Nganggur Akibat Pandemi Corona, Pekerja Seks di Thailand Hampir Bunuh Diri

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 02 Juli 2020 | 06:25 WIB
Nganggur Akibat Pandemi Corona, Pekerja Seks di Thailand Hampir Bunuh Diri

Suara.com - Wabah virus corona penyebab sakit Covid-19 yang terjadi di dunia telah mengubah hidup banyak orang tak terkecuali pekerja seks komersial.

Akibat kebijakan penguncian wilayah untuk meminimalisir infeksi virus, banyak pekerja seks terpaksa kehilangan pekerjaan mereka.

Seperti Bua yang sebelumnya  berpenghasilan hingga 40.000 baht (sekitar Rp 18,6 juta) per bulan sebagai pekerja seks di provinsi utara Chiang Mai, Thailand.

Ketika ada virus corona yang memaksa tempat-tempat hiburan ditutup, hal itu sontak membuatnya menjadi seorang pengangguran. Sejak Maret, ibu tunggal berusia 32 tahun yang adalah orang Myanmar, telah membayar hutang lebih dari 15.000 baht (setara Rp 6,8 juta) untuk membayar pendidikan putrinya.

Untuk kebutuhan harian, Bua masih mendapat bantuan dari kelompok pekerja seks Empower Foundation, karena pemberian dari pemerintah mengharuskannya menunjukkan kartu identitas Thailand.

"Jika bukan karena Empower, saya akan bunuh diri," kata Bua dikutip dari Free Malaysia Today.

Ia meminta dalam wawancara untuk tidak menggunakan nama aslinya agar anggota keluarganya tidak mengetahui tentang pekerjaannya.

Sementara Thailand telah mengumumkan rencana untuk bar dan tempat karaoke untuk dibuka kembali setelah ditutup selama empat bulan akibat pandemi Covid-19.

Sebuah laporan UNAIDS 2014 memperkirakan ada 123.530 pekerja seks di Thailand, tetapi kelompok-kelompok advokasi menyebutkan angka itu lebih dari dua kali lipat jumlahnya, termasuk puluhan ribu migran dari negara tetangga Myanmar, Laos, Kamboja dan Vietnam.

baca juga

Banyak perempuan muda sekarang berada di antara dua juta warga Thailand yang dipercayai oleh badan perencanaan negara mungkin akan menganggur tahun ini karena dampak virus itu.

Di Thailand, pelacuran adalah pekerjaan ilegal dan dihukum dengan denda 1.000 baht (sekitar Rp 460 ribu). Sementara pelanggan yang membayar untuk seks dengan pekerja di bawah umur dapat dipenjara hingga enam tahun.

Namun selama bertahun-tahun, negara ini mulai dikenal untuk wisata seks, dengan sejumlah besar bar, panti pijat, dan ruang karaoke yang jumlahnya berlipat ganda karena jumlah wisatawan melonjak karena undang-undang tidak ditegakkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenari Jadi Kelurahan dengan Tingkat Kasus Corona Tertinggi di Jakarta

Kenari Jadi Kelurahan dengan Tingkat Kasus Corona Tertinggi di Jakarta

News | Rabu, 01 Juli 2020 | 20:54 WIB

Perempuan Sedih Usai Hubungan Seks, Pasien Covid-19 Alami Nyeri Misterius

Perempuan Sedih Usai Hubungan Seks, Pasien Covid-19 Alami Nyeri Misterius

Health | Rabu, 01 Juli 2020 | 18:37 WIB

Sering Dianggap Berbahaya, Apa Itu Super Spreader dalam Virus Corona?

Sering Dianggap Berbahaya, Apa Itu Super Spreader dalam Virus Corona?

Health | Rabu, 01 Juli 2020 | 19:45 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×