Kisah Misteri Candi Gedog: Penampakan Anjing Punden Joko Pangon [Part 2]

Ririn Indriani

Kamis, 24 Oktober 2019 | 19:30 WIB
Kisah Misteri Candi Gedog: Penampakan Anjing Punden Joko Pangon [Part 2]
Situs Gedog di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, tempat yang diyakini sebagai reruntuhan Candi Gedog, menyimpan kisah tragis pembunuhan seorang tokoh oleh kelicikan manusia yang diperbudak keserakahan. (Suara.com/Agus H)

Suara.com - Hawa dingin segera menyergap begitu menjejakkan kaki di Punden Joko Pangon, area di sekitar pohon beringin tua di Kelurahan Gedog, Kota Blitar, Jawa Timur, lokasi dimana reruntuhan Candi Gedog berada.

Sugeng (55), warga Gedog, membenarkan letak sesaji yang pagi hari diletakkan di atas batu yoni berbentuk persegi. Arkeolog Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menyatakan, batu yoni itu merupakan bukti penting adanya sebuah candi yang pernah berdiri di lokasi itu.

"Sejumlah warga, termasuk saya, masih rutin memberikan sesaji di sini, untuk Mbah Pangon," ujar Sugeng kepada Suara.com.

Joko Pangon adalah tokoh dalam dongeng warga Gedog tentang seorang pria pekerja keras yang dibunuh oleh majikannya sendiri. Dia dimasukkan ke dalam sumur di area Candi Gedog dalam kondisi hidup-hidup dengan tangan dan kaki terikat dan diberi batu pemberat. Jasadnya ditemukan oleh seekor anjing.

Sugeng dan sejumlah warga Gedog lainnya hingga hari ini masih rutin memberikan sesaji di Punden Joko Pangon. Bahkan ketika tim ekskavasi dari BPCB sibuk menggali area sekitar Punden Joko Pangon, Sugeng tetap memberikan sesaji, membakar kemenyan.

Punden Joko Pangon atau Situs Gedog yang diyakini BPCB sebagai reruntuhan dari Candi Gedog yang pernah disaksikan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Sir Thomas Stamford Raffles dan ditulis dalam buku History of Java dikenal warga sebagai tempat "wingit" atau angker. Di tempat itu, dengan pusatnya pada pohon beringin tua, adalah rumah Mbah Joko Pangon, danyang Kelurahan Gedog dan sekitarnya.

Arwah Joko Pangon, menurut Sugeng, bersemayam di pohon beringin tua itu. Dia dijaga oleh makhluk halus berbentuk anjing, ular dan macan. Makhluk-makhluk halus penjaga Punden Joko Pangon ini sering menampakkan diri di hadapan warga.

"Suatu malam, saya pernah melihat seekor anjing dengan mata bersinar merah," ujar Sugeng. Makhluk halus berbentuk anjing tersebut diyakini sebagai anjing yang pertama menemukan jasad Joko Pangon di sumur Candi Gedog.

Penampakan semacam itu, bagi Sugeng merupakan pertanda bagi warga Gedog sekitarnya untuk segera melakukan upacara selamatan.

baca juga

Tak jarang, Sugeng mendengar suara lolongan anjing yang misterius di malam hari. Setelah dia ikuti asal suaranya, selalu berujung di pohon beringin tua di Punden Joko Pangon.

Subagyo, tokoh warga Gedog, mengatakan bahwa orang yang bisa melihat alam ghaib, di atas pohon beringin tua yang ditunjukkannya kepada Suara.com itu terdapat ular naga raksasa yang melingkar.

Subagyo adalah anak mantan lurah Gedog. Dia ingat di masa kecilnya, warga rutin menggelar upacara di Punden Joko Pangon. Menurutnya, danyang yang tinggal di Punden Joko Pangon menyukai pertunjukan wayang orang. Karenanya, setiap dilakukan ritual upacara di Punden Joko Pangon, kesenian wayang orang selalu dipentaskan.

"Warga rutin menggelar upacara di Punden Joko Pangon, untuk menghormati leluhur dan meminta berkat keselamatan," ujar Subagyo.

Berbagai kesaksian pernah disampaikan warga tentang penampakan makhluk-makhluk halus di sekitar Punden Joko Pangon. Bukan hanya menjadi rumah danyang desa, Punden Joko Pangon juga kemudian banyak dihuni makhluk halus.

"Kalau yang melihat penampakan pocong banyak," ujar Sugeng.

Meski demikian, Punden Joko Pangon masih tetap menjadi tempat yang banyak didatangi warga untuk "nyadran". Mereka yang hendak menggelar hajatan biasanya juga berdoa dulu di Punden Joko Pangon. Bahkan tidak sedikit warga yang ke Punden Joko Pangon untuk mencari nomor togel.

" Banyak yang dapat nomor di sini. Saya juga pernah dapat," ujar Sugeng.

Kontributor : Agus H

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wajah-wajah Seram di Area Persawahan

Wajah-wajah Seram di Area Persawahan

Your Say | Sabtu, 27 Desember 2025 | 08:20 WIB

Ritual Bulan Merah di Bukit Wadasgeni

Ritual Bulan Merah di Bukit Wadasgeni

Your Say | Sabtu, 20 Desember 2025 | 09:20 WIB

Viral Kisah Mayat Berjalan, YouTuber Lentera Malam Kasih Tanggapan Mengejutkan

Viral Kisah Mayat Berjalan, YouTuber Lentera Malam Kasih Tanggapan Mengejutkan

Entertainment | Kamis, 22 Mei 2025 | 22:01 WIB

Jurnal Kisah Misteri: Kolaborasi Epik 3 YouTuber Konten Horor Paling Top

Jurnal Kisah Misteri: Kolaborasi Epik 3 YouTuber Konten Horor Paling Top

Your Say | Minggu, 16 Oktober 2022 | 08:31 WIB

Terkini

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

Dua Karung Tepung Jadi Mahar, Gadis Gaza 14 Tahun Dipaksa Nikah Demi Tidak Kelaparan

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Eko Yuli Gagal Raih Medali di Asian Games 2026, Belum Mau Menyerah: Bidik Olimpiade 2028

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 21:54 WIB

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

×