Sejarah Tahu Masuk Indonesia, Hingga Jadi Lauk Terpopuler Setelah Tempe

Vania Rossa

Rabu, 13 Mei 2020 | 07:14 WIB
Sejarah Tahu Masuk Indonesia, Hingga Jadi Lauk Terpopuler Setelah Tempe
Ilustrasi tahu goreng tepung. (Pixabay/Wow Phochiangrak)

Suara.com - Tahu merupakan lauk yang digemari semua orang, tak terkecuali bayi dan lansia lantaran teksturnya yang lembut. Soal gizi, lauk berbahan kedelai ini juga bikin nagih karena rasanya yang gurih.

Tapi, tahukah Anda bagaimana sejarah tahu hingga akhirnya masuk ke Indonesia? Dikutip dari Times Indonesia, tahu berasal dari China, dan pertama kali disinggung dalam sebuah dokumen tua yang ditulis oleh Li Shihen dari Dinasti Ming. Dokumen inilah yang menjabarkan tentang asal mula tahu di negeri Cina.

Tahu sendiri mulai dibuat sekitar tahun 164 Sebelum Masehi oleh seorang pangeran bernama Liu An. Ia adalah seorang pangeran dari kota Huainan selama Dinasti Han. Huainan sendiri adalah daerah penghasil kacang kedelai dengan jumlah melimpah.

Bosan dengan makanan yang biasa ia nikmati, munculah ide untuk membuat makanan baru dari kedelai, karena kebetulan ada banyak kedelai di rumahnya.

Liu An pun mengeringkan kedelai tersebut dan ditumbuk ketika sudah dirasa kering. Setelah itu, Liu An merebus bubuk kedelai dengan menambahkan sejumput garam.

Tanpa sepengetahuan Liu An, garam membuat rebusan bubuk kedelai menjadi padat. Rasa penasaran pun muncul dan menggerakkan batin Liu An untuk mencicipi hasil ketidaksengajaannya itu.

Ternyata rasanya enak, berpadu pas dengan tekstur lembut yang dihasilkannya. Liu An pun memberi nama tao-hu pada masakan temuannya itu. Tao berarti kacang kedelai, dan Hu berarti hancur menjadi bubur.

Ada pendapat berbeda yang mengungkapkan bahwa tahu dibuat oleh orang-orang China kuno dengan mengentalkan susu kedelai. Teknik mengentalkan susu sendiri sebagai teknik yang ditiru dari teknik menyimpan susu orang India dan Mongol dengan mengentalkan susu.

Lantas, sejak kapan tahu masuk ke Indonesia?

baca juga

Suryatini N. Ganie dalam bukunya Dapur Naga di Indonesia mengungkapkan bahwa teknologi pembuatan tahu menyebar secara cepat ke seluruh Asia Timur Raya, sebelum masuk ke Nusantara.

Diperkirakan, tahu masuk ke Indonesia bersamaan dengan datangnya tentara Kubilai Khan ke Kediri pada tahun 1292.

Tahu turut menjadi penyelamat orang Jawa dalam menghadapi krisis akibat penerapan sistem tanam paksa atau cultuur stelsel pada abad ke-19. Pada masa itu hasil bumi dikuras habis-habisan demi menguntungkan pihak kolonial, sehingga masyarakat pribumi kesulitan mencari bahan pangan.

Nah, sejak itulah tahu menjadi salah satu bahan pangan bergizi bagi warga pribumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mudah & Praktis, Resep Sayur Asin Tahu Jadul Ini Cocok untuk Buka Puasa

Mudah & Praktis, Resep Sayur Asin Tahu Jadul Ini Cocok untuk Buka Puasa

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2020 | 14:00 WIB

Ingin Menu Gurih Buka Puasa? 3 Kuliner Kulon Progo Ini Bisa Jadi Pilihan

Ingin Menu Gurih Buka Puasa? 3 Kuliner Kulon Progo Ini Bisa Jadi Pilihan

Jogja | Senin, 04 Mei 2020 | 17:15 WIB

Memasak Tahu Pakai Teflon, Endingnya Malah Bikin Warganet Syok

Memasak Tahu Pakai Teflon, Endingnya Malah Bikin Warganet Syok

Lifestyle | Senin, 27 April 2020 | 16:14 WIB

Terkini

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:33 WIB

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel United vs Persikad Depok: Laskar Juaro Incar Kemenangan Ketiga, Hibiki Mochizuki Berpeluang M

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×