Array

Karena Pandemi, Hewan Langka Penyu Belimbing Kembali Berkembang Biak

Rabu, 22 April 2020 | 12:52 WIB
Karena Pandemi, Hewan Langka Penyu Belimbing Kembali Berkembang Biak
Penyu belimbing (Dermochelys coriacea). (Shutterstock)

Suara.com - Di antara hal negatif, pasti akan ada hal positif yang ditemukan. Seperti masa pandemi Covid-19 saat ini, di saat manusia dibatasi pergerakannya dengan phsycal distancing. Hal ini nampaknya membuat hewan-hewan yang nyaris punah bisa kembali bertahan.

Salah satunya adalah bayi penyu belimbing yang banyak bermunculan di salah satu pantai Thailand. Pecinta lingkungan menemukan 11 sarang penyu belimbing atau dermochelys coriacea sejak November lalu. Ini adalah jumlah terbesar selama dua dekade berlalu.

Tidak hanya di Thailand, di Pantai Juno Florida sepanjang 15,5 mil atau setara 15 kilometer, para peneliti kehidupan laut menemukan 76 sarang penyu belimbing. Itu artinya jumlah ini meningkat signifikan dibanding dengan jumlah sarang pada tahun lalu.

Penutupan pantai dan perintah berdiam diri di rumah telah secara tidak sengaja membuat banyak penduduk setempat, turis, dan pemburu hewan gelap menjauh dari sarang penyu belimbing sehingga mereka bisa leluasa menetaskan telurnya.

"Ini adalah pertanda yang sangat baik bagi kami karena sebelumnya banyak area penetasan telah dihancurkan oleh manusia," ungkap Kongkiat Kittiwatanawong, Direktur Pusat Biologi Kelautan Phuket Thailand.

Penyu belimbing sendiri adalah binatang langka. Para konservasionis tidak menemukan sarang mereka dalam lima tahun terakhir. Penyu-penyu ini juga dihadapkan pada ancaman jaring, polusi, perubahan iklim, dan cuaca buruk.

Penyu belimbing merupakan penyu terbesar yang pernah hidup. Mereka bisa hidup di seluruh wilayah dunia, terkecuali wilayah kutub utara, di mana mereka menyelam jauh ke bawah air untuk bermigrasi ke daerah yang lebih panas untuk tempat mereka bersarang dan memakan ubur-ubur.

Dalam sekali reproduksi, betina dewasa dapat bertelur 3 hingga 10 kali, yang menghasilkan 60 hingga 90 telur. Namun sebagian besar betina harus menunggu 2 tahun atau lebih sebelum bisa reproduksi, dan sayangnya hanya ada satu dari 1000 bayi penyu yang bisa bertahan hidup. Jadi, terbayang kan betapa sulitnya bagi penyu belimbing untuk berkembang biak?

Baca Juga: Melihat Hewan Langka di Taman Nasional Laiwangi Wanggameti Sumba

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI