Ketahui Pengertian Hedon dan Dampaknya Pada Kehidupan Sehari-hari!

Risna Halidi

Minggu, 16 Agustus 2020 | 17:30 WIB
Ketahui Pengertian Hedon dan Dampaknya Pada Kehidupan Sehari-hari!

Suara.com - Kita tentu sering mendengar kata hedon atau hedonisme. Kata tersbebut kerap digunakan untuk menggambarkan perilaku foya-foya atau menghamburkan uang untuk sesuatu hal yang dianggap tidak perlu.

Dikutip Suara.co dari lifepal.co.id, hedonisme berasal dari bahasa Yunani yaitu hedone yang berarti kesenangan. Secara garis besar, hedonisme mengajarkan bahwa tujuan hidup yang terbaik adalah mengejar kebahagiaan sebanyak-banyaknya dan sebisa mungkin menghindari perasaan yang menyakitkan.

Setidaknya terdapat tiga macam hedonisme yang menimpa kehidupan masyarakat, yaitu:

1. Psychological hedonism
Hedonisme dengan kategori psikologikal ini menganggap bahwa manusia memang dilahirkan mengejar kesenangan. Jadi, secara naluri, manusia akan menghindari apa pun yang bisa menyakiti perasaannya.

2. Evaluative hedonism
Dalam konsep evaluative hedonism, seseorang menganggap bahwa faktor kesenangan adalah sesuatu yang berharga, sementara ketidaksenangan merupakan kondisi yang tidak layak untuk dirasakan.

3. Rationalizing hedonism
Konsep hedonisme yang rasional ini dinilai lebih masuk akal sebab saat seseorang menginginkan suatu kesenangan, dia memikirkan dulu konsekuensi dari perbuatannya.

Beberapa ciri umum perilaku hedonisme adalah pertama, berpikir bahwa tujuan hidup hanyalah bersenang-senang atau mencari kesenangan saja.

Kedua, sikap hedonisme ini sering berakhir pada konsumerisme. Orang tersebut malah mengutamakan keinginan daripada kebutuhan. Ketiga, penganut paham hedonisme kadanag lupa bahwa menahan rasa sakit justru membawa keuntungan tertentu.

Ilustrasi belanja di mal [shutterstock]
Ilustrasi belanja di mal [shutterstock]

Menariknya, kehidupan yang dilatari sikap hedon tidak selalu berakhir dengan nahas karena setidaknya orang semacam itu selalu bekerja keras untuk mengejar target. Target dalam hal ini bisa berarti harta, karier, kreativitas, dan apa pun yang dianggapnya berharga.

baca juga

Namun di lain sisi apabila hedonisme tidak dikendalikan akhirnya justru berefek negatif kepada kehidupan finansial pelaku. Karena demi mengejar kesenangan, segalanya akan dikorbankan, termasuk uang, waktu, reputasi, dan bahkan keluarga.

Lalu, apa saja dampak positif dan negatif hedonisme? Berikut daftarnya!

Dampak Positif
Menciptakan kebahagiaan dari diri sendiri
Banyak orang mengeluh karena sulit mencari kebahagiaan yang asalnya dari diri sendiri. Mungkin hal seperti itu bisa ditemukan di orang-orang yang menerapkan gaya hidup hedon. Sebab mereka bisa dengan mudahnya bahagia dengan mendapatkan apa yang dia inginkan, contohnya seperti berbelanja baju.

Menggerakan roda perekonomian
Sikap Hedonisme ternyata secara langsung maupun gak langsung bisa berdampak kepada kehidupan banyak orang, salah satunya dengan menggerakan roda perekonomian. Semakin banyak orang berbelanja suatu kebutuhan atau keinginan tentunya akan meningkatkan ekonomi di suatu wilayah.

Dampak Negatif
Menjadi boros
Sebagaimana hanya berfokus pada keinginan saja, seseorang yang hedon hanya memikirkan keinginan pribadi. Tidak heran, akhirnya mereka begitu boros menggunakan uang. Apalagi kalau tidak menganggarkan alokasi dana setiap bulan atau periode.

Memicu utang
Kemudian, seseorang yang hedon juga cenderung impulsif. Sikap impulsif biasanya diperlihatkan dengan ketidakmampuan seseorang untuk menggunakan logika sebaik mungkin. Pada kasus ini, saat dia tidak sanggup memenuhi keinginannya karena keterbatasan bujet, dia tidak segan-segan berutang.

Tidak memikirkan masa depan
Pada tingkatan yang lebih parah, sikap hedonisme bisa berujung kepada upaya mengejar kenikmatan sesaat saja. Orang yang benar-benar terobsesi untuk bersenang-senang akan melupakan masa depan. Akhirnya, dia gagal mengalokasikan penghasilannya untuk menghimpun dana darurat, investasi, apalagi asuransi.

Untuk berhenti dari gaya hidup hedon atau hedonisme emang bukanlah perkara mudah, butuh upaya dan tekad yang kuat menghindari kebiasaan tersebut terulang di masa yang akan datang. Tapi tak usah khawatir, kamu bisa mengikuti beberapa tips anti-hedon berikut ini:

  • Membuat perencanaan keuangan
  • Menganggarkan alokasi kebutuhan bulanan
  • Mencatat seluruh pengeluaran
  • Prioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan
  • Rutin bersedekah
  • Sediakan dana untuk asuransi sebagai perlindungan diri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahasiswa USU Demo soal Uang Kuliah, Bawa Spanduk "Rektor Gak Punya Hati"

Mahasiswa USU Demo soal Uang Kuliah, Bawa Spanduk "Rektor Gak Punya Hati"

News | Sabtu, 15 Agustus 2020 | 05:05 WIB

SocMedPay Permudah Transaksi Jual Beli di Media Sosial

SocMedPay Permudah Transaksi Jual Beli di Media Sosial

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2020 | 16:10 WIB

Bahan Dasar Uang Dolar AS Ternyata dari Pohon Pisang Indonesia

Bahan Dasar Uang Dolar AS Ternyata dari Pohon Pisang Indonesia

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2020 | 16:20 WIB

Terkini

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×