Back to Nature, Ini 5 Desa Indah yang Cocok untuk Relaksasi

M. Reza Sulaiman, Vessy Dwirika Frizona

Selasa, 12 November 2019 | 19:16 WIB
Back to Nature, Ini 5 Desa Indah yang Cocok untuk Relaksasi
Desa wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang, Jawa Timur [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Back to Nature, Ini 5 Desa Indah yang Cocok untuk Relaksasi

Keindahan Indonesia tak hanya sebatas mengeksplorasi kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau bahkan Denpasar. Mengeksplorasi Indonesia berarti menjelajahi Indonesia hingga ke desa-desa yang tidak kalah eksotis menyuguhkan keaslian budaya dengan keramahtamahan masyarakatnya.

Kementerian Pariwisata pun setuju bahwa desa-desa di Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk menarik wisatawan. Tidak heran jika akhir tahun ini, Kementerian Pariwisata menargetkan 2.000 desa yang dapat dikembangkan menjadi desa wisata. Wisata desa juga cocok untuk melarikan diri dari kesibukan kota bagi yang butuh relaksasi.

Merangkum dari rilis RedDoorz, berikut 5 desa indah yang wajib dikunjungi untuk relaksasi.

Desa Wisata Kasongan, Bantul, Yogyakarta

Sejak tahun 1971-1972, Desa Wisata Kasongan mengalami kemajuan cukup pesat. Sapto Hudoyo (seorang seniman besar Yogyakarta) membantu mengembangkan Desa Wisata Kasongan dengan membina masyarakatnya yang sebagian besar pengrajin untuk memberikan berbagai sentuhan seni dan komersial bagi desain kerajinan gerabah. Hasil kerajinan tersebut berkualitas bagus dan telah diekspor ke mancanegara seperti Eropa dan Amerika.

Biasanya desa ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Kawasan wisata ini dapat dijadikan kawasan wisata edukasi dan para wisatawan dapat langsung belajar, bagaimana membuat gerabah yang baik dan benar. Ketika berkunjung ke desa ini, kamu bisa memesan penginapan di RedDoorz Plus near Alun Alun Selatan, Yogyakarta yang terletak cukup dekat dengan berbagai tempat wisata di Yogyakarta.

Desa Mentawir, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara

Desa Mentawir merupakan salah satu desa yang nantinya berdekatan dengan lokasi ibu kota baru. Desa ini menyimpan sejuta potensi wisata dengan wisata unggulan teluk Balikpapan yang tenang, hutan mangrove yang menjadi hunian berbagai jenis hewan khas Kalimantan seperti Pesut Etam, serta hutan bambu yang panjangnya sekitar 4 kilometer.

baca juga

Desa ini dapat ditempuh hanya dua jam dari Balikpapan. Pemerintah daerah juga giat untuk menggalakkan industri kreatif rumah tangga berupa pembuatan sirup dari buah pidada atau buah mangrove sebagai buah tangan wisatawan yang berkunjung kesini.

Desa Pujon Kidul, Malang, Jawa Timur

Desa Pujon Kidul adalah salah satu destinasi unggulan di Kecamatan Pujon, Malang, Jawa Timur. Salah satu desa di Indonesia ini dijadikan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan bisa melakukan berbagai kegiatan seru yang berbau alam seperti memetik sayur, pengolahan susu, wahana outbond, air terjun dan wisata alam lainnya.

Desa Pujon Kidul dikelilingi oleh perbukitan yang menjadikan udara di desa ini cukup sejuk, ditambah dengan banyaknya sawah warga yang nampak sangat hijau sehingga banyak spot foto yang sangat menarik. Setelah puas berkeliling di desa ini, kamu dapat menginap di RedDoorz @ Pandanrejo Batu, Malang untuk beristirahat yang hanya berlokasi 15 menit dari lokasi wisata.

Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah

Ponggok adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Ponggok saat ini telah dikembangkan menjadi desa wisata air, karena memiliki potensi air yang melimpah. Di Desa Ponggok terdapat beberapa umbul (mata air) seperti Umbul Besuki, Umbul Sigedang, Umbul Ponggok, Umbul Kapilaler, serta Umbul Cokro.

Pada setiap umbul ini dapat dijumpai pemandangan alam yang indah serta air yang jernih, didukung dengan suasana pedesaan yang asri sehingga sangat sesuai jika desa ini dikembangkan menjadi sebuah desa wisata.

Desa Wae Rebo, Flores, Nusa Tenggara Timur

Wae Rebo merupakan desa tradisional yang terletak di sebuah kawasan terpencil di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk mencapai desa ini, pendakian harus dilakukan karena letaknya yang berada di ketinggian 1000 mdpl. Ketika sampai di atas, Anda akan menemukan desa ini dikelilingi oleh perbukitan hijau, hutan yang asri, serta kabut yang mengitari desa Wae Rebo ini.

Rumah-rumah adat yang dipertahankan keasliannya pun turut memberikan keunikan tersendiri bagi desa Wae Rebo. Oleh karena itu, desa di atas awan ini dinyatakan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada tahun 2013 lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenalan dengan Tondok Bakaru, Desa Wisata nan Asri di Sulawesi Barat

Kenalan dengan Tondok Bakaru, Desa Wisata nan Asri di Sulawesi Barat

Lifestyle | Minggu, 29 September 2019 | 13:00 WIB

Desa Nglanggeran, dari PMI Terbanyak hingga Raih Penghargaan UNESCO

Desa Nglanggeran, dari PMI Terbanyak hingga Raih Penghargaan UNESCO

News | Rabu, 18 September 2019 | 10:19 WIB

Butuh Relaksasi, Ini 5 Akomodasi Unggulan Lokal untuk Tenangkan Pikiran

Butuh Relaksasi, Ini 5 Akomodasi Unggulan Lokal untuk Tenangkan Pikiran

Lifestyle | Senin, 12 Agustus 2019 | 15:06 WIB

Terkini

Wamensos Agus Jabo Hadiri Rakortas KDKMP, Kemensos Dorong Kemudahan Penyaluran Bansos

Wamensos Agus Jabo Hadiri Rakortas KDKMP, Kemensos Dorong Kemudahan Penyaluran Bansos

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:12 WIB

CORE Indonesia Proyeksi Penerimaan Pajak 2026 Tak Tercapai

CORE Indonesia Proyeksi Penerimaan Pajak 2026 Tak Tercapai

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Urutan Skincare Malam Wardah Renew You untuk Atasi Kerutan dan Bikin Kulit Kencang

Urutan Skincare Malam Wardah Renew You untuk Atasi Kerutan dan Bikin Kulit Kencang

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Lama Menghilang, Sosok Legendaris Lebah Ganteng Akhirnya Ungkap Alasan Berhenti Bikin Subtitle

Lama Menghilang, Sosok Legendaris Lebah Ganteng Akhirnya Ungkap Alasan Berhenti Bikin Subtitle

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Ombudsman Akan Bongkar Pemicu Kelangkaan BBM Masif di Indonesia

Ombudsman Akan Bongkar Pemicu Kelangkaan BBM Masif di Indonesia

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Kemensos Siapkan Tiga Strategi Bantu Masyarakat Keluar dari Kemiskinan

Kemensos Siapkan Tiga Strategi Bantu Masyarakat Keluar dari Kemiskinan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Tawuran Remaja di Ciracas, Satu Korban Tewas Kena Luka Bacok Parah di Leher

Tawuran Remaja di Ciracas, Satu Korban Tewas Kena Luka Bacok Parah di Leher

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Bahlil Ungkap Kendala Teknis Blackout Batam: Petir dan Kelelawar

Bahlil Ungkap Kendala Teknis Blackout Batam: Petir dan Kelelawar

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Irma Rihi Tak Masuk Nominasi FFI 2026, Arie Kriting: Apa Karakter Orang Timur Harus Selalu Miskin?

Irma Rihi Tak Masuk Nominasi FFI 2026, Arie Kriting: Apa Karakter Orang Timur Harus Selalu Miskin?

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Novel Anesthetized: Belajar Menyembuhkan Luka dari Bayang Masa Lalu

Novel Anesthetized: Belajar Menyembuhkan Luka dari Bayang Masa Lalu

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×