Cari Ketenangan, 6 Fakta Desa Nyambu di Bali dengan Nuansa Ramah Lingkungan

Silfa Humairah Utami, Amertiya Saraswati

Kamis, 25 Juni 2020 | 09:13 WIB
Cari Ketenangan, 6 Fakta Desa Nyambu di Bali dengan Nuansa Ramah Lingkungan
Ilustrasi persawahan, Bali .(instagram.com/helena_1_7_)

Suara.com - Heboh club yoga di Bali disoroti netizen karena berkumpul saat pandemi. Kamu yang cari ketenangan, harus tahu destinasi yang tidak ramai. Terletak di daerah Tabanan, terdapat sebuah desa wisata yang lebih dari 60 persen luas wilayahnya masih berupa sawah.

Desa ini dikenal dengan nama Desa Wisata Nyambu. Berikut enam hal yang perlu kamu tahu tentang Desa Wisata Nyambu di Bali!

Desa Wisata Nyambu adalah hasil proyek sosial

Desa Wisata Nyambu merupakan hasil dari sebuah proyek sosial antara British Council, Yayasan Wisnu, dan Diageo Indonesia.

Meski awalnya hanya berupa desa kecil biasa, namun Desa Nyambu kini telah menjelma menjadi destinasi wisata yang cantik sekaligus bersejarah.

Desa Wisata Nyambu (wisnu.or.id)
Desa Wisata Nyambu (wisnu.or.id)

Desa Wisata Nyambu cocok untuk wisata sejarah di Bali

Salah satu alasan mengapa desa ini cocok dijadikan tempat wisata adalah sejarah panjang yang ada di baliknya.

Di desa ini, terdapat total 67 pura yang dapat digunakan untuk menelusuri perkembangan budaya Bali dari zaman kerajaan dulu kala hingga saat ini.

Jadi, sembari menikmati indahnya bentangan sawah yang tampak seperti karpet hijau, kamu juga bisa mempelajari sejarah budaya Bali langsung dari warga Desa Nyambu.

baca juga
Desa Wisata Nyambu (jed.or.id)
Desa Wisata Nyambu (jed.or.id)

Banyak paket wisata yang tersedia di Desa Wisata Nyambu

Selain aktivitas seru di Bali yang telah disebutkan di atas, kamu juga bisa menikmati paket wisata seperti Susur Sawah dan Susur Budaya.

Dalam wisata Susur Sawah, kamu akan diajak untuk mengelilingi sawah yang ada, menyeberangi sungai, dan mempelajari betapa pentingnya arti sawah bagi orang Bali.

Ditambah lagi, di akhir acara Susur Sawah, kamu juga akan mendapat kesempatan untuk membuat jaja Bali, yaitu penganan ringan yang terbuat dari tepung beras.

Desa Wisata Nyambu (jed.or.id)
Desa Wisata Nyambu (jed.or.id)

Sedangkan dalam wisata Susur Budaya, kamu akan diajak mempelajari lembar-lembar sejarah Bali sembari mengamati rumah-rumah, pura, dan hutan yang ada di Desa Nyambu.

Kamu juga bisa ikut membuat banten, yaitu sesaji yang digunakan warga Bali sebagai cara untuk berterima kasih dan bersyukur atas keseimbangan dalam hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turis Asing Kumpul Ramai-ramai Abaikan Corona, Bupati Gianyar Turun Tangan

Turis Asing Kumpul Ramai-ramai Abaikan Corona, Bupati Gianyar Turun Tangan

News | Rabu, 24 Juni 2020 | 15:46 WIB

5 Fakta Anastasia Tropitsel, Blogger Rusia yang Tewas Kecelakaan di Bali

5 Fakta Anastasia Tropitsel, Blogger Rusia yang Tewas Kecelakaan di Bali

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2020 | 18:40 WIB

Gelar Yoga Massal hingga Viral, Sekolah Meditasi Malah Dibilang Blunder

Gelar Yoga Massal hingga Viral, Sekolah Meditasi Malah Dibilang Blunder

News | Selasa, 23 Juni 2020 | 14:53 WIB

Terkini

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

×