Cegah Batik Tulis Punah, Ayu Dyah Pasha Minta Generasi Muda Peduli

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 04 Oktober 2019 | 17:36 WIB
Cegah Batik Tulis Punah, Ayu Dyah Pasha Minta Generasi Muda Peduli
Ayu Dyah Pasha minta generasi muda peduli batik tulis. (Suara.com/Dini Afrianti)

Suara.com - Cegah Batik Tulis Punah, Ayu Dyah Pasha Minta Generasi Muda Peduli

Tingkat kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya memang masih terbilang rendah, khususnya dalam hal batik. Kini jumlah pembatik semakin menurun dari tahun ke tahun, dengan umur mereka yang sudah tidak muda lagi.

Jika sebelumnya disoroti para pembatik, artis senior yang kini menggeluti bidang sosial Ayu Dyah Pasha menyoroti kehidupan para pembuat canting, alat penting dalam pembuatan batik tulis. Kata Dyah, para pembuat canting hidup dengan miris dan menderita.

"Bagaimana yang buat canting dan capnya, kita blusukan pembuat canting dan cetakan sudah tidak mudah ditemukan, ketika buat canting itu butuh handcraf yang luar biasa," ujar Dyah kepada Suara.com beberapa waktu lalu di Jakarta.

Sekalipun ada anak-anak para pembuat canting yang meneruskan, tidak sebagus dan kualitasnya tidak sama dengan orang tuanya. Mirisnya lagi, saat canting jadi mereka dihargai dengan harga yang murah per canting.

"Itu canting cuma dihargai oleh pembatik satu canting Rp 3.000, bagaimana bisa hidup? bisa lihat bagaiman kehidupannya rumah kaya kandang ayam," ungkap Dyah.

"Anak-anaknya nggak tertarik bikin canting kita ingin dokumentasikan bagaimana canting itu dibuat. Jangan-jangan nanti anak-anak kita nggak tahu cara bikin canting bagaimana," sambungnya.

Batik tulis tradisional di Sidoarjo ini berpusat di Jetis sejak tahun 1675 atau 341 tahun silam.
Batik tulis tradisional di Sidoarjo ini berpusat di Jetis sejak tahun 1675 atau 341 tahun silam. (Dok. Suara.com)

Seperti diketahui ibarat petani, maka canting seumpama cangkul bagi para pembatik. Kualitas canting yang baik juga akan membuat batik tulis dan ukurannya tampak menakjubkan. Semakin berkualits canting, maka detail ukiran batik yang susah sekalipun akan mudah dibuat.

baca juga

"Pembuat cap bilang nggak ada lagi yang bisa bikin batik cap ukurannya dengan sangat detail, kalau ada umurnya sudah tua," tutur Dyah.

"Saya berharap sekali bekraf angkat kehidupan mereka juga, mereka hulu ke hilir. Maka, setelahnya yang jadi pertanyaan akankah batik alusan bertahan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Generasi Papua Muda Inspiratif Temui Moeldoko

Generasi Papua Muda Inspiratif Temui Moeldoko

News | Kamis, 03 Oktober 2019 | 22:48 WIB

Kupas Habis Batik di Pameran Batik Tulis Gebyar Batik Muda Nusantara 2019

Kupas Habis Batik di Pameran Batik Tulis Gebyar Batik Muda Nusantara 2019

Video | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 07:00 WIB

Oscar Lawalata : Hari Batik Nasional, Masih Banyak Orang Pakai Batik Print

Oscar Lawalata : Hari Batik Nasional, Masih Banyak Orang Pakai Batik Print

Lifestyle | Rabu, 02 Oktober 2019 | 20:00 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×