Bali Optimistis dan Siap Jalani Tatanan Kenormalan Baru Pariwisata

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Sabtu, 06 Juni 2020 | 08:28 WIB
Bali Optimistis dan Siap Jalani Tatanan Kenormalan Baru Pariwisata
Industri pariwisata di Bali menyatakan optimistis dan siap menjalani tatanan kenormalan baru pariwisata. (Dok : Kemenparekraf)

Suara.com - Industri pariwisata di Bali menyatakan optimistis dan siap menjalani tatanan kenormalan baru pariwisata. Para pelaku wisata di Pulau Dewata memastikan akan lebih mengedepankan protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan sebagai kebutuhan utama wisatawan.

"Kami sangat optimistis bahwa kami bisa 'berteman' dengan Covid-19, atau dengan kata lain, kita harus bisa berteman meski kita tidak bisa berteman selamanya," kata Ketua Pasar ASEAN dari ASITA Bali, Febrina Budiman dalam “International Webinar Tourism in Indonesia”, yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk pasar Singapura dan Malaysia, Kamis (4/6/2020).

Febrina menambahkan, ada 400 tour operator dan travel agent yang tergabung dalam ASITA Bali, yang sudah menyatakan siap untuk menyambut kenormalan baru pariwisata tersebut. Salah satu alasan dari sikap optimisme ini adalah keberhasilan pemerintah daerah dan komunitas lokal dalam mengendalikan Covid-19.

Hingga Kamis (4/6/2020), jumlah kasus positif di Bali mencapai 510 orang, 364 orang sembuh dan 5 orang meninggal. Semakin cepat penanganan Covid-19, semakin cepat pula ekonomi akan bangkit.

"Kami sangat bersyukur dengan kondisi ini dan berterima kasih dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal," katanya.

ASITA Bali sendiri sudah merancang protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan dan memastikan nantinya akan diterapkan dengan ketat bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Pengaturan sudah dilakukan sejak pra-kedatangan wisatawan, saat tiba di bandara dan menuju hotel, saat melakukan aktivitas tur, dan kembali ke bandara untuk penerbangan ke negara asal wisatawan. Dengan kata lain, industri sepenuhnya siap memberikan rasa nyaman dan aman serta pengalaman baru bagi wisatawan dalam tatanan kenormalan baru pariwisata.

"Namun untuk saat ini, dibukanya destinasi tetap bergantung dari keputusan pemerintah," kata Febrina.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), Nia Niscaya di kesempatan yang sama mengatakan, sejak awal pemerintah berkomitmen dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk penyiapan protokol tatanan kenormalan baru pariwisata dan ekonomi kreatif kini dengan program Cleanliness, Health, and Safety (CHS) yang melibatkan industri.

"Sebelum membuka destinasi kita perlu membangun rasa percaya diri agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, dan di sini langkah-langkahnya," kata Nia.

Dalam program tersebut, Kemenparekraf/Baparekraf membagi dalam dua tahapan yaitu Gaining Confidence dan Appealing.

Gaining Confidence dimulai dari penyiapan protokol CHS, yang nantinya akan dikemas melalui video tutorial yang menarik dan buku panduan yang mudah dimengerti bagi pemangku kepentingan pariwisata seperti hotel, restoran, pusat perbelanjaan, destinasi wisata, dan lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan training, simulasi, publikasi, dan kampanye serta aplikasi penerapan CHS.

Sementara dalam tahapan Appealing, Kemenparekraf/Baparekraf akan menjalankan sejumlah program seperti Mega Famtrip, dengan melibatkan key opinion leader (KOL), media serta travel agent and tour operator (TA/TO). Selain itu juga membuat joint promotion, dengan membuat paket tur bersama airlines dan TA/TO. Kemudian juga menyiapkan penyelenggaraan kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dalam skala kecil.

"Namun kami tekankan bahwa pembukaan destinasi bergantung atas keputusan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan pemerintah daerah, karena setiap destinasi tentu memiliki situasi dan kondisi yang berbeda," kata Nia.

Bali, terutama kawasan Nusa Dua, direncanakan akan menjadi pilot project penerapan program CHS.

Kawasan Nusa Dua dipilih karena lokasinya yang strategis dan merupakan area eksklusif, sehingga dapat dengan mudah dilakukan pengawasan. Di Nusa Dua juga lengkap dengan fasilitas pendukung, mulai dari akomodasi, amenitas, bahkan rumah sakit berskala internasional.

"Indonesia, seperti banyak negara, saat ini kita tengah fokus pada penyiapan new normal sebagai persiapan menyambut kembali turis. CHS itulah yang kita siapkan. Kami optimistis bisa menyambut wisatawan dengan pengalaman yang baru dan menarik," kata Nia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasca Covid-19, ASEAN Beri Jaminan pada Wisatawan soal Kualitas Kesehatan

Pasca Covid-19, ASEAN Beri Jaminan pada Wisatawan soal Kualitas Kesehatan

Lifestyle | Jum'at, 05 Juni 2020 | 12:25 WIB

Kemenparekraf : Industri MICE Berperan Penting dalam Pendapatan PDB

Kemenparekraf : Industri MICE Berperan Penting dalam Pendapatan PDB

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2020 | 13:26 WIB

Luhut Sebut Industri Pariwisata Baru Pulih 10 Bulan ke Depan

Luhut Sebut Industri Pariwisata Baru Pulih 10 Bulan ke Depan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2020 | 07:58 WIB

6 Bidang Usaha Wisata Prioritas akan Uji Protokol Tatanan Hidup Baru

6 Bidang Usaha Wisata Prioritas akan Uji Protokol Tatanan Hidup Baru

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2020 | 09:00 WIB

Begini Strategi Kemenparekraf Atasi Dampak Penurunan Wistawan

Begini Strategi Kemenparekraf Atasi Dampak Penurunan Wistawan

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 16:03 WIB

Pariwisata Indonesia harus Berpusat pada Manusia dan Kearifan Lokal

Pariwisata Indonesia harus Berpusat pada Manusia dan Kearifan Lokal

Lifestyle | Selasa, 02 Juni 2020 | 07:54 WIB

Terkini

Telur Paskah yang Dihias Apakah Boleh Dimakan? Cek 4 Aturan Keamanannya

Telur Paskah yang Dihias Apakah Boleh Dimakan? Cek 4 Aturan Keamanannya

Lifestyle | Sabtu, 04 April 2026 | 19:35 WIB

Bolehkah Muslim Mengucapkan Selamat Paskah? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam

Bolehkah Muslim Mengucapkan Selamat Paskah? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam

Lifestyle | Sabtu, 04 April 2026 | 19:00 WIB

Bolehkah Muslim Menerima Telur Paskah? Simak Penjelasan Para Ulama

Bolehkah Muslim Menerima Telur Paskah? Simak Penjelasan Para Ulama

Lifestyle | Sabtu, 04 April 2026 | 18:29 WIB

Hukum Muslim Hadiri Open House Paskah Menurut Pandangan Ulama dan Hadis

Hukum Muslim Hadiri Open House Paskah Menurut Pandangan Ulama dan Hadis

Lifestyle | Sabtu, 04 April 2026 | 17:42 WIB

5 Serum Lokal untuk Menyamarkan Flek Hitam, Bikin Wajah Awet Muda Mulai Rp20 Ribuan

5 Serum Lokal untuk Menyamarkan Flek Hitam, Bikin Wajah Awet Muda Mulai Rp20 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 04 April 2026 | 17:20 WIB

Urutan Skincare Wardah Lightening Series Pagi dan Malam untuk Kulit Berminyak

Urutan Skincare Wardah Lightening Series Pagi dan Malam untuk Kulit Berminyak

Lifestyle | Sabtu, 04 April 2026 | 16:21 WIB

Rahasia PIK Bisa Tarik 18 Juta Pengunjung: Destinasi yang Tak Lagi Bergantung Musim Liburan

Rahasia PIK Bisa Tarik 18 Juta Pengunjung: Destinasi yang Tak Lagi Bergantung Musim Liburan

Lifestyle | Sabtu, 04 April 2026 | 15:43 WIB

6 Rekomendasi Lip Balm Korea untuk Bibir Kering, Ringan dan Glossy Tahan Lama

6 Rekomendasi Lip Balm Korea untuk Bibir Kering, Ringan dan Glossy Tahan Lama

Lifestyle | Sabtu, 04 April 2026 | 15:08 WIB

5 Moisturizer Lokal Paling Murah di Shopee, Mulai Rp20 Ribuan

5 Moisturizer Lokal Paling Murah di Shopee, Mulai Rp20 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 04 April 2026 | 14:30 WIB

5 Bedak Viva Cosmetics yang Murah dan Tahan Lama untuk Make Up Seharian

5 Bedak Viva Cosmetics yang Murah dan Tahan Lama untuk Make Up Seharian

Lifestyle | Sabtu, 04 April 2026 | 14:25 WIB