Mengenal Rio Koeswan, Lelaki Bali yang Raih Penghargaan di Dunia Animasi AS

Ade Indra Kusuma

Sabtu, 28 September 2019 | 17:16 WIB
Mengenal Rio Koeswan, Lelaki Bali yang Raih Penghargaan di Dunia Animasi AS
Rio Koeswan, warga Indonesia di Kanada yang berkecimpung di dunia animasi sebagai layout supervisor (Dok: Rio Koeswan)

Suara.com - Mengenal Rio Koeswan, Lelaki Bali yang Raih Penghargaan di Dunia Animasi AS.

Apakah Anda termasuk orang yang memiliki pekerjaan saat ini berdasarkan hobi? Jika iya, maka Anda tampaknya bisa menginspirasi dan berbagi kepada orang lain layaknya lelaki satu ini yang bernama Rio Koeswan.

Rio Koeswan, warga Indonesia di Kanada yang berkecimpung di dunia animasi sebagai layout supervisor.  Hobi menonton film kartun dan menggambar sejak kecil ternyata membuahkan sebuah prestasi bagi lelaki asal Bali, Rio Koeswan yang kini berkarir di dunia animasi di Kanada. 

Rio Koeswan, bersama tim di studio animasi Jam Filled Entertainment yang berlokasi di Ontario, Kanada, berhasil meraih penghargaan di ajang Daytime Emmy Awards di Amerika untuk kategori serial animasi anak-anak atau "Outstanding Children's Animated Series" atas penggarapan serial televisi di jaringan Nickelodeon, bertajuk, "the Loud House."

"Nickelodeon adalah klien kita di Amerika. Semua kerjaan kita di sini biasanya kliennya dari Amerika. "The Loud House itu kemarin menang di Emmy Awards. Jadi yang menang adalah (musim tayang ke-4)," jelas Rio Koeswan seperti mengutip VOAIndonesia.

Hobi menonton film kartun dan menggambar sejak masih berumur empat tahun ternyata menjadi salah satu faktor yang mendorong Rio Koeswan untuk terjun ke industri animasi. Kini di studio Jam Filled Entertainment, Rio menjabat sebagai layout supervisor.

“Layout adalah latar belakang. Jadi latar belakang yang belum diwarnakan. Jadi misalnya, programnya pakai Photoshop, jadi untuk kita menggambar, misalnya sebuah pohon atau rumah atau mobil yang (hitam dan putih) ya itu namanya layout,” jelas Rio Koeswan.

Lelaki yang lahir dan besar di Bali ini pindah ke Kanada pada tahun 2003, ketika baru berumur 19 tahun. Sempat melanjutkan SMA di Kanada, Rio lalu kuliah di Alqonquin College mengambil jurusan animasi selama tiga tahun. Sungguh beruntung karena di tahun 2006 yang juga adalah tahun ke-3 sebelum lulus kuliah, Rio sudah berhasil mendapat pekerjaan.

“Saya tanya sekolah, ‘bisa nggak saya sambil kerja sambil sekolah?’ Dia bilang bisa. Jadi saya kerja full time, tapi sekolahnya jadi (paruh waktu), cuman dapat diploma juga terakhirnya,” kata Rio.

baca juga

Selain di studio Jam Filled Entertainment, Rio juga pernah berkarir di beberapa studio lainnya, salah satunya Mercury Filmworks, studio besar di Kanada. Menurut Rio, di dalam industri animasi, berpindah-pindah studio untuk bekerja adalah hal yang biasa, karena biasanya para pelaku di industri ini adalah freelancer yang pekerjaannya terkait kontrak.

Namun, untuk menduduki posisinya yang sekarang sebagai supervisor, tidaklah mudah. Bahkan, waktu baru terjun ke dunia ini, ia tidak bisa langsung mengerjakan layout.

Rio Koeswan, warga Indonesia di Kanada yang berkecimpung di dunia animasi sebagai layout supervisor (Dok: Rio Koeswan)
Rio Koeswan, warga Indonesia di Kanada yang berkecimpung di dunia animasi sebagai layout supervisor (Dok: Rio Koeswan)

“Jadi kalau kita baru mulai, biasanya (batu loncatan pertama) itu jadi animator dulu,” ujarnya.

Setelah tiga tahun menjadi animator, Rio teringat akan hobinya menggambar layout saat masih sekolah dulu. Ia pun lalu berusaha membangun jaringan dengan para pelaku animasi di departemen-departemen lain.

Untuk mendapatkan pekerjaan di bidang layout, Rio pun rela bekerja delapan jam sebagai animator, lalu setelahnya meluangkan waktu untuk mengerjakan tes yang diberikan di rumah, hingga pada akhirnya tahun 2014, untuk pertama kalinya Rio menjadi layout supervisor di sebuah studio bernama, the Kratz Brothers, yang mengerjakan serial televisi yang sekarang tayang di layanan streaming online, Netflix. Hingga kini, Rio sudah terlibat dalam penggarapan sekitar 20 serial televisi, termasuk “Wild Kratz,” “Pinky Malinky,” “Final Space,” dan “the Loud House,” juga film-film yang berdurasi 90 menit misalnya, yang ditayangkan di televisi atau Netflix.

“Semoga nanti di tahun-tahun ke depan dapat kesempatan untuk bisa kerja di layar lebar ya,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studio Animasi Korea Kembangkan Karakter Lokal Khas Indonesia

Studio Animasi Korea Kembangkan Karakter Lokal Khas Indonesia

Entertainment | Rabu, 18 September 2019 | 08:15 WIB

Mario Irwinsyah Rahasiakan Keterlibatannya di Nussa Movie

Mario Irwinsyah Rahasiakan Keterlibatannya di Nussa Movie

Entertainment | Kamis, 29 Agustus 2019 | 19:25 WIB

Web Series Animasi Nussa Akan Diangkat ke Layar Lebar

Web Series Animasi Nussa Akan Diangkat ke Layar Lebar

Entertainment | Kamis, 29 Agustus 2019 | 17:20 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×