Hollaback Jakarta, 'Ruang Aman' Lawan Pelecehan Seksual

Vania Rossa, Frieda Isyana Putri

Kamis, 12 Maret 2020 | 13:54 WIB
Hollaback Jakarta, 'Ruang Aman' Lawan Pelecehan Seksual
Gerakan Global Hollaback Lawan Pelecehan Seksual. (Instagram @hollaback_jkt)

Suara.com - Kasus pelecehan di ruang publik kini telah menjadi perhatian dan sorotan berbagai pihak. Terbentuknya gerakan global Hollaback Jakarta membantu memberikan 'ruang aman' bagi para korban sekaligus mengedukasi masyarakat soal pelecehan dan kekerasan seksual.

Gerakan Hollaback tersebar di 27 kota di seluruh dunia, dan di Asia Tenggara sendiri baru ada di Jakarta.

Hollaback Jakarta merupakan gerakan global yang berpusat di New York sejak tahun 2004. Di Jakarta, gerakan Hollaback baru diinisiasi tahun 2016 oleh Anindya Restuviani bersama seorang temannya dari Amerika Serikat.

Vivi, sapaannya, menyebutkan bahwa munculnya gerakan ini didasari rasa resah akan tidak adanya ruang aman bagi teman-teman yang mengalami pelecehan seksual.

"Karena saya ini juga perempuan yang sering mengalami pelecehan di ruang publik. Setidaknya kita pasti pernah disiul-siulin di jalan dan pasti itu bikin kita merasa tidak nyaman," kata Vivi kepada Suara.com, ditulis Kamis (12/3/2020).

Sehingga, Vivi merasa perempuan sangat butuh suatu tempat di mana bisa mencurahkan perasaan atau kemarahan soal pelecehan seksual, sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa ini adalah kekerasan seksual, tanpa adanya penghakiman orang lain.

'Ruang aman' di Hollaback Jakarta bisa diakses melalui website atau aplikasi ponsel, di mana teman-teman bisa menceritakan pengalamannya dan juga mencari bantuan. Kemudian kita juga bisa memberikan lokasi kejadian tersebut.

Titik Pelecehan Seksual di Jakarta. (Instagram @hollaback_jkt)
Titik Pelecehan Seksual di Jakarta. (Instagram @hollaback_jkt)

"Kita kalau masuk website-nya Hollaback, pasti yang pertama kali dilihat itu tata kota Jakarta dengan banyak sekali titik-titik. Nah, setiap titik itu merepresentasikan cerita, pengalaman, teman-teman saat mereka mendapatkan pelecehan seksual di ruang publik. Dan itu banyak banget," kata Vivi.

Sejak dibentuk tahun 2016, Vivi menyebut telah menerima 600 cerita, yang berarti ada 600 titik pelecehan seksual di Jakarta sendiri.

baca juga
Pelecehan Seksual di Jakarta. (Instagram/@hollaback_jkt)
Pelecehan Seksual di Jakarta. (Instagram/@hollaback_jkt)

Selain website, ada juga media sosial dan juga pelatihan-pelatihan sebagai sarana untuk edukasi masyarakat untuk sama-sama menciptakan ruang aman tersebut. Hollaback memiliki metode 5D sebagai intervensi saksi, yakni Direct, Distract, Delay, Delegate, dan Document.

Metode ini telah dikontekslokalkan oleh Gojek menjadi BANTU, sebagai kerjasama dengan Hollaback sejak tahun 2019. Pada tahun yang sama, Hollaback juga mengisi pelatihan antikekerasan di ruang publik pada karyawan MRT Jakarta.

Edukasi ini bertujuan agar masyarakat bisa mengidentifikasi kekerasan dan pelecehan seksual, lalu menunjukkan mana mitos dan fakta, dan intervensi saksi, apa yang bisa dilakukan masyarakat jika melihat pelecehan seksual terjadi.

Gerakan Global Hollaback Lawan Pelecehan Seksual. (Instagram @hollaback_jkt)
Gerakan Global Hollaback Lawan Pelecehan Seksual. (Instagram @hollaback_jkt)

"Kemarin kita bikin survei yang respondennya 62 ribu dari seluruh Indonesia. Kita melakukan survei itu tahun 2018, dan baru pertama kali Indonesia memiliki survei tentang kekerasan seksual yang khusus di ruang publik. Bisa diakses di change.org/surveilawanpelecehan," kata Vivi.

Vivi berharap gerakan ini bisa diinisiasi di kota lain di Indonesia. Namun sesuai tagline-nya, 'Powered by local activist', gerakan ini hanya bisa dimulai dengan aktivitas lokal yang lebih mengerti kebutuhan dan kejadian di daerahnya.

"Siapapun, teman-teman di daerah manapun, jika kalian ingin ikut bergabung menjadi penggerak gerakan global Hollaback ini, tinggal kasih tahu kita aja, nanti bisa kita bantu situsnya, dan lain-lain," tandas Vivi.

Bagi yang ingin berbagi pengalaman seputar pelecehan seksual bisa mengunduh aplikasi Hollaback di Play Store atau akses ke situs Hollaback di jakarta.ihollaback.org. Jika kamu ingin mengikuti serangkaian pelatihan dan edukasi yang digagas Hollaback, kamu bisa mampir ke Instagram mereka di @hollaback_jkt.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Korban Pelecehan Seksual, Apa yang Harus Dilakukan?

Jadi Korban Pelecehan Seksual, Apa yang Harus Dilakukan?

Lifestyle | Rabu, 11 Maret 2020 | 15:52 WIB

Hal yang Bisa Dilakukan saat Alami Pelecehan Seksual di Jalan

Hal yang Bisa Dilakukan saat Alami Pelecehan Seksual di Jalan

Video | Rabu, 11 Maret 2020 | 15:45 WIB

Siswi SMA Dilecehkan Driver Ojol, Modus: Tanya Alamat

Siswi SMA Dilecehkan Driver Ojol, Modus: Tanya Alamat

News | Rabu, 11 Maret 2020 | 10:57 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×