang dekat, akses penerbangan mudah, transportasi nyaman, serta ragam hiburan keluarga membuat negara tetangga ini selalu menarik dikunjungi.
Kehadiran Kooza menambah satu alasan istimewa untuk merencanakan perjalanan. Apalagi jadwal pertunjukan bertepatan dengan berbagai momen libur panjang seperti Imlek, awal Ramadan, hingga periode menjelang Lebaran, waktu yang pas untuk liburan keluarga dengan pengalaman tak biasa.
Menonton sirkus kelas dunia di bawah Big Top bisa jadi alternatif aktivitas liburan yang berbeda dari sekadar belanja atau wisata kuliner.

Info Tiket Kooza Singapura
Pertunjukan berlangsung hingga 29 Maret 2026, dengan harga tiket mulai dari S$98, dan tersedia di Fever dan SISTIC.
Bagi yang ingin pengalaman lebih eksklusif, tersedia SAP VIP Experience (S$378) yang mencakup kursi premium, akses lounge privat dengan sajian gourmet dan minuman pilihan, serta suvenir eksklusif.
Di tengah dunia yang serba cepat dan digital, sirkus ini mengajak kita kembali merasakan rasa takjub yang murni — ketika manusia, musik, cahaya, dan keberanian bersatu menciptakan keajaiban nyata di depan mata.
Dan untuk sementara waktu, keajaiban itu ada sangat dekat dari Indonesia: tepat di bawah Big Top Singapura.