4 Dampak Psikologis Saat Seseorang Kehilangan Pekerjaan

Risna Halidi | Dinda Rachmawati
4 Dampak Psikologis Saat Seseorang Kehilangan Pekerjaan
Ilustrasi PHK (Shutterstock)

Bagi sebagian orang, pekerjaan bukan hanya mata pencaharian, tapi juga identitas dan tempat mengaktualisasi diri.

Suara.com - 4 Dampak Psikologis Saat Seseorang Kehilangan Pekerjaan

Dampak pandemi virus corona Covid-19 berimbas pada hampir semua sektor, terutama perekonomian. Anjuran menjaga jarak sosial dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat banyak perusahaan dan bisnis tak mampu lagi beroperasi secara normal.

Ini membuat banyak perusahaan dan bisnis mengalami kerugian besar, hingga terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi salah satu jalan keluar.

Kondisi ini tentu bisa terasa sangat berat ditengah isu kesehatan virus corona yang menuntut kewaspadaan.

Tak bisa dipungkiri, hal ini tentu dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Terlebih, pekerjaan bagi banyak orang bukan hanya sebagai mata pencaharian, tapi juga identitas diri dan tempat mereka bisa mengaktualisasi diri.

Nah, berikut empat dampak psikologis saat seseorang kehilangan pekerjaannya menurut Psikolog Retno Dewanti Purba dalam sebuah sesi yang diselenggarakan R&R Public Relation pada Rabu (20/5/2020).

1. Keberfungsian diri terganggu

Ilustrasi di-PHK. (Shutterstock)
Ilustrasi di-PHK. (Shutterstock)

Bagi banyak individu, karir dan pekerjaan merupakan media aktualisasi diri yang memberikan seseorang arti dan tujuan hidup, rasa keberhasilan dan mampu mengerjakan sesuatu.

Sehingga saat media untuk melakukan aktualisasi diri itu hilang, maka seseorang akan merasakan keberfungsian dirinya terganggu. Tentu ini dapat mengganggu kualitas hidupnya secara umum.

2. Identitas dan harga diri yang terganggu

Ilustrasi pria sakit mata. (Unsplash/christopher lemercier)
Ilustrasi. (Unsplash/christopher lemercier)

Saat kehilangan pekerjaan secara mendadak, maka ini membuat individu merasa salah satu bagian dari jati dirinya tercabut. Hal ini bisa menimbulkan rasa putus asa, meragukan diri sendiri, kecemasan, depresi, hingga merasa diri tidak berharga (low self-esteem).

"Misalnya, dengan memandang diri sendiri negatif. Mengapa harus saya yang kena PHK? Apakah saya yang paling tidak bermanfaat di kantor sampai saya yang duluan kena PHK? Mungkin supervisor yang lain lebih oke sampai aku yang kena PHK. Aku bukan kepala keluarga yang baik, sampai tidak bisa menafkahi keluargaku," kata Retbo Dewanti Purba menambahkan.

3. Kehilangan rasa aman

Ilustrasi bocah laki-laki bersedih. (Shutterstock)
Ilustrasi bocah laki-laki bersedih. (Shutterstock)

Selain kehilangan rasa aman terhadap keuangan, pekerjaan yang hilang bisa menimbulkan perasaan tidak aman terhadap masa depan kita. Kita tak bisa memprediksi hidup ke depan, berapa lama kita bisa bertahan, bagaimana kita bisa menyambung penghasilan?

"Adaptasi adalah kunci kondisi dari kondisi sekarang. Boleh menangis, merasa takut, cemas, sedih, semua kita kenali lalu kita hargai. Kita kasih outlet tapi setelah itu kita harus segera adaptasi," pungkasnya.

4. Kehilangan koneksi sosial

Ilustrasi cat kuku. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Selain kehilangan interaksi sosial di tempat kerja, saat seseorang kehilangan pekerjaan, mereka akan merasa malu terhadap statusnya, menarik diri dari kehidupan sosial, tertekan, dan ingin menyendiri. Ini adalah hal yang sangat bisa dialami oleh seseorang yang baru kehilangan pekerjaan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS