Siap Sambut Wisatawan, Desa Adat Penglipuran Ketatkan Protokol Kesehatan

Risna Halidi

Rabu, 09 Desember 2020 | 09:07 WIB
Siap Sambut Wisatawan, Desa Adat Penglipuran Ketatkan Protokol Kesehatan
Desa Adat Penglipuran (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Desa Adat Penglipuran menjadi salah satu lokasi wisata populer yang terletak di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.

Sempat ditutup selama hampir delapan bulan, desa yang dinobatkan sebagai salah satu desa terbersih di dunia tersebut kembali dibuka sejak 17 Oktober 2020 lalu.

Kepala Pengelola Desa Adat Penglipuran I Nengah Moneng mengatakan, pihaknya kini telah melakukan mitigasi penangatan Covid-19 dan membentuk satuan tugas Covid-19 berbasis adat yang disebut Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Penglipuran.

"Kami mendapatkan bimbingan dari pemerintah Kabupaten Bangli untuk kemudian diverifikasi oleh kabupaten dan disertifikasi oleh Kementerian tingkat nasional. Kami mengikuti yang namanya desa wisata berkelanjutan atau sustainable tourism," kata I Nengah kepada Suara.com dalam satu kesempatan.

Untuk bisa kembali operasional dan menyambut wisatawan, desa yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 1028 jiwa tersebut harus melengkapi kebutuhan sertifikasi CHSE atau Clean, Health, Safety & Environment).

Sertifikasi CHSE digunakan untuk menggambarkan ketentuan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan adalah proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, usaha atau fasilitas lain terkait lingkungan masyarakat, dan destinasi pariwisata.

"Auditor ditentukan oleh Kementerian (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). Tapi yang terpenting bagaimana kami menjaga protokol kesehatandan kenyamanan tamu bisa terjamin," tambah I Nengah.

Protokol kesehatan di Desa Wisata penglipuran (Dok. Kemenparekraf)
Protokol kesehatan di Desa Wisata penglipuran (Dok. Kemenparekraf)

Untuk mempraktikan protokol kesehatan, setiap pengunjung yang akan masuk diwajibkan untuk dicek suhu tubuh terlebih dahulu serta mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Pengunjung juga diwajibkan menggunakan masker dan menjaga jarak satu sama lain.

Kini, desa dengan luas 102 hektar tersebut telah menyediakan sebanyak 30 wastafel portabel di berbagai sudut desa, serta mewajibkan semua rumah adat untuk memiliki sanitasi bersih serta menyediakan hand sanitizer di pintu gerbang.

baca juga

Untuk meninjau pelaksaan protokol kesehatan CHSE di lapangan, Kemenparekraf membentuk program perjalanan bertajuk We Love Bali yang melibatkan masyarakat Bali untuk meninjau destinasi dan melihat langsung penerapan protokol kesehatan yang dijalankan Desa Adat Penglipuran.

Melalui kampanye ini, diharapkan masyarakat dapat membentuk "safety awareness" yang perlahan tercipta dalam pola pikir pelaku usaha pariwisata di Bali dan juga wisatawan.

"Diharapkan industri pariwisata di Bali mulai bergerak dan semangat untuk kembali berkarya sekaligus memberikan edukasi dalam mengimplementasikan protokol kebiasaan baru," kata Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Rizki Handayani dalam keterangan pers yang diterima Suara.com beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sukses Digelar, Intip 4 Potret Meriahnya CHSE Experience Yogyakarta

Sukses Digelar, Intip 4 Potret Meriahnya CHSE Experience Yogyakarta

Jogja | Kamis, 03 Desember 2020 | 15:37 WIB

CHSE Experience Sukses Digelar, Begini Respons Kadispar DIY Singgih Raharjo

CHSE Experience Sukses Digelar, Begini Respons Kadispar DIY Singgih Raharjo

Jogja | Kamis, 03 Desember 2020 | 14:31 WIB

Kemenparekraf Sosialisasikan Panduan Acara Era New Normal Berbasis CHSE

Kemenparekraf Sosialisasikan Panduan Acara Era New Normal Berbasis CHSE

Lifestyle | Jum'at, 04 Desember 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan

Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:01 WIB

Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau

Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan

Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:59 WIB

Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus

Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:58 WIB

Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial

Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia

Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek

Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:56 WIB

Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari

Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:55 WIB

WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis

WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Studi Ungkap Dampak Penuaan Mikroplastik terhadap Polutan di Tanah

Studi Ungkap Dampak Penuaan Mikroplastik terhadap Polutan di Tanah

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:55 WIB

×