Kurangi Sampah Makanan Saat Pandemi, Ini 8 Hal yang Bisa Anda Lakukan

M. Reza Sulaiman, Frieda Isyana Putri

Kamis, 04 Juni 2020 | 16:50 WIB
Kurangi Sampah Makanan Saat Pandemi, Ini 8 Hal yang Bisa Anda Lakukan
Ilustrasi sampah makanan. (Shutterstock)

Suara.com - Indonesia masuk jadi negara nomor dua pembuang sampah makanan terbesar di dunia setelah Arab Saudi. Masalah ini sendiri sebenarnya sudah cukup masif, bahkan sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Dipaparakan oleh Eva Bachtiar, CEO dan Founder Garda Pangan, jumlah tersebut apabila dirata-rata, satu orang di Indonesia membuang sampah makanan sebesar 300 kilogram tiap tahunnya.

Ada beberapa dampak yang bisa terjadi. Yang pertama adalah dampak ekonomi. Karena membuang satu piring makanan, berarti kita membuang uang seharga makanan tersebut, ditambah dengan sumber daya seperti lahan, air, buruh, energi fosil, dan lain-lain untuk memproduksi makanan tersebut.

Yang kedua adalah dampak lingkungan. Saat sampah makanan tertumpuk di TPA, maka akan mengeluarkan gas metana yang 23 kali lebih berbahaya dari karbondioksidan dan turut berkontribusi pada pemanasan global.

"Ironisnya, kita membuang sampah makanan cukup banyak, tapi 19,4 juta orang Indonesia masih tidur dengan keadaan perut lapar setiap harinya," tutur Eva dalam Diskusi Daring 'Bagaimana Berkontribusi Jaga Lingkungan Selama Masa Pandemi', baru-baru ini.

Eva melanjutkan, selama pandemi ada fenomena yang cukup unik. Garda Pangan melihat tren sampah makanan pada industri menurun drastis, tapi sampah makanan dari rumah tangga jumlahnya meningkat sangat tajam.

Ilustrasi sampah makanan. (Shutterstock)
Ilustrasi sampah makanan. (Shutterstock)

Oleh karena itu, ada hal-hal yang bisa kita lakukan guna mengurangi jumlah tersebut dari skala rumah tangga. Berikut dipaparkan oleh Eva:

1. Hindari panic buying

Sebuah penelitian menyebutkan kita cenderung menghasilkan banyak sampah makanan ketika belanja dalam jumlah besar dibandingkan saat berbelanja dalam jumlah sedikit tapi sering.

baca juga

Sebab saat kita berbelanja dalam jumlah banyak, kita akan lebih mudah luput atau tidak ingat apa saja yang sudah kita beli. Saat pandemi, lebih baik buat rencana belanja dan jangan terlalu impulsif saat berbelanja.

2. Olah ulang sisa makanan

Eva menyebutkan, apabila ada makanan berlebih misalnya nasi, bisa diolah ulang dengan sedikit kreatif menjadi nasi goreng misalnya.

"Tergantung dari kreatifitas aja. Kalau kita punya kemauan, kita bisa banget mengurangi sampah makanan yang kita hasilkan," tuturnya.

3. Kreasikan buah yang terlalu matang

Buah yang terlalu matang seringnya kita buang karena sudah dianggap tidak menarik dan tidak layak makan. Namun sebenarnya masih bisa kita kreasikan kembali.

Misalnya seperti pisang yang sudah terlalu matang, bisa diolah menjadi roti atau nugget pisang. Semuanya hanya butuh sedikit kreatifitas.

4. Olah ulang sisa sayuran

Saat memasak di dapur, sebenarnya banyak sekali komponen yang kita buang yang bisa diolah lebih kreatif.

Contohnya saat mengolah brokoli, umumnya bagian batang akan dibuang. Padahal bisa kita kreasikan menjadi stik cemilan yang lebih enak.

Ilustrasi wortel. (Shutterstock)
Ilustrasi wortel. (Shutterstock)

5. Tanam ulang

Ada beberapa sayuran seperti daun bawang dan wortel yang sebenarnya bisa ditanam ulang dan tumbuh dengan cepat dan mudah. Sehingga hal ini bisa membantu menghemat pengeluaran juga.

6. Manfaatkan ampas makanan

Memanfaatkan ampas makanan lebih baik daripada langsung dibuang. Misalnya ampas bubuk kopi yang bisa kita olah jadi lulur tubuh.

Atau kulit telur, yang mengandung kalsium yang baik untuk pupuk tanaman. Bisa dihancurkan sampai halus lalu ditaburkan ke tanaman yang membantu menghemat biaya bercocok tanam.

Menyimpan makanan di kulkas. (Shutterstock)
Menyimpan makanan di kulkas. (Shutterstock)

7. Rapikan kulkas

Banyak orang yang tidak sadar bahwa hal sesederhana merapikan isi kulkas bisa memengaruhi umur makanan yang kita simpan.

Saat kita menyimpannya berjejalan, makanan akan lebih mudah rusak karena tidak adanya sirkulasi udara. Selain itu, kita juga akan lebih mudah lupa dengan barang yang kisa simpan di kulkas.

8. Menanam sumber makanan sendiri

Eva menyarankan sebaiknya di masa pandemi kita mulai menanam makanan kita sendiri apabila memungkinkan

"Kalau kita ngerasain memebsarkan tanaman dan memanen tanaman, efeknya beda secara psikologi, kita lebih menghargai dan hati-hati untuk tidak menghasilkan sampah makanan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Janji Tak Bikin Prank, Ferdian Paleka Akan Bikin Konten Positif

Janji Tak Bikin Prank, Ferdian Paleka Akan Bikin Konten Positif

Jabar | Kamis, 04 Juni 2020 | 16:05 WIB

Turki Disebut Tak Akan Alami Gelombang Kedua Pandemi Virus Corona

Turki Disebut Tak Akan Alami Gelombang Kedua Pandemi Virus Corona

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 16:00 WIB

Protokol New Normal untuk Hotel Indonesia Group, Seperti Apa?

Protokol New Normal untuk Hotel Indonesia Group, Seperti Apa?

Lifestyle | Kamis, 04 Juni 2020 | 15:08 WIB

Terkini

Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:45 WIB

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:32 WIB

×