alexametrics

Geliat Bisnis Makanan Sehat Bertahan di Tengah Pandemi Corona

Reza Gunadha | Achmad Fauzi
Geliat Bisnis Makanan Sehat Bertahan di Tengah Pandemi Corona
Chicken BBQ [FitFut]

Pemiliki FitFut, Ivan Indrawan kepada Suara.com menceritakan orderan makanan sehatnya anjlok akibat virus mematikan virus corona.

Suara.com - Pandemi virus corona covid-19 memang memberi dampak bisnis. Tak terkecuali pada bisnis industri makanan jadi.

Apalagi, setelah ada penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di beberapa daerah yang membuat banyak restoran sepi konsumen.

Tak hanya restoran, warung makan berbasis online juga sepi orderan, karena konsumen lebih memilih memasak di rumah. Hal itu lah yang terjadi, pada salah restoran makanan sehat FitFut.

Pemiliki FitFut, Ivan Indrawan kepada Suara.com menceritakan orderan makanan sehatnya anjlok akibat virus mematikan virus corona.

Baca Juga: Serius Mau Garap Bisnis Makanan? Ini 5 Tips agar Usahanya Maju!

Bahkan, akibat lesunya orderan membuat omzet FitFut ikut meluncur hingga 50-60 persen.

"Biasanya, omzet sehari-hari Rp 20 juta - Rp 30 juta, tapi sekarang turun Rp 10 juta - Rp 15 juta. Selain itu, dampaknya kita terpaksa memberhentikan beberapa karyawan, 20 diberhentikan karyawan sementara," ujar Ivan.

Selain itu, Ivan juga terpaksa mengurang pasokan bahan baku di gudang, biasanya ia menyetok bahan baku hingga 2-3 bulan, tapi kini hanya memasok untuk satu bulan.

Padahal, bisnis makanan yang Ivan geluti cukup menarik. Pasalnya, belum banyak bisnis makanan sehat dengan porsi lengkap tanpa harus berlangganan.

Terlebih, Ivan juga hanya menerima pesanan online lewat Go-Food, sehingga cukup praktis.

Baca Juga: Haru, Ini Alasan Mantan Koki Bikin Bisnis Makanan Sehat untuk Pekerja Seks

Selain itu, harga 1 porsi makanannya juga tergolong murah dengan kisaran Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per porsi dengan menu lengkap mulai dari karbohidrat, protein, sayuran, hingga buah-buahan.

Komentar