Hari Ayah Nasional: 3 Seleb Bicara Soal Ayah, Nicholas Saputra Terbata-bata

Ririn Indriani | Dini Afrianti Efendi
Hari Ayah Nasional: 3 Seleb Bicara Soal Ayah, Nicholas Saputra Terbata-bata
Dua personel RAN, Rayi dan Nino, serta Nicholas Saputra. (Foto kolase Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Dua personel RAN, Rayi dan Nino, serta Nicholas Saputra bicara soal sosok ayah di Hari Ayah Nasional 2019.

Suara.com - Hari Ayah Nasional: 3 Seleb Bicara Soal Ayah, Nicholas Saputra Terbata-bata

Dideklarasikan 2006 di Solo pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kini Indonesia merayakan Hari Ayah Nasional pada 12 November setiap tahunnya.

Diakui memang, peran ayah bagi setiap anak sangatlah penting khususnya pada saat anak tumbuh kembang. Hal ini diakui Nino, personel RAN yang bercita-cita akan menjadi sosok ayah seperti ayahnya bila kelak memiliki anak.

"Ayah saya sosok paling santai sedunia, dia tidak pernah melarang saya untuk menjadi apapun untuk melakukan apapun. Justru karena sikap ayah saya yang seperti itulah makanya saya jarang melanggar peraturan. Ayah saya menuntut, intinya apapun yang saya lakukan efeknya buat diri sendiri," ungkap Nino kepada Suara.com beberapa waktu lalu di Jakarta.

Jadi ketika ia melakukan hal yang salah atau bodoh, maka yang akan merasakan rugi dirinya sendiri. "Mungkin efeknya ke orang lain juga ada, tapi yang paling berasa adalah diri sendiri. Jadi, figur ayah saya yang seperti itulah yang insyaallah, akan saya bawa ketika saya harus menjadi ayah di kemudian hari," harapnya.

Tak hanya Nino, personel RAN lainnya, Rayi juga punya pendapat, apalagi kini sudah menjadi seorang ayah.

Nino, personel RAN. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Nino, personel RAN. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Rayi menjelaskan bahwa menjadi ayah tak hanya mencari nafkah, tapi juga harus mendukung istri.

"Di hari ayah aku berharap semoga ke depan ayah-ayah di seluruh Indonesia, mungkin bisa lebih mensupport peran ibu juga, karena di era zaman sekarang udah nggak zamannya, perempuan itu harus di rumah dan laki-laki harus bekerja," ungkap Rayi panjang lebar.

Dukungan terhadap peran istri, sambung dia, juga semakin mendekatkannya dengan anak. Dengan begitu, ayah tak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga mendukung istri dan terlibat pula dalam pola asuh dan didik anak.

"Semoga itu juga bisa menimbulkan kedekatan-kedekatan, anak Indonesia orang tuanya bisa membuat Indonesia yang harmonis dimulai dari lingkungan keluarga," sambung Rayi.

Rayi, personel RAN. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Rayi, personel RAN. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Lantas, apa kenangan manis Nino dengan ayahnya? "Kata-kata yang paling tak terlupakan dari ayah, dia nggak peduli nilai saya berapa dari zaman sekolah, bagi ayah yang terpenting adalah berbuat baik," kenang Nino.

Sedangkan bagi Rayi yang sekarang merasakan langsung sebagai seorang ayah mengatakan sangat bangga menjalankan perannya itu. Ia mengaku sangat menikmati setiap momen bersama anak laki-lakinya yang kini berusia 3 tahun.

"Momen-momen kecil yang dilakukan anak saya yang membuat saya terharu, bangga, kadang jengkel juga. Jadi itu dia, saya bersyukur orangtua yang pekerjaannya memungkinkan bagi saya untuk bisa cukup dekat dengan anak saya, semoga saya tidak kehilangan momen-momen tersebut," kata Rayi penuh harap.

Cerita Nino dan Rayi tentang sosok ayah tentu saja berbeda dengan apa yang dirasakan Nicholas Saputra.

Nicholas Saputra. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Nicholas Saputra. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Senin (11/11/2019) di Perpusnas RI, Jakarta Pusat, Nicholas yang baru saja didapuk sebagai Duta Nasional UNICEF, diminta memaparkan arti penting seorang ayah bagi anak, tapi sayang Nicholas Saputra tidak mau berkomentar panjang lebar.

Alasannya bagi Nicholas Saputra sosok ayah dinilainya terlalu personal. Pemain Film Ada Apa dengan Cinta ini bahkan sempat terbata-bata dan raut wajahnya pun berubah saat menjawab pertanyaan wartawan ketika disodorkan pertanyaan tersebut.

"Ya penting pastinya (peran ayah untuk anak), sosok ayah ini secara umum, mungkin besarnya di Indonesia perannya. Saya melihatnya hmmm .... Ini personal banget menurut saya, karena ayah saya udah nggak ada, mungkin sesuatu yang ini kita ngomongnya entar aja," jawab Nicholas Saputra kemudian meminta wartawan lainnya untuk bertanya.

Bisa dipahami mengapa Nicholas Saputra tampak kesulitan berkata-kata saat diminta pendapatnya soal peran ayah, mengingat ayahnya, Nicholas Horst Schbring, telah tiada pada 2007. Ketika itu Nicholas Saputra berusia 23 tahun.

Meski tak banyak bicara soal mendiang ayahnya, dari raut wajahnya tergambar jelas bahwa sosok ayah bagi Nicholas Saputra begitu berarti.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS