Suara.com - Pandemi Covid-19 adalah masa yang penuh dengan ketidakpastian, baik dari sisi kesehatan hingga ekonomi.
Hal ini pun memunculkan diskusi tentang asuransi. Perlukah memiliki asuransi mandiri jika sudah mengikuti program BPJS dan asuransi kantor?
Perencana keuangan Prita Ghozie mengatakan efek dari resesi bisa berupa ekonomi yang lesu, yang berdampak pada daya beli masyarakat melemah, penghasilan merosot, rendahnya tingkat konsumsi, investasi tidak bergairah, hingga gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Selain memastikan pengelolaan keuangan, kepastian asuransi kesehatan jiwa tetap aktif juga sangat penting untuk diperhatikan. Asuransi yang aktif, maka seseorang bisa bekerja dengan tenang meski berada di masa resesi.
Ia juga mengatakan fokus saat pandemi harus berpusat pada kesehatan. Maka asuransi kesehatan tetap harus diutamakan dibanding asuransi lainnya.
"Jadi kalau asuransi jiwa diutamakan untuk yang sudah punya tanggungan atau pemberi nafkah (tulang punggung), maka asuransi kesehatan penting untuk dimiliki semua orang tanpa memandang latar belakang," ujar Prita Ghozie dalam acara webinar #eAZyDiRumahAja yang digelar Allianz Indonesia, Rabu (25/11/2020).
"Ditambah saat ini semakin banyak risiko yang bisa terjadi terhadap kita di tengah pandemi ini," sambungnya.
Lalu bagaimana jika Anda sudah terdaftar asuransi negara seperti BPJS dan asuransi yang disediakan kantor?
Maka jika ada rezeki berlebih tidak ada salahnya mengambil asuransi tambahan kesehatan biasa.
Baca Juga: Ponsel Kecopetan Bisa Ditanggung Asuransi Tokopedia? Ini Faktanya
"Tapi ambil yang punya santunan tunai harian dan penyakit kritis. Karena untuk benefit perawatan sudah bisa di-cover oleh kantor," jelas Prita.