Petang Puisi Universitas Indonesia Jadi Acara Penyalur Bakat dan Reuni

Ade Indra Kusuma Suara.Com
Sabtu, 23 November 2019 | 08:05 WIB
Petang Puisi Universitas Indonesia Jadi Acara Penyalur Bakat dan Reuni
Petang Puisi Universitas Indonesia [Suara.com/Supriyadi]

Suara.com - Petang Puisi Universitas Indonesia Jadi Acara Penyalur Bakat dan Reuni.

Sebagai penyaluran bakat dan bernostalgia bagi para mahasiswa dan alumni Fakultas Sastra atau sekarang FIB Universitas Indonesia (UI), digelar acara Petang Puisi dengan tema Selamat Malam, Indonesia! " . 

Acara Petang Puisi ini diadakan di Gedung Makara ART Center Universitas Indonesia, Jumat (22/11/2019). 

Bahkan kegiatan ini hadir pula para seniman senior dan tampil di acara tersebut. Seperti I Yudhi Soenarto, Irwan Djamaluddin, Ramdan Syah, Yahya Andi Saputangan, Priyono Yudesembogo, dan Amir Bazarovich. 

"Jadi ya kalau lihat sejarahnya (acara ini) itu dulu mulai waktu kampus baru pindah di tahun 1987 di fakultas sastra, sekarang FIB. Itu ada suatu kegiatan, kita sebut teater kolam. Itu tiap bulan rutin diadakan acara waktu itu. Tujuan ini untuk menyalurkan aktifitas, dan menyalurkan emosi para mahasiswa, " kata Pendiri Teater Sastra UI I Yudhi Soenarto kepada Suara. com. 

Menurut dia, waktu itu cukup ramai diadakan tiap bulan sekali dan menjadi sebuah tradisi. 

Meski demikian, acara Petang Puisi ini sekarang diadakan setahun sekali, alasanya melihat kesibukan masing -masing pengurus dan para mahasiswanya. 

"Alumni pun datang, meski sudah ada yang umur 40 tahun. Kita panggil (ke acara ini) mereka siap siap datang semangat. Berbagai angkatan datang .Jadi ini bukan hanya mahasiswa, tapi juga ada dosen dan alumni, kalau dulu sampai karyawan pun sampai ikutan," tuturnya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, Petang Puisi ini sebagai tempat semacam memasyarakatkan puisi. 

Baca Juga: Universitas Indonesia Jadi Juara Global Student Challenge 2019

Jadi puisi tidak hanya di mata kuliah di FIB, tetapi juga sebagai penyampaian pendapat, sarana untuk menyalurkan emosi dan lain lain. 

"Karna kalau pendapat dan emosi ditempat. Maka gak bisa keluar. Jadi orang ya ngamuk. Sebetulnya, kan seni ini cara menyalurkan, apakah itu frustasi, kemarahan, kesedihan, cinta, rindu. Nah itu yang kita fasilitas kan, kira - kira begitu, " pungkasnya.  

Kontributor : Supriyadi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI