alexametrics

Di Tengah Gelombang Protes, Thailand Izinkan Turis China Berkunjung

M. Reza Sulaiman
Di Tengah Gelombang Protes, Thailand Izinkan Turis China Berkunjung
Para pedemo pro demokrasi memadati jalan saat aksi protes anti pemerintah, pada peringatan 47 tahun pemberontakan mahasiswa tahun 1973, di Bangkok, Thailand, Rabu (14/10/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Jorge Silva/FOC/djo

Otoritas Thailand mengizinkan turis dari China untuk berkunjung di tengah gelombang protes dari masyarakat.

Suara.com - Gelombang protes terhadap kerajaan dan pemerintah di Thailand masih berlangsung hingga hari ini, Rabu (21/10/2020).

Meski begitu, otoritas Pariwisata Thailand (TAT) menyampaikan rombongan pertama turis China yang terdiri dari 41 orang telah tiba di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok dari Shanghai pada Selasa (20/10) sore.

Yutthasak Supasorn, Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand menyampaikan gelombang kedua turis China yang terdiri dari sekitar 100 orang dari provinsi Guangdong juga akan tiba pada 26 Oktober.

Yutthasak mengatakan tidak akan ada upacara penyambutan bagi wisatawan China.

Baca Juga: Demo di Thailand Masuk Hari Ke-6, Massa Putar Lagu K-Pop Girls' Generation

Mereka akan menjalani pemeriksaan Covid-19 pada saat kedatangan.

Menurut Yutthasak, para turis China itu akan diisolasi selama 14 hari sebelum dapat melakukan perjalanan ke tempat lain.

"Mereka akan diminta untuk memasang aplikasi pelacakan di ponsel pintar mereka," kata Yutthasak.

Selama di karantina, wisatawan China itu juga harus menjalani tes swab pertama pada hari ke-3 hingga ke-5 setelah kedatangan, dan tes kedua akan dilakukan pada hari ke-11 hingga ke-14.

Yutthasak meyakini konflik politik yang terjadi saat ini tidak akan berdampak serius bagi wisatawan asing karena protes sejauh ini berlangsung damai.

Baca Juga: Unjuk Rasa di Thailand Memasuki Hari Keenam, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Komentar