Sosok Reynhard Sinaga di Mata Para Polisi yang Memeriksanya

Vania Rossa

Rabu, 08 Januari 2020 | 13:26 WIB
Sosok Reynhard Sinaga di Mata Para Polisi yang Memeriksanya
Sosok Reynhard Sinaga di Mata Para Polisi yang Memeriksanya

Suara.com - Terobsesi dengan diri sendiri, sombong, dan memperdaya, itulah sifat-sifat yang mendefinisikan Reynhard Sinaga, predator seksual yang mendapat vonis hukuman seumur hidup di Inggris.

Hal itu dideskripsikan oleh polisi yang menangkapnya dan hakim yang mengirimnya ke penjara seumur hidup karena telah memperkosa 48 lelaki di apartemennya di pusat kota Manchester, Inggris.

"Dia seorang sosiopat," kata seorang detektif polisi, seperti dilansir dari Manchester Evening News, setelah dirinya menginterogasi Reynhard selama berjam-jam di dalam tahanan.

"Selama wawancara, dia terus menjawab 'No comment'."

"Dia tidak menunjukkan rasa penyesalan, tidak ada empati, tidak ada simpati."

"Dia feminin, tingginya hanya 170 cm, perawakan sedang, dan tidak mengancam."

"Dia berpenampilan cukup baik, terawat, berbicara dengan lembut," kata Detektif Inspektur Zed Ali, penyelidik senior dalam kasus ini, yang mengikuti seluruh persidangan yang dilakukan sebanyak 4 kali.

"Jadi, jika Anda mencari stereotip seorang pemerkosa berantai, ia tidak cocok dengan profil itu, yang menurut saya ia berhasil mengelabui banyak orang dengan begitu banyaknya pelanggaran yang dilakukan dalam jangka waktu lama."

Sedang Mengerjakan Tesis

baca juga

Pada saat penangkapannya, Reynhard diketahui sedang mengerjakan tesisnya yang berjudul 'Sexuality and Everyday Transnationalism in South Asian Gay and Bisexual Men in Manchester’.

Lama di Inggris untuk kualiah, Reynhard pernah memberi tahu teman-temannya bahwa dia ingin tinggal di Inggris selama mungkin untuk menghindari kembali ke Indonesia.

Penampilannya Tidak Mengancam

Reynhard Sinaga, WNI yang perkosa ratusan pria di Inggris (ist)
Reynhard Sinaga, WNI yang perkosa ratusan pria di Inggris (ist)

Penampilan Reynhard yang muda dan tampak tidak mengancam membuat ia dengan mudah memangsa lelaki muda yang sedang mabuk.

"Anda mendekati mereka di jalan dan mulai berbicara tentang musik atau kehidupan kampus," kata Hakim Suzanne Goddard QC, selama sidang pertama dari total empat persidangan di Pengadilan Manchester.

"Ketika Anda mengundang mereka untuk datang ke flat, karena perawakan Anda yang kecil dan pendekatan yang bersahabat, tidak satupun dari mereka yang merasa terintimidasi, dan mereka tidak tahu tentang rencana pemerkosaan yang kamu pikirkan untuk mereka."

Pemerkosaan Dilakukan di Flat Miliknya...

Pemerkosaan Dilakukan di Flat Miliknya

Pemerkosaan tersebut dilakukan di Flat 11, Montana House, di Princess Street yang berlokasi di jantung kota Manchester, Inggris.

Lokasi apartemen itu dekat dengan pabrik dan klub malam, yang memungkinkan Reynhard mengamati korban, menjebaknya masuk ke apartemen miliknya, dan kemudian memfilmkan mereka setelah diberi obat bius yang berpotensi melemahkan.

Digambarkan oleh polisi, flat tersebut adalah flat 'berantakan' di Montana House. Gambar yang diambil di dalam flat menunjukkan tumpukan pakaian dan sepatu, kulkas yang penuh dengan magnet, dan tempat tidur yang berantakan.

Keluarga Tidak Tahu Fakta Reynhard Seorang Gay

Yang diketahui keluarganya, Reynhard adalah sosok yang rajin ke gereja dan pintar. Namun, mereka tidak tahu apa-apa tentang karakter aslinya.

Gay Village di Dekat Flat Reynhard Sinaga. (Manchester Evening News/Joel Goodman)
Gay Village di Dekat Flat Reynhard Sinaga. (Manchester Evening News/Joel Goodman)

Mantan teman serumah Reynhard juga terkejut mengetahui kejahatan yang dilakukannya. Mereka berpikir, Reynhard sangat jauh dari sosok seorang predator seks.

Detektif Inspektur Ali mengatakan, “Dia pergi ke gereja dan melakukan beberapa pekerjaan sukarela, membantu dengan layanan dan dengan beberapa kelas juga dengan mengajar.

"Dia mengakui dirinya sebagai gay secara terbuka."

"Dia menyukai kenyataan bahwa gereja menerimanya sebagai lelaki gay yang terbuka, dan sekaligus sebagai orang asing. Dia bahkan membicarakan hal ini dalam disertasinya."

"Itu alasan dia berada di Gay Village, dia hanya menikmati berada di Inggris dan Manchester, tempat dia diterima sebagai pria gay."

"Dia melanjutkan studinya di Manchester. Dia tidak mau kembali. Dia sangat nyaman dengan menjadi gay secara terbuka."

Kata Hakim Goddard QC di pengadilan, "Anda adalah lelaki gay yang aktif dan memilih untuk tinggal di Gay Village."

"Anda adalah orang Indonesia, negara di mana sikap terhadap homoseksualitas sangat berbeda dari sikap di Manchester, dan bahkan di Inggris secara keseluruhan."

Sinaga bahkan memeriksa Gay Village di Manchester yang terkenal, sebagai bagian dari studi akademisnya, serta mengulas sebuah buku yang membahas bagaimana lelaki gay asing dimasukkan ke dalam komunitas gay.

Menolak Dikatakan Bersalah...

Menolak Dikatakan Bersalah

Sepanjang persidangan ketiga, Sinaga mengklaim bahwa lelaki yang diperkosa telah setuju untuk berhubungan seks dengannya.

Dia mengklaim bahwa mereka setuju untuk berpura-pura tidur sebagai bagian dari permainan seks, yang dianggap sebagai hal 'menggelikan' di pengadilan.

Reynhard di apartemennya (YouTube/Sky News)
Reynhard di apartemennya (YouTube/Sky News)

Semua korban Reynhard adalah lelaki heteroseksual, kecuali satu korban yang ditemuinya di Grindr, mengaku sebagai gay dan setuju untuk melakukan hubungan seks. Namun, korban tersebut tetap saja diberi obat bius dan diperkosa.

Dalam khayalannya, Reynhard memberi tahu teman-temannya di grup WhatsApp tentang apa yang ia klaim sebagai tindakan suka sama suka.

"Saya percaya dia adalah seorang psikopat, sampai-sampai dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang dia lakukan tidak salah," kata Ali.

"Dia menjalani kehidupan ganda ini selama sepuluh tahun, di mana teman-temannya melihatnya sebagai seorang Casanova."

“Mereka percaya dia bisa keluar dan berkencan, serta menarik pria mana saja untuk berhubungan seks, kapan saja dia mau. Dan semua orang percaya."

Selama interogasi pertamanya dengan polisi, Reynhard ditunjukkan bukti video bahwa dia memperkosa korban.

Dalam video-video tersebut, para korban jelas-jelas tidak sadarkan diri dan bahkan mendengkur.

"Dia bilang 'Tidak, mereka tidak mendengkur, mereka bernapas'."

"Dan itu hanya menunjukkan betapa dia tidak menyadari kebenaran apa yang ada di depannya," kata Ali.

"Seandainya dia bukan narsisis dan psikopat, siapa pun yang dihadapkan dengan bukti yang sangat memberatkan, akan mengakui apa yang telah mereka lakukan."

Ali menambahkan, "Dia percaya karena dia sangat menarik dan feminin, sehingga lelaki akan mendekatinya untuk seks. Dan dia percaya dia sangat menarik di mata lelaki biseksual dan dia selalu menerima tawaran mereka."

Meskipun ada banyak bukti, Reynhard terus menyangkal kejahatannya selama empat pengadilan yang dilakukan terpisah.

Tanpa Emosi Mendengar Vonis...

Tanpa Emosi Mendengar Vonis

Detektif Constable Dot Orr adalah petugas yang mengikuti setiap persidangan, dan mengatakan bahwa Reynhard 'benar-benar tanpa emosi'.

"Tidak ada reaksi," katanya.

"Dia sangat bersemangat, kadang-kadang tersenyum, dia mengobrol dengan petugas penjara, mencoba untuk terlibat dengan pengacara dengan melontarkan sedikit lelucon sebelum pengadilan dimulai."

“Saya pikir satu-satunya saat saya melihatnya menunjukkan emosi adalah ketika dia memberikan bukti dalam persidangan pertama."

"Sama seperti orang yang sedang menjalani pemeriksaan silang, mungkin akan sedikit bingung, dia menjadi sedikit marah dan sedikit defensif. Tapi terlepas dari itu, dia sepertinya tidak punya rasa belas kasihan."

Ali menambahkan, "Meskipun dia konsisten, dia menatap ke depan, menatap mata sang hakim, dia tampaknya menyeringai."

Foto di Media Sosial Reynhard Sinaga
Foto di Media Sosial Reynhard Sinaga

Selama persidangan keduanya, Reynhard mengenakan kemeja kotak-kotak merah dan hitam, serta celana jeans.

Selama persidangan ketiga dan keempat, Reynhard tampak mengenakan jumper krem dan rambutnya mulai gondrong.

Tetapi para detektif mengatakan pakaiannya untuk pengadilan adalah tulang rebut bagi pemerkosa yang 'terobsesi pada dirinya'.

"Dalam persidangan pertama, ia memakai jas persidangan," kata Det Con Orr.

“Dalam pemeriksaan silang, dia mengeluh. Dia bilang, dia berpakaian rapi, dan dia bilang dia jelas gay, dan orang-orang ini seharusnya tahu dia gay."

"Dia mengatakan bahwa jasnya bahkan belum dibersihkan sejak sidang terakhirnya, dan dia merasa jijik karena siapa pun yang menyediakan jas itu belum membersihkannya."

Berperilaku Layaknya Mahasiswa Biasa

Dalam banyak hal, Reynhard menampilkan dirinya sebagai mahasiswa biasa. Dia menghabiskan banyak waktu dengan teman-temannya, pergi minum-minum, dan dia bahkan punya pekerjaan paruh waktu di JD Sports.

Teman-temannya percaya bahwa Reynhard adalah lelaki ramah dan suka bergaul.

"Dia disukai dan dipikirkan dengan baik oleh teman-temannya," kata Det Insp Ali.

"Mereka semua benar-benar terkejut bahwa dia dituduh melakukan pemerkosaan dan kemudian dihukum karena pemerkosaan."

Meskipun Sinaga jelas menikmati kehidupan mahasiswa, dosen universitas mengatakan kepada polisi bahwa ia bukanlah mahasiswa yang paling cerdas.

"Mereka percaya bahwa dia berupaya cukup keras untuk bisa melalui (perkualiahan)," kata Det Insp Ali.

"Yang kemudian mendukung apa yang dia katakan kepada teman-temannya, bahwa dia hanya ingin terus belajar untuk tetap di sini."

Det Con Orr menambahkan, “Saya pikir dia telah mencapai kemampuannya. Dia melamar dan ditolak pada beberapa (kursus), karena pekerjaannya tidak cukup baik."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mengetahui Telah Menjadi Korban Pelecehan Seksual dengan Dibius

Cara Mengetahui Telah Menjadi Korban Pelecehan Seksual dengan Dibius

Health | Rabu, 08 Januari 2020 | 13:02 WIB

Teman Lama Ungkap Kisah Reynhard Sinaga Predator Seks Semasa SMP

Teman Lama Ungkap Kisah Reynhard Sinaga Predator Seks Semasa SMP

Jabar | Rabu, 08 Januari 2020 | 11:52 WIB

Reynhard Sinaga Jarang Bergaul dengan Pelajar Indonesia di Inggris

Reynhard Sinaga Jarang Bergaul dengan Pelajar Indonesia di Inggris

Jabar | Rabu, 08 Januari 2020 | 11:39 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

×