Liputan Khas: New Normal, Warga Antusias Mal Dibuka Hari Ini

Vania Rossa, Tim Liputan Khusus

Senin, 15 Juni 2020 | 08:00 WIB
Liputan Khas: New Normal, Warga Antusias Mal Dibuka Hari Ini
Senayan City, salah satu mal yang dibuka hari ini, Senin (15/6/2020). (Suara.com/Frieda Isyana)

Suara.com - Di masa PSBB transisi menuju new normal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk membuka kembali mal atau pusat perbelanjaan mulai hari ini, Senin (15/6/2020).

Tercatat ada 80 mal dibuka mulai Senin berdasarkan data dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta.

Meski keputusan membuka kembali pusat perbelanjaan ini sempat memicu perdebatan publik, faktanya tak sedikit warga antusias dengan hal ini.

Mereka yang Rindu Nge-Mal

Sidik Suganda (26), misalnya, salah satu pekerja di Jakarta, mengaku kalau selama ini mal menjadi pelariannya untuk refreshing dari kepenatan pekerjaan kantor. Bahkan tidak jarang lelaki asal Bandung ini menjadikan mal sebagai tempat healing atau terapi pikirannya.

"Pasti gue rindu banget buat bisa ke mal, gue suka banget pergi ke mal sebagai healing, refreshing diri. Dan yang paling gue rinduin dari aktivitas di mal adalah nonton bioskop," ujar Sidik melalui pesan singkatnya kepada Suara.com beberapa waktu lalu.

Serupa dengan Sidik, Siska Permata Sari (25) pun mengaku sudah sangat rindu pergi ke mal, khususnya untuk hang out bersama teman dan keluarga, entah sambil makan di suatu restoran, pergi belanja bareng, atau sekadar cuci mata.

Namun, dibukanya mal pada Senin (15/6/2020) tidak lantas membuat Siska ingin langsung pergi ke mal. Ia mengaku tetap akan berpikir ulang untuk pergi ke mal. Perempuan asal Depok ini memutuskan akan pergi ke mal kalau pemerintah sudah bisa mengendalikan kasus Covid-19.

baca juga

"Kayaknya nggak deh, walaupun kangen banget pengen kumpul bareng teman-teman, tapi mendingan enggak. Kayaknya nanti setelah kasusnya menurun atau sudah terkontrol penyebaran virusnya, itu mungkin bakal mulai lagi buat beli keperluan," tanggap Siska.

Dokter: Pastikan Sehat Saat Ke Mal

Dibukanya pusat perbelanjaan mulai Senin (15/6/2020), dr. Erni Juwita Nelwan Sp.PD-KPTI mengkhawatirkan mengenai kerumunan orang. Padahal seperti diketahui, virusCorona Covid-19 mudah menyebar dalam situasi manusia berdekatan.

Pengunjung keluar dari bilik disinfektan sebelum memasuki Mal Senayan City, Jakarta, Selasa (9/6). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Pengunjung keluar dari bilik disinfektan sebelum memasuki Senayan City, Jakarta, Selasa (9/6). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Itu sebabnya, Erni melihat pentingnya pihak mal untuk melakukan skrining kepada para pengunjungnya.

Menurutnya, mal hanya boleh dikunjungi oleh orang yang 100 persen sehat, meski ia pun mengakui sulit untuk memastikan hal tersebut.

Erni juga mengatakan bahwa upaya itu bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola mal, tetapi juga tanggung jawab masyarakat sebagai pengunjung.

Masyarakat harus menyadari kepentingan bepergian ke mal. Meski PSBB telah dilonggarkan, bukan berarti pandemi Covid-19 telah selesai. Erni menegaskan bahwa protokol kesehatan, salah satunya adalah menjaga jarak, harus tetap dilakukan.

Selanjutnya: Persiapan Khusus ke Mal

Persiapan Khusus untuk Ke Mal

Pergi ke mal di masa new normal ini, bersiaplah dengan sejumlah perubahan. Sidik mengaku sudah tahu persiapan apa yang harus dilakukannya sebelum pergi ke mal.

"Persiapan khusus ketika gue datang ke mal, pasti pertama wajib pakai masker, bawa hand sanitizer. Lalu kegiatannya akan sebisa mungkin tidak ke kamar mandi atau toilet karena itu sensitif banget. Gue juga akan hindari pegangan eskalator, tombol lift, transaksi langsung dengan berjabat tangan, semua yang bersentuhan akan dihindari," katanya.

"Kalau perlu bahkan pakai face shield," timpal Siska.

Yuyun (26), juga setuju dengan persiapan-persiapan yang harus dilakukan sebelum ke mal. "Dulu handphone sama dompet wajib dibawa, sekarang (tambah) sama masker. Itu jadi barang kebutuhan yang perlu dibawa. Apalagi, orang bakal ngeliatin kalau nggak pakai (masker). Hand sanitizer juga penting, kalau males ke kamar mandi," timpalnya.

Ranis (26), salah seorang perawat asal Bekasi yang sering nge-mal, sebisa mungkin akan menghindari keramaian. Ia memprediksi, beberapa tempat makan mungkin akan ramai oleh pengunjung, dan mungkin belum semua tempat makan memiliki protokol kesehatan.

"Sebelum pandemi, biasanya nonton, belanja, kumpul sama teman. Tapi sekarang paling nonton doang sama belanja. Pokoknya keramaian dihindari, apalagi ngantri yang terlalu panjang, kayanya nggak bakal deh," ungkap Ranis.

"Gue juga bakal menghindari ATM karena harus pencet sesuatu dan itu dipegang sama orang. Hindari juga toilet karena banyak cairan, banyak air yang kita nggak tahu apakah ada cairan yang merugikan kita," kata Yuyun.

Pengunjung dan Pihak Mal Harus Sama-Sama Antisipasi Kerumunan

Apa yang disebut Ranis bahwa dirinya akan menghindari kerumunan diaminkan oleh Erni. Menurutnya, antisipasi terjadinya kerumunan juga harus dilakukan oleh pengelola mal, misalnya dengan melalukan pengawasan yang ketat. Meski tak mudah untuk melakukannya, tetapi tetap harus dilaksanakan sebab virus corona mudah menular dalam kondisi manusia berdekatan.

"Paling penting pengawasannya. Jangan sampai kerumunan ini menciptakan kluster baru. Karena kalau sudah muncul kluster baru, pertama mal, kedua tempat ibadah, ini secara nggak langsung kita bicara kerumunan massa," katanya.

Salah satu upaya mencegah kerumunan yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan protokol kesehatan menjaga jarak.

Selain itu, protokol jaga jarak harus selalu dilakukan. Ia melihat perlunya pengelola mal membatasi jumlah pengunjung yang masuk dan tetap memberikan tanda jaga jarak pada antrean kasir ataupun di tempat makan.

Petugas bermasker dan berpelindung wajah membersihkan lantai di area mushala di Mal Senayan City, Jakarta, Selasa (9/6). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas bermasker dan berpelindung wajah membersihkan lantai di area mushala di Mal Senayan City, Jakarta, Selasa (9/6). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Itu (tanda jaga jarak) harus tetap dipertahankan selama masih ada Covid-19. Kemarin saya lihat di supermarket sudah ada yang dicopot, padahal sekarangkan baru PSBB transisi, bukan berarti Covid-19 selesai," tuturnya.

Meski begitu, terlepas dari segala aturan yang akan diterapkan, semuanya kembali pada kesadaran masyatakat. Sayangnya, menurut Erni, kesadaran masyarakat Indonesia masih lemah. Ia tak heran jika masih ditemukan lokasi padat pengunjung meski sudah dilakukan imbauan jangan berkerumun.

"Kesadaran masyarakat kita masih lemah, ya. Memang, sih, orang sudah pada jenuh, tapi risikonya itu yang berbahaya," tutup Erni. (Tim liputan: Dini Afrianti Efendi, Lilis Varwati)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Sentuhan, Ada Sensor Telapak Tangan di Central Park dan Neo Soho

Cegah Sentuhan, Ada Sensor Telapak Tangan di Central Park dan Neo Soho

Lifestyle | Minggu, 14 Juni 2020 | 16:30 WIB

20 Kegiatan Paling Rentan Tularkan Corona, dari Nonton Konser hingga ke Mal

20 Kegiatan Paling Rentan Tularkan Corona, dari Nonton Konser hingga ke Mal

News | Sabtu, 13 Juni 2020 | 15:55 WIB

Buka Lift Pakai Sensor hingga Tisu Otomatis, New Normal di Mal Bikin Takjub

Buka Lift Pakai Sensor hingga Tisu Otomatis, New Normal di Mal Bikin Takjub

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 19:32 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×