Gegara Lockdown Penjualan Kondom Melorot

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Jum'at, 01 Mei 2020 | 05:33 WIB
Gegara Lockdown Penjualan Kondom Melorot
Ilustrasi kondom (shutterstock)

Suara.com - Jika sebelumnya sempat dikabarkan bahwa persediaan stok kondom menipis selama lockdown akibat pandemi Corona Covid-19, salah satu produsen justru mengaku sebaliknya.

Seperti dilansir dari The Guardian, produsen kondom Durex mengeluhkan penjualannya yang turun karena lockdown di Inggris dan seluruh dunia.

Kepala eksekutif Reckitt Benckiser, perusahaan barang rumah tangga di Inggris, Laxman Narasimhan mengatakan, penjualan kondom turun karena orang tidak dapat berhubungan seks untuk menaati menjaga jarak fisik yang ketat dan juga aturan lockdown

Ilustrasi kondom (shutterstock)
Ilustrasi kondom (shutterstock)

Menurutnya, jumlah orang yang melakukan seks menurun drastis di Italia begitu juga di Inggris.Narasimhan menambahkan bahwa hubungan seks di kalangan anak-anak muda Inggris berkurang secara signifikan dibandingkan sebelum lockdown dimulai pada 23 Maret.

Ia memperkirakan peningkatan rasa cemas juga menyebabkan banyak pasangan yang telah menjalin hubungan menjadi jarang berhubungan seks.

Pada hari pertama penetapan lockdown di Inggris, pemerintah mengatakan kepada pasangan keluarga baru bahwa mereka harus segera memutuskan, apakah akan melakukan karantina dalam satu rumah atau terpisah.

"Alternatifnya mungkin, untuk beberapa waktu ke depan, mereka harus menguji kekuatan hubungan mereka dan memutuskan apakah salah satunya harus tinggal di rumah lain," kata wakil kepala petugas medis Jenny Harries.

Reckitt Benckiser mengatakan, pihaknya memperkirakan permintaan kondom akan pulih ketika lockdown berakhir.

Narasimhan juga menambahkan bahwa di China, berkurangnya hubungan seks selama lockdown telah pulih kembali dan permintaan kondom kembali normal.

baca juga

Namun di Malaysia, ada kekhawatiran akan kekurangan produksi kondom secara global karena aturan lockdown yang sangat ketat. Salah satu produsen karet dan sumber utama bahan kondom telah mempersulit pabrik kondom untuk beroperasi.

Karex, produsen kondom terbesar di dunia yang membuat satu dari lima kondom, telah memperingatkan kekurangan kondom secara global pasca menutupan tiga pabriknya.

Perusahaan itu mengatakan mereka berarap bisa memproduksi kondom 200 juta lebih sedikit dari biasanya saat pertengahan Maret hingga pertengahan April.

PBB sendiri telah memperingatkan bahwa kurangnya kondom dapat menyebabkan masalah kesehatan dan sosial yang menghancurkan di seluruh dunia.

"Kekurangan kondom, atau kontrasepsi apa pun, dapat menyebabkan peningkatan kehamilan yang tidak diinginkan, dengan konsekuensi kesehatan dan sosial yang berpotensi merusak bagi remaja perempuan, wanita dan pasangan serta keluarga mereka," kata seorang juru bicara PBB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah India Justru Bagikan Kondom Saat Pandemi Covid-19, Untuk Apa?

Pemerintah India Justru Bagikan Kondom Saat Pandemi Covid-19, Untuk Apa?

Lifestyle | Selasa, 28 April 2020 | 06:16 WIB

Waduh, Kondom Ikutan Langka di Tengah Pandemi Virus Corona Covid-19

Waduh, Kondom Ikutan Langka di Tengah Pandemi Virus Corona Covid-19

Lifestyle | Senin, 30 Maret 2020 | 20:11 WIB

Kenapa Kondom Tersedia Bermacam Rasa? Ternyata Ini 2 Tujuannya!

Kenapa Kondom Tersedia Bermacam Rasa? Ternyata Ini 2 Tujuannya!

Health | Minggu, 08 Maret 2020 | 19:30 WIB

Terkini

AS Blokir Visa Presiden Mahmoud Abbas, Isu Palestina Tetap Bergema di Sidang PBB

AS Blokir Visa Presiden Mahmoud Abbas, Isu Palestina Tetap Bergema di Sidang PBB

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:43 WIB

Apakah Sepatu Lari Boleh Dicuci? Ini Panduannya Menurut Dokter Tirta

Apakah Sepatu Lari Boleh Dicuci? Ini Panduannya Menurut Dokter Tirta

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 14:43 WIB

KPA Sebut UU Reforma Agraria Lahir dari Desakan Puluhan Tahun

KPA Sebut UU Reforma Agraria Lahir dari Desakan Puluhan Tahun

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:42 WIB

Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis Keluarga

Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis Keluarga

Banten | Kamis, 24 September 2026 | 14:39 WIB

Lipstik Wardah Colorfit untuk Kulit Sawo Matang, Harus Pilih Shade Mana?

Lipstik Wardah Colorfit untuk Kulit Sawo Matang, Harus Pilih Shade Mana?

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

BRI Buka Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

BRI Buka Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

Ancam Turunkan 100 Ribu Buruh ke Jakarta, KSPSI Beri Tenggat hingga 30 September

Ancam Turunkan 100 Ribu Buruh ke Jakarta, KSPSI Beri Tenggat hingga 30 September

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:36 WIB

Ombudsman Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Lapas Pascatemuan Fasilitas Mewah di Cibinong

Ombudsman Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Lapas Pascatemuan Fasilitas Mewah di Cibinong

News | Kamis, 24 September 2026 | 14:34 WIB

Promo! Belanja Vitamin di Kimia Farma Pakai BRImo Dapat Cashback 25%

Promo! Belanja Vitamin di Kimia Farma Pakai BRImo Dapat Cashback 25%

Bri | Kamis, 24 September 2026 | 14:33 WIB

Ke Mana Perginya Kunang-Kunang? Mengungkap Krisis Ekologi di Balik Polusi Cahaya

Ke Mana Perginya Kunang-Kunang? Mengungkap Krisis Ekologi di Balik Polusi Cahaya

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 14:31 WIB

×