Kemenparekraf Bakal Terapkan Metode Story Telling di Sektor Pariwisata

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 12 Juni 2020 | 19:33 WIB
Kemenparekraf Bakal Terapkan Metode Story Telling di Sektor Pariwisata
Candi Prambanan. (Dok : Kemenparekraf).

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bakal menerapkan metode baru dalam sektor pariwisata, salah satunya adalah metode story telling. Hal ini khususnya diberlakukan pada situs-situs warisan dunia, seperti di Candi Prambanan.

Hal tersebut dilakukan untuk menghidupkan suasana dalam meningkatkan pengalaman berwisata. Sebuah kisah atau story telling menjadi nilai tambah bagi wisatawan.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani, saat Webinar Wisata Heritage dengan tema "Mengangkat Nilai-Nilai Produk Wisata Warisan Budaya Dunia dengan Gaya Bercerita Millenial", Kamis (11/6/2020), menjelaskan, webinar ini akan diberikan ilmu tentang "teknik" penyampaian nilai-nilai tersebut melalui story telling di media sosial, dengan cara dan metode yang mampu menambah pengalaman berwisata dan menarik orang untuk mengunjunginya.

"Melalui media ini, nilai-nilai tersebut dapat disampaikan secara naratif baik melalui visual, audio, photo caption/texts, ataupun kombinasi tiga metode tersebut," kata Rizki.

Ia juga mengatakan, kunci kesuksesan dari menghidupkan narasi dalam aktivitas pariwisata tidak lepas dari usaha untuk menyesuaikan arus psikologi pengunjung dengan aktivitas penceritaan narasi tersebut.

"Anak-anak muda sekarang, kalau tidak bercerita dengan baik, mereka cenderung akan bosan dan tidak mau berkunjung lagi. Untuk itu, narasi yang dibangun melalui story telling yang baik akan mampu memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat, menambah pengalaman berkunjung wisatawan, hingga membangun rasa penasaran bagi orang-orang untuk mengunjungi situs-situs tersebut," ujarnya.

Narasumber yang hadir dalam webinar wisata heritage adalah Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta, Manggar Sari Ayuati, sementara narasumber kedua adalah Astrid Savitri, seorang content writer yang membahas "Storytelling Produk Wisata melalui Media Sosial".

Pada kesempatan yang sama, Manggar menjelaskan, peta penyebaran situs di kawasan Prambanankurang lebih ada 30 situs yang bisa dieksplorasi. Ada sembilan situs berlatar agama Hindu, seperti Candi Prambanan, Kedulan, Barong, Ijo, Miri, Pondok, Ganesha Dawangsari, Sumur Bandung, dan Randu Gunting.

Kemudian 14 situs berlatar agama Buddha, seperti Sewu, Bubrah, Lumbung, Ghana, Plaosan, Sojiwan, Kalasan, Sari,  Pakem, Bugisan, Bogem, Sumber Watu, Dawangsari, dan Banyunibo, serta satu situs pemukiman Ratu Boko dan satu situs Perbengkelan Gupolo.

baca juga

Lima situs tidak teridentifikasi latar belakang keagamaannya, seperti Tinjon, Watu Gudig, Karang, Sanan, dan Patihan.

“Kawasan Prambanan merupakan sebuah kota kuno (ancient city), yang terbukti dari banyaknya peninggalan budaya, dan merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, yang merupakan sebuah peradaban yang maju dengan segala organisasi kenegaraan yang telah terstruktur dengan baik sehingga menjadi salah satu peletak dasar kehidupan bernegara di Indonesia,” katanya.

Manggar juga menjelaskan, nama-nama desa di sekitar Prambanan menunjukkan adanya kesinambungan dengan masa lalu. Sebagai contoh, nama Desa Taji dan Pulowatu.

“Nama-nama tersebut merupakan nama watak dalam kerajaan Mataram Kuno, sebagaimana tercantum dalam prasasti-prasasti pendek di Candi Plaosan,” katanya.

Sementara itu, menurut Astrid, penyampaian cerita akan meningkatkan nilai suatu produk wisata. Pencerita yang baik harus memiliki sudut pandang, struktur dan alur cerita, serta empati kemanusiaan.

“Pencerita yang baik adalah pengamat dan penyimak yang baik. Ia dapat menceritakan sebuah objek atau situasi dengan kata-kata yang baik. Tipsnya adalah menggunakan kalimat sederhana dan sependek mungkin, serta menghindari kalimat yang bersayap. Perbanyak deskripsi dan gunakan kalimat aktif, selektif mengutip dan perkaya diksi dengan cara banyak membaca, menonton dan menyimak,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menparekraf Dorong Sektor Wisata Lakukan Remodelling agar bisa Bertahan

Menparekraf Dorong Sektor Wisata Lakukan Remodelling agar bisa Bertahan

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2020 | 08:15 WIB

Pelaku Wisata Diharapkan Bisa Tingkatkan Daya Saing Pasca Covid-19

Pelaku Wisata Diharapkan Bisa Tingkatkan Daya Saing Pasca Covid-19

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2020 | 11:32 WIB

Kemenparekraf : Bintan Siap Terapkan Protokol Kesehatan New Normal

Kemenparekraf : Bintan Siap Terapkan Protokol Kesehatan New Normal

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2020 | 14:55 WIB

Kemenparekraf Fasilitasi Pertunjukan Streaming Pekerja Seni Sumatera Utara

Kemenparekraf Fasilitasi Pertunjukan Streaming Pekerja Seni Sumatera Utara

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2020 | 07:54 WIB

Kemenparekraf Bahas Kesiapan Indonesia Masuk New Normal untuk Pasar India

Kemenparekraf Bahas Kesiapan Indonesia Masuk New Normal untuk Pasar India

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2020 | 19:28 WIB

Kemenparekraf dan 18 Kementerian Tingkatkan Indeks Daya Saing Wisata

Kemenparekraf dan 18 Kementerian Tingkatkan Indeks Daya Saing Wisata

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2020 | 11:45 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×