Sosialisasi Protokol Kesehatan, Upaya Pulihkan Pariwisata di Wae Rebo NTT

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 16 September 2020 | 14:12 WIB
Sosialisasi Protokol Kesehatan, Upaya Pulihkan Pariwisata di Wae Rebo NTT
Gerakan BISA di Kampung Wae Rebo. (Labuan Bajo Flores Tourism Authority)

Suara.com - Seiring dibukanya kembali aktivitas pariwisata, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) secara simultan melaksanakan kegiatan padat karya melalui Gerakan BISA atau Bersih, Indah, Sehat, Aman. Gerakan itu digagas oleh Kemenparekraf sebagai upaya pemulihan sektor pariwisata melalui penguatan destinasi dengan menerapkan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan (Cleanliness, Health, Safety, Environment/CHSE) secara disiplin.

Salah satu lokasi wisata yang melakukan gerakan BISA adalah kampung adat Wae Rebo yang secara resmi telah dibuka kembali oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada 6 September 2020.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu turut melibatkan masyarakat lokal Kampung Wae Rebo sendiri dengan harapan bisa bersiap kembali menerima kunjungan wisatawan. Sekaligus upaya mensosialisasikan tatanan normal baru melalui penerapan standar protokol CHSE di destinasi wisata.

Direktur Utama BOPLBF Shana Fatina menyampaikan dukungannya untuk masyarakat kampung adat Wae Rebo. Menurut Shana, letak Wae Rebo yang jauh dan berada di ketinggian menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Wae Rebo letaknya jauh dan di ketinggian. Penerapan protokol CHSE harus benar-benar disiplin demi keselamatan bukan hanya wisatawannya, tetapi juga masyarakatnya. Ini yang mau kita dorong dan kita benar-benar edukasi agar masyarakat benar-benar paham betapa pentingnya disiplin terhadap protokol kesehatan ini," jelas Shana.

Gerakan BISA di Kampung Wae Rebo. (Labuan Bajo Flores Tourism Authority)
Gerakan BISA di Kampung Wae Rebo. (Labuan Bajo Flores Tourism Authority)

Selain edukasi tentang protokol kesehatan, Shana menegaskan, penyiapan protokol CHSE akan dikembangkan termasuk dengan mendesain jalur evakuasi Kampung Wae Rebo. Sehingga pengamanan keselamatan dan kesehatan akan lebih terjamin.

“Ke depannya, masyarakat Wae Rebo juga akan dilatih tentang bagaimana mengatasi masalah kesehatan yang mendesak. Perlu didesain jalur evakuasi, sehingga bisa menjamin kemanan dan keselamatan masyarakat maupun wisatawan," tambah Shana.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pelestarian Budaya dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Alam dan Budaya Wae Rebo Fransiskus Mudir mengatakan kegiatan BISA itu bisa menjadi awal yang baik bagi para masyarakat Wae Rebo.

“Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata melalui BOPLBF yang tak henti-hentinya memberikan dukungan kepada kami. Ini menjadi awal yang baik. Kegiatan seperti ini kami perlukan saat ini. Sehinggga kami tidak terus-terusan terkurung dalam rasa takut yang berlebihan," kata Fransiskus.

Fransiskus berharap, Gerakan BISA dapat menjadi pemicu agar gaya hidup bersih dan sehat dapat makin diterapkan dan kedepannya menjadi gaya hidup masyarakat Kampung Wae Rebo.

Setelah melakukan kegiatan bersih–bersih bersama dan simulasi penerapan protokoler kesehatan, BOPLBF juga memberikan secara simbolis beberapa peralatan pendukung untuk kelancaran penerapan normal baru pada destinasi wisata seperti alat Thermo Gun, pembagian masker dan Face Shield. Serta alat-alat kebersihan seperti sapu lidi dan alat kebersihan lainnya.

Pelaksanaan Gerakan BISA di Kampung Adat Wae Rebo itu menjadi yang ke-5 digelar BOPLBF. Gerakan BISA pertama kali dilaksanakan di Kab. Sikka, Pulau Komodo, Kab. Ende, Kampung Air Labuan Bajo, dan di Wae Rebo Kab. Manggarai.

Kampung Adat Wae Rebo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Manggarai. Terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Wae Rebo menjadi salah satu desa tertinggi yang ada di Indonesia dengan pemandangan yang sangat indah dengan dikelilingi pegunungan.

Karena lokasinya yang cukup tinggi, para wisatawan harus melakukan treking selama dua jam untuk mencapai desa dengan melewati 3 pos pendakian. Namun perjalanan itu akan terbayar dengan ramahnya penduduk, pemandangan yang indah, dan juga kopi panas yang merupakan salah satu produk perkebunan masyarakat Desa Wae Rebo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Denda, Bupati Landak Kalbar Minta PNS Jangan Layani Warga Tak Bermasker

Tak Denda, Bupati Landak Kalbar Minta PNS Jangan Layani Warga Tak Bermasker

Kalbar | Rabu, 16 September 2020 | 10:43 WIB

Mendaki Pulau Padar, Tempat Terbaik Nikmati Hamparan Laut Labuan Bajo

Mendaki Pulau Padar, Tempat Terbaik Nikmati Hamparan Laut Labuan Bajo

Lifestyle | Rabu, 16 September 2020 | 08:48 WIB

Jakarta Kembali PSBB, Google Doodle Ingatkan Penggunaan Masker

Jakarta Kembali PSBB, Google Doodle Ingatkan Penggunaan Masker

Tekno | Rabu, 16 September 2020 | 07:30 WIB

Terkini

4 Zodiak Paling Hoki dan Berlimpah Keberuntungan Hari Ini 25 Maret 2026

4 Zodiak Paling Hoki dan Berlimpah Keberuntungan Hari Ini 25 Maret 2026

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:19 WIB

Kebijakan WFA Setelah Lebaran Sampai Kapan? Ini Aturannya

Kebijakan WFA Setelah Lebaran Sampai Kapan? Ini Aturannya

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:12 WIB

Ramalan Zodiak Cinta 25 Maret 2026: Aries hingga Pisces Harus Jujur

Ramalan Zodiak Cinta 25 Maret 2026: Aries hingga Pisces Harus Jujur

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:56 WIB

6 Sepatu Jalan Kaki Tanpa Tali Alternatif Skechers Versi Brand Lokal

6 Sepatu Jalan Kaki Tanpa Tali Alternatif Skechers Versi Brand Lokal

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:42 WIB

7 Parfum Indomaret Pria Tahan Lama dengan Wangi Semerbak

7 Parfum Indomaret Pria Tahan Lama dengan Wangi Semerbak

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:25 WIB

10 Ayat Al-Quran yang Cocok Dibacakan saat Acara Halal Bihalal Lebaran

10 Ayat Al-Quran yang Cocok Dibacakan saat Acara Halal Bihalal Lebaran

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:24 WIB

Bolehkah Swasta Ikut WFA Saat Arus Balik Lebaran 2026? Simak SE Menteri Terbaru

Bolehkah Swasta Ikut WFA Saat Arus Balik Lebaran 2026? Simak SE Menteri Terbaru

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:17 WIB

WFH Hemat BBM Setelah Lebaran Mulai Kapan? Ini Aturan Lengkapnya

WFH Hemat BBM Setelah Lebaran Mulai Kapan? Ini Aturan Lengkapnya

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:12 WIB

7 Rekomendasi Tinted Sunscreen Non Comedogenic, Aman untuk Kulit Berjerawat

7 Rekomendasi Tinted Sunscreen Non Comedogenic, Aman untuk Kulit Berjerawat

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:06 WIB

Kekayaan Yaqut Cholil Qoumas yang Jadi Tahanan Rumah hingga Tak Diborgol

Kekayaan Yaqut Cholil Qoumas yang Jadi Tahanan Rumah hingga Tak Diborgol

Lifestyle | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:52 WIB