Bisa Merusak Saraf, Ini Tips Cegah Keracunan Merkuri dari Produk Kosmetik

Rima Sekarani Imamun Nissa

Sabtu, 11 Januari 2020 | 17:35 WIB
Bisa Merusak Saraf, Ini Tips Cegah Keracunan Merkuri dari Produk Kosmetik
Produk skincare mengandung bahan alami. (Shutterstock)

Suara.com - Krim pemutih mungkin masih sangat diminati di dunia kecantikan untuk mencerahkan kulit. Namun, penggunaannya ternyata bisa merusak sistem saraf manusia.

Mengutip Medicalxpress via Hello Sehat, sebuah produk krim pemutih kulit dari Meksiko dilaporkan dapat merusak saraf pusat seorang wanita asal California. 

Para dokter menganggap kondisi ini disebabkan oleh kandungan merkuri pada produk tersebut cukup beracun. Jenis merkuri yang ada dalam produk kecantikan itu diketahui adalah organik merkuri, lebih tepatnya metilmerkuri. 

Kondisi wanita itu dikatakan kian memburuk hingga para dokter harus memberikan asupan nutrisi melalui tabung. Dia bahkan tidak dapat berbicara, apalagi merawat dirinya sendiri. 

Awalnya, korban merasa lemah pada bagian bahu dan lengan serta terdapat pergerakan otot tanpa alasan yang jelas. Ia pun dirawat di rumah sakit.

Ilustrasi perawatan kulit wajah. (Shutterstock)
Ilustrasi perawatan kulit wajah. (Shutterstock)

Selama dua minggu proses perawatan berlangsung, wanita tersebut ternyata menunjukkan gejala lain, seperti penglihatan kabur dan sulit berbicara. Keseimbangannya saat berjalan juga terganggu.

Gejala tersebut akhirnya diperkuat dengan tes darah dan urine. Hasilnya, korban diketahui keracunan merkuri. 

Pihak keluarga pun mencurigai krim pemutih yang digunakan korban. Mereka bilang, korban sering memakai krim pemutih dua kali sehari selama tujuh tahun belakangan.

Tak disangka, rupanya produk andalannya itu mengandung jenis merkuri yang cukup beracun dan dapat merusak sistem saraf, yaitu merkuri organik, khususnya metilmerkuri. 

baca juga
Ilustrasi perawatan wajah. (Shutterstock)
Ilustrasi perawatan wajah. (Shutterstock)

Masih melansir dari Hello Sehat, sebenarnya keracunan merkuri organik bisa dicegah, yakni dengan berhati-hati saat memilih produk kecantikan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Periksa produk tersebut, apakah memiliki segel foil pelindung di bawah tutupnya
  • Membeli produk krim dari toko berlisensi dan terkenal aman
  • Hindari barang yang diakui sebagai produk buatan sendiri alias hand-made
  • Periksa kembali apa saja bahan-bahan yang terkandung di dalamnya
  • Menggunakannya sesuai aturan yang berlaku pada kemasan

Perlu dipahami, tidak semua krim pemutih dapat merusak sistem saraf pusat. Meski begitu, tidak ada salahnya tetap cermas dan waspada sebagai antisipasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lutut Menghitam Usai Liburan, Bisa Cerah Kembali dengan Baking Soda Lho

Lutut Menghitam Usai Liburan, Bisa Cerah Kembali dengan Baking Soda Lho

Health | Rabu, 08 Januari 2020 | 13:14 WIB

5 Tips Mencerahkan Kulit Tubuh Secara Alami dan Dapat Dibuat di Rumah

5 Tips Mencerahkan Kulit Tubuh Secara Alami dan Dapat Dibuat di Rumah

Your Say | Sabtu, 28 Desember 2019 | 10:08 WIB

Akibat Pakai Krim Pemutih Bermerkuri, Wanita Ini Mendadak Koma

Akibat Pakai Krim Pemutih Bermerkuri, Wanita Ini Mendadak Koma

Health | Sabtu, 28 Desember 2019 | 09:35 WIB

Demi Penuhi Nutrisi, Ibu Hamil Tidak Perlu Menghindari Makanan Ini

Demi Penuhi Nutrisi, Ibu Hamil Tidak Perlu Menghindari Makanan Ini

Health | Selasa, 03 Desember 2019 | 18:17 WIB

Terkini

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

×