alexametrics

Tren Penginapan 2020: Vila dan Apartemen Semakin Diminati

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi
Tren Penginapan 2020: Vila dan Apartemen Semakin Diminati
Tren Penginapan 2020: Vila dan Apartemen Semakin Diminati. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Tahun depan, semakin banyak traveler memilih vila dan apartemen untuk akomodasi penginapan saat liburan.

Suara.com - Tren Penginapan 2020: Vila dan Apartemen Semakin Diminati

Menjelang akhir tahun, orang akan berburu tempat wisata untuk menghabiskan waktu libur panjang. Tak hanya beragam destinasi wisata yang akan ramai dikunjungi, beragam pilihan akomodasi termasuk penginapan juga akan segera menjadi incaran para wisatawan.

Nah, menjelang tahun 2020, bagaimana dengan tren penginapan atau akomodasi bagi para traveler? Ternyata, semakin banyak traveler memilih vila dan apartemen untuk akomodasi penginapan saat liburan.

Baca Juga: Akan Bangun 50 Vila, Hotman Paris Siap Pindah ke Bali

Country Director of Agoda Indonesia, Gede Gunawan, dalam perjalanan menggunakan kereta wisata menuju Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/11/2019), mengatakan dirinya sangat optimis dengan tren penginapan 2020, di mana bisnis nonhotel accommodation  dan hotel akan meningkat. Vila dan apartemen termasuk di antara bisnis nonhotel accommodation yang akan diminati, karena menawarkan berbagai keuntungan, salah satunya fitur sharing per kelompok.

Menurut Statista, pertumbuhan pengguna nonhotel accommodation diproyeksikan mencapai 174 juta pada tahun 2022. "Jadi, saya sangat optimis untuk Indonesia sendiri dan pasar global," ujar Gunawan.

Lalu, bagaimana cara para traveler untuk bisa mendapatkan penawaran terbaik di kategori akomodasi nonhotel? Agoda memiliki Agoda Homes yang memungkinkan para traveler memesan akomodasi nonhotel, entah itu apartemen, bungalo, rumah, atau vila yang didaftarkan oleh sang pemilik rumah (tuan rumah), secara online. Dengan memesan di Agoda Homes, traveler akan menjadi penghuni tunggal dari properti yang disewanya, sehingga mereka dapat lebih menikmati privasi.

Keunggulan lain, akomodasi nonhotel biasanya dekat dengan lokasi wisata. Ini sedikit berbeda dengan hotel, mengingat sangat sedikit hotel yang dibangun di lokasi-lokasi perbukitan atau pedalaman, tempat lokasi wisata biasa berada.

"Salah satu contoh, saya misalnya ke Norwegia, ke daerah pegunungan, bukit di mana-mana ada, misalnya air terjun, itu tidak bisa stay di hotel. (Di sana) yang ada hanya rumah-rumah penduduk, dengan gaya Eropa satu unit. Saya dapat full bed room 2 di bawah 2 di atas, sehingga saya lebih ngirit. Kedua, sangat dekat dengan destinasi itu," cerita Gunawan.

Baca Juga: Maia Estianty Beli Vila Rp 40 M di Bali?

Belum lagi fasilitasnya selayaknya rumah dan lebih private, seperti dapur, ruang makan, ruang televisi, kamar tidur, balkon, hingga kamar mandi yang bisa dinikmati bersama. Nah, pola penginapan ini sangat cocok dengan milenial yang suka bepergian secara kelompok.

Komentar