Yang Lain Kolaps, 4 Bisnis Usaha Makanan Ini Bertahan dengan Inovasi

Silfa Humairah Utami
Yang Lain Kolaps, 4 Bisnis Usaha Makanan Ini Bertahan dengan Inovasi
Frozen Food. (Shutterstock)

Usaha apa aja yang bertahan dan menguntungkan saat pandemi?

Suara.com - Yang Lain Kolaps, 4 Bisnis Usaha Makanan Ini Bertahan dengan Inovasi

Tak semua Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menyerah di tengah pandemi corona. Malah tidak sedikit usaha baru bermunculan lho, banyak peluang usaha yang dimanfaatkan selama pandemi.

Sebagian besar kegiatan yang melibatkan publik dibatasi, seperti mal, restoran bahkan pembatasan transportasi umum. Maka usaha apa aja yang bertahan dan menguntungkan saat pandemi?

Makanan olahan beku

Frozen Food. (Shutterstock)
Frozen Food. (Shutterstock)

Peluang bisnis makanan beku atau frozen food bermucunculan. Pasalnya usaha ini, tidak membutuhkan interaksi dengan orang lain. Oleh karena itu menjual makanan beku melalui media sosial adalah cara yang tepat. Selain itu karena kebutuhan makanan yang harus tercukupi sehingga mencari makanan yang tahan lama.

Kopi Literan

Wisata Kopi Virtual. (Pexels)
Wisata Kopi Virtual. (Pexels)

Sebagian dari pebisnis menerapkan strategi khusus hingga menciptakan tren baru di bisnis kuliner, seperti kopi literan dan makanan beku (frozen). Tuku, Maxx Coffee, Roempi Coffee, Kopitagram, Anomali Coffee, Titik Temu Coffee, dan lainnya mulai menyediakan kopi dengan ukuran satu liter. Kopi literan ini bisa dipesan di e-commerce seperti Tokopedia dan Bukalapak, maupun Grab dan Gojek.

Omar Prawiranegara, sebagai Pendiri Dua Coffee, pun menyampaikan dampak pandemi pada usahanya. 

"Sejak berdiri di 2016, Dua Coffe menawarkan differensasi ruang sosial untuk nongkrong dan bercengkrama. Bahkan kami mendapat kesempatan untuk buka cabang di New York setelah mengikuti pameran yang diundang oleh kemeterian pariwisata Indonesia di 2019 saat itu. Namun karena pandemi corona, omset Dua Coffe berkurang hingga minus 80 persen.

Ia pun menuturkan, sebelumnya tidak punya kopi literan dan tidak terjun di dunia e-commerse, namun selama masa pandemi, kini usaha kopinya mulai merambah dunia online. cukup membantu seperti di masa sekarang agar survive.

"Jadi yang penting bisa jalan aja, pegawai tetap kerja, dapat gaji dan THR. kini pelaku usaha seperti kami bejalar usaha online, gunakan platform. Kemudian belajar me-manage dan bersosial dengan e-commerse itu menjadi tantangan," tuturnya.

Restoran Tawarkan Menu Heat to Eat

Kini restoran yang menjual makanan heat to eat seperti Raa Cha Suki & BBQ, Imperial Kitchen hingga HokBen. Mereka lantas menjajakan produknya secara online, guna menjangkau pelanggan yang di rumah saja efek pandemi virus corona.

Produk makanan beku tersebut bisa dimasak sendiri oleh konsumen, dengan cara yang lebih mudah. HokBen bahkan membuat aplikasi dan situs web khusus untuk menjangkau pelanggan.

Sekarang semudah itu kalau mau stock menu HokBen di rumah buat sahur dan berbuka puasa. Kan ada Ready to Heat Meals.

HokBen Ready to Heat Meals yang tersedia dalam 3 pilihan Beef Teriyaki, Beef Yakiniku, dan Chicken Teriyaki tentunya mempermudah kamu buat nikmati menu favorit HokBen dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Tinggal dihangatkan, udah deh! Menu siap dinikmati.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS