Tuai Kecaman, Perusahaan Ini Batasi Waktu Penggunaan Toilet Bagi Karyawan

Risna Halidi | Luthfi Khairul Fikri
Tuai Kecaman, Perusahaan Ini Batasi Waktu Penggunaan Toilet Bagi Karyawan
Ilustrasi toilet. (Pixabay/ganzarolisara)

Alat pengatur waktu digital serta sensor kecil itu tergantung di setiap pintu toilet.

Suara.com - Sebuah perusahaan teknologi berbasis di Beijing -- Kuaishou, baru-baru ini memicu kemarahan di media sosial China setelah beredar video yang memperlihatkan adanya alat pengatur waktu digital di atas toilet karyawan.

Alat pengatur waktu digital serta sensor kecil itu tergantung di setiap pintu toilet. Alasan dipasangnya alat tersebut adalah untuk mencegah karyawan membuang-buang waktu di toilet hingga menyebabkan produktivitasnya menurun.

Tentu saja hal tersebut menuai reaksi pengguna media sosial di China yang beragam. Tak sedikit dari mereka mengecam tindakan perusahaan yang dianggap di luar batas serta hanya mementingkan keuntungan perusahaan saja.

“Ini pelanggaran hak asasi manusia dan privasi. Seolah perusahaan hanya mencari keuntungan semata untuk mengatur karyawan bekerja dalam tekanan,” demikian tulis netizen dalam menanggapi video tersebut, seperti dikutip dari Oddity Central, Jumat (30/10/2020).

Baca Juga: Geger Moge Honda Jadi Armada Buat Beli Sayur, Benar-benar Melawan Takdir

Sementara itu, pihak perusahaan pun menjelaskan bahwa penghitung waktu tidak dimaksudkan untuk membatasi penggunaan toilet karyawan, melainkan sebagai solusi untuk masalah penggunaan toilet.

Gedung perkantoran Kuaishou dilaporkan mengalami kekurangan toilet, dan karena tata letaknya, fasilitas toilet baru tidak dapat dibangun. Perusahaan mengatakan memutuskan untuk memasang pengatur waktu, yang juga berfungsi sebagai penghitung.

“Hal itu bukan semata-mata untuk mengatur waktu karyawan tetapi bertujuan untuk melihat berapa banyak orang yang menggunakan toilet, dan untuk menentukan berapa banyak toilet portable yang perlu dipasang untuk menampung stafnya nantinya,” tulis pernyataan perusahaan tersebut.

Meskipun sudah mengatakan alasannya, banyak netizen yang tidak percaya atas jawaban tersebut. Mereka percaya bahwa tindakan perusahaan Kuaishou hanya akal-akalan untuk meningkatkan profit perusahaan saja.

Bagaimana pendapatmu?

Baca Juga: Viral Wanita Bawa Mobil Masuk Mal Buat Belanja, Warganet: S3 Marketing

Komentar