Komunitas Kejora Indonesia, Wadah Para Dokter Mengedukasi Para Orangtua

Sabtu, 28 September 2019 | 09:38 WIB
Komunitas Kejora Indonesia, Wadah Para Dokter Mengedukasi Para Orangtua
drg. Stella Lesmana, Sp.KGA (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Suara.com - Dokter memang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit. Tapi di sisi lain, seorang dokter juga harus mau terjun dan mengedukasi masyarakat agar mau hidup sehat, lalu menerapkannya sedini mungkin kepada anak-anak.

Komunitas Kesehatan untuk Junior Indonesia atau yang disingkat Kejora Indonesia, adalah komunitas yang terdiri dari praktisi dan ahli medis, yang kerap memberi edukasi kepada orangtua demi kesehatan anak sedari kecil.

Berdiri sejak 2015, komunitas Kejora Indonesia didirikan oleh dua orang dokter gigi yang saat itu merasa khawatir karena banyak anak yang ketakutan dan bahkan bisa menangis saat melihat dokter. Alhasil, proses pengobatan jadi sangat sulit dan berlarut-larut. Ini karena banyak anak dijejali pemahaman bahwa dokter adalah sosok yang menyeramkan dan kerap menyuntik.

Komunitas Kejora Indonesia. (Instagram/@kejora.indonesia)
Komunitas Kejora Indonesia. (Instagram/@kejora.indonesia)

Dari sana, drg. Stella Lesmana, Sp.KGA bersama drg. Tara Prathia, SpKG mendirikan Komunitas Kejora dan memulai pergerakan dengan membuat buku cerita untuk memberikan pemahaman kepada anak dengan cara lebih menarik dan menyenangkan.

Saat di usia 2 tahun, anak berubah menjadi sosok yang kritis dan kerap bertanya. Padahal, menjelaskan sesuatu hal kepada anak susah-susah gampang.

"Anak-anak ini butuh dijelaskan dengan lebih menarik, dan kadang orangtua jika menemukan pertanyaan 'Kenapa harus sikat gigi?', kadang hanya jawab 'Harus!' saja. Jadi, kadang kita harus menjelaskan dengan mudah tapi anak itu menangkap maksudnya, pentingnya apa supaya dia sadar untuk melakukannya setiap hari," ujar drg. Stella kepada Suara.com beberapa waktu lalu di Jakarta.

Edukasi sejak dini dipandang drg. Stella sangatlah penting, karena akan melekat hingga si anak dewasa. Terlebih nantinya anak akan menerapkan kebiasaan baik itu terus menerus. Lalu, begitupun dengan stigma yang buruk terhadap dokter ke anak saat dibuat buruk, maka akan membekas hingga dewasa.

Edukasi lewat buku dan media sosial
Di 2016, dua buku pertama Kejora Indonesia berhasil di rilis dan dua-duanya berisi cerita serta edukasi tentang kesehatan gigi, mengingat founder dan co-foundernya adalah seorang dokter gigi. Dua buku itu berjudul 'Berani Ke Dokter Gigi' dan 'Gigiku Sehat dan Kuat'.

Komunitas Kejora Indonesia. (Instagram/@kejora.indonesia)
Komunitas Kejora Indonesia. (Instagram/@kejora.indonesia)

Drg. Stella dan drg. Tara sadar betul bahwa bertemu dan penjelasan tidak cukup memberikan pemahaman lebih kepada anak. Kemudian tercetuslah untuk membuat buku cerita yang menarik untuk menjelaskan pentingnya sikat gigi dan memeriksakan diri ke dokter. Tak main-main, keduanya menggandeng ilustrator untuk membuat buku tersebut.

Baca Juga: Ajak Suporter Bola Lebih Tertib, Komunitas Ini Buat Acara Seru

"Terus kita merasa saat pembuatan buku itu, nggak mungkin kan kita cuma bikin buku saja terus sudah. Kita itu goal-nya buku buat edukasi, jadi kita memberikan penyuluhan lewat buku ini, makanya tadi dibilang dongeng sehat," ungkap drg. Stella.

Paham teknologi tidak bisa dipungkiri, komunitas Kejora Indonesia juga bekerja secara militan melalui platform media sosial seperti Youtube dan Instagram. Ada berbagai edukasi dan infografis edukasi kesehatan anak dan orangtua, serta metode parenting yang tepat dan juga info kesehatan lainnya.

"Jadi zaman sekarang, ibu-ibu semuanya sudah pakai sosmed. Ya kita edukasi di sosmed, terus kita bikin Youtube juga. Ada lagunya 'Ayo Sikat Gigi', ada gerakannya dan kita bikin di Youtube jadi boleh siapa aja pakai, buat edukasi pakai buku ini, pakai lagu itu, boleh," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI