Riwayat Batik Tulis Solo yang Tak Lekang Dimakan Zaman

M. Reza Sulaiman

Kamis, 16 Mei 2019 | 07:05 WIB
Riwayat Batik Tulis Solo yang Tak Lekang Dimakan Zaman
Perajin batik tulis Solo bertahan di tengah gempuran batik printing. (Suara.com/Ari Purnomo)

Suara.com - Riwayat Batik Tulis Solo yang Tak Lekang Dimakan Zaman

Keindahan batik tulis Solo tak perlu lagi diragukan. Bahkan, batik tulis yang sudah dijadikan warisan dunia ini, sudah tersohor hingga mancanegara.

Sayangnya dibalik keindahan batik tulis, ada dilema soal ketidak praktisan pembuatannya. Kekinian, gempuran batik printing, yang lebih murah dan mudah diproduksi dalam jumlah banyak, tidak bisa lagi dihindari oleh industri batik di kota Solo.

Pengusaha batik pun sadar, jika tidak segera mengambil langkah tepat, bukan tidak mungkin nantinya batik tulis Solo akan benar-benar hilang dari peredaran.

Tetapi jika harus menyesuaikan harga dan mengikuti harga printing jelas tidak mungkin. Mengingat, harga batik tulis bisa berlipat-lipat dibandingkan harga batik printing.

Harga batik tulis berkisar di angka Rp 1 juta. Sedangkan batik printing hanya puluhan ribu saja. Perbedaan harga yang begitu jauh ini tak bisa dilepaskan dari proses pembuatan batik tulis yang masih manual menggunakan canting.

Selain itu, pembuatan selembar batik tulis memakan waktu cukup lama. Untuk motif-motif tertentu, jangka waktu pembuatan batik tulis bisa sampai lebih dari dua bulan.

"Sebenarnya harga itu sudah sesuai dengan prosesnya. Dan memang batik tulis itu segmennya berbeda, menengah ke atas. Jadi peminatnya juga terbatas," ungkap Ketua Forum Perajin Kampung Batik Laweyan (FPKBL), Alpha Febela Priyatmono kepada Suara.com, baru-baru ini.

Salah satu upaya untuk menekan harga batik tulis agar bisa terjangkau untuk semua kalangan yakni dengan melakukan trik kombinasi, yakni memadukan antara batik cap dengan batik tulis.

baca juga

Perpaduan ini membuat harga batik tulis kombinasi relatif lebih murah dibandingkan dengan batik tulis murni.

"Memadukan batik tulis dengan batik cap. Itu bisa menekan harga batik tulis, dan bisa jadi lebih murah," terangnya.

Selain itu, Alpha melanjutkan, upaya lain yakni dengan menggunakan bahan yang lebih murah, alias menggunakan bahan dengan kualitas menengah.

Dengan begitu harga batik tulis juga bisa lebih murah dan terjangkau. Alpha pun tidak rela jika sampai batik tulis benar-benar hilang.

Perajin batik tulis Solo bertahan di tengah gempuran batik printing. (Suara.com/Ari Purnomo)
Perajin batik tulis Solo bertahan di tengah gempuran batik printing. (Suara.com/Ari Purnomo)

Sebab, selama ini kota Solo dikenal dengan industri batiknya. Sebisa mungkin para perajin batik di Solo akan berupaya keras agar gempuran printing motif batik ini tidak terus menggerus keberadaan batik tulis.

"Kami juga sudah bekerja sama dengan lembaga sertifikasi untuk melakukan sertifikasi terhadap perajin batik. Misalkan sertifikasi untuk desainer, untuk pembatik, atau pun untuk pembuat motif. Kemudian juga adanya sertifikat mutu, hak cipta, SNI," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tergerus Mesin Print, Industri Batik Tulis di Solo Terancam Punah

Tergerus Mesin Print, Industri Batik Tulis di Solo Terancam Punah

Bisnis | Selasa, 14 Mei 2019 | 11:25 WIB

Kembang Kempis Industri Batik Tulis di Solo (Bagian l)

Kembang Kempis Industri Batik Tulis di Solo (Bagian l)

Bisnis | Senin, 13 Mei 2019 | 19:28 WIB

Unik, Ada Alquran Batik di Solo

Unik, Ada Alquran Batik di Solo

Lifestyle | Senin, 13 Mei 2019 | 14:13 WIB

Terkini

Spanduk 10 Meter Belum Merdeka dari Asap Bentang di CFD Jembatan Ampera

Spanduk 10 Meter Belum Merdeka dari Asap Bentang di CFD Jembatan Ampera

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:51 WIB

Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga

Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:50 WIB

AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship

AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:47 WIB

3 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Dapur Menurut Feng Shui, Bikin Rezeki Seret

3 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Dapur Menurut Feng Shui, Bikin Rezeki Seret

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:45 WIB

4 Ide OOTD Y2K Revival Style ala Natty KISS OF LIFE, Timeless dan Stylish!

4 Ide OOTD Y2K Revival Style ala Natty KISS OF LIFE, Timeless dan Stylish!

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:40 WIB

Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi

Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Merdeka dari Gaya Hidup Konsumtif: Gen Z Siap Tinggalkan Budaya Checkout?

Merdeka dari Gaya Hidup Konsumtif: Gen Z Siap Tinggalkan Budaya Checkout?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Puluhan Ton Ikan Mati Tiap Bulan, Sungai Batanghari Makin Sekarat

Puluhan Ton Ikan Mati Tiap Bulan, Sungai Batanghari Makin Sekarat

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Modal Asing Banjiri IHSG, BBRI Jadi Buruan Utama Jelang Uji Level IHSG 6.500

Modal Asing Banjiri IHSG, BBRI Jadi Buruan Utama Jelang Uji Level IHSG 6.500

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Demi Jegal Pesaing, Kabel Optik Diputus, Internet Warga Pademangan Terganggu

Demi Jegal Pesaing, Kabel Optik Diputus, Internet Warga Pademangan Terganggu

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:19 WIB

×