6 Fakta Unik Kue Keranjang, Pembawa Kesejahteraan yang Dibuat dalam 12 Jam

Farah Nabilla

Jum'at, 12 Februari 2021 | 15:37 WIB
6 Fakta Unik Kue Keranjang, Pembawa Kesejahteraan yang Dibuat dalam 12 Jam
Iustrasi kue keranjang. (Shutterstock)

Suara.com - Kue keranjang menjadi hidangan yang tidak pernah ketinggalan saban perayaan Imlek. Bukan hanya kalangan Tionghoa, masyarakat umum pun bisa menikmati legitnya kue berbentuk bulat ini.

Tradisi Tionghoa mewajibkan orang-orang yang sedang merayakan tahun baru Imlek membagi-bagikan kue keranjang kepada sanak saudara dan kolega. Namun jangan salah, kue keranjang tak sekadar kue. Berikut 6 fakta unik kue keranjang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Kue Pembawa Kesejahteraan

Kue keranjang berasal dari bahasa Mandarin Nian Gao. Nian berarti tahun dan Gao berarti kue. Dari asal-usul namanya kue keranjang diharapkan membawa kesejahteraan sepanjang tahun, serta kesejahteraan yang meningkat dari hari ke hari. Itulah sebabnya kue keranjang tidak pernah absen hadir di setiap awal tahun dalam perayaan Imlek. Rasa kuenya yang manis juga dimaksudkan agar yang memakannya selalu berperilaku dan berkata baik.  

Produksi kue keranjang di Jalan Bouraq, Tangerang, Banten, Jumat (9/2).
Produksi kue keranjang di Jalan Bouraq, Tangerang, Banten, Jumat (9/2).

2. Kue yang Dibuat dalam 12 Jam

Kue keranjang dibuat dengan bahan yang dikukus selama 12 jam. Sebelumnya fermentasi tepung juga dilakukan selama 10 – 12 hari. Proses pembuatan yang lama ini menjadikan kue keranjang kenyal dan manis, menyatu dengan racikan bumbunya.

Kesabaran dalam proses memasak kue keranjang memiliki filosofi bahwa kehidupan harus dijalani dengan penuh kegigihan, ketekunan, dan kesabaran. Proses yang lama ini pada akhirnya sebanding dengan kadaluwarsanya yang bisa mencapai berbulan-bulan kemudian.   

3. Persembahan untuk Dewa Dapur

Selain dimakan bersama keluarga besar saat perayaan Imlek, kue keranjang juga diyakini menjadi persembahan untuk Dewa Dapur. Dengan mempersembahkan kue keranjang, Dewa Dapur diharapkan dapat melaporkan hal-hal baik saat kembali ke surga.

baca juga

Legenda lain menyebutkan kue keranjang mengandung pesan agar warga tidak pernah memandang buruk atas segala sesuatu yang terjadi dunia. Pesan itu pernah disampaikan Perdana Menteri yang terkenal bijaksana di Tiongkok, Wu Zixu.

Benar saja, setelah Wu Zixu meninggal dunia, terjadi bencana kelaparan di Tiongkok. Warga kemudian membuat kue keranjang untuk menyelamatkan nyawa dari bahan-bahan yang sudah dipersiapkan sang perdana menteri sebelum meninggal.

4. Lambang Hubungan Persaudaraan Tanpa Batas

Sudah menjadi tradisi bagi warga Tionghoa untuk membagi-bagikan kue keranjang kepada kerabat. Kue keranjang juga dimakan saat jamuan Imlek bersama keluarga besar. Kue keranjang yang berbentuk bulat tanpa sudut memang melambangkan hubungan persaudaraan tanpa batas. Kue dengan tekstur yang lengket juga melambangkan hubungan persaudaraan yang tinggi.  

5. Akulturasi Budaya Indonesia

Meskipun berasal dari Tiongkok, kue keranjang sudah menjadi akulturasi budaya Indonesia. Kue ini bisa diolah kembali sesuai dengan selera, misalnya menjadi camilan manis dengan dicampur adonan tepung dan telur kemudian digoreng.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibadah Imlek Dibatasi karena Pandemi, Yusuf: Luar Biasa, Kami Bisa Bernapas

Ibadah Imlek Dibatasi karena Pandemi, Yusuf: Luar Biasa, Kami Bisa Bernapas

News | Jum'at, 12 Februari 2021 | 15:26 WIB

146 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek, Paling Banyak ke Arah Timur

146 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek, Paling Banyak ke Arah Timur

Bekaci | Jum'at, 12 Februari 2021 | 15:16 WIB

Menilik Bagi Angpao di Masjid Babah Alun, Ramaikan Imlek dan Jumat Shodaqoh

Menilik Bagi Angpao di Masjid Babah Alun, Ramaikan Imlek dan Jumat Shodaqoh

Jakarta | Jum'at, 12 Februari 2021 | 14:52 WIB

Tahun Baru Imlek, Masjid Babah Alun Desari Bagikan Angpao Buat Dhuafa

Tahun Baru Imlek, Masjid Babah Alun Desari Bagikan Angpao Buat Dhuafa

News | Jum'at, 12 Februari 2021 | 14:50 WIB

Sejarah Barongsai, Sang Pengusir Roh Jahat yang Membawa Keberuntungan

Sejarah Barongsai, Sang Pengusir Roh Jahat yang Membawa Keberuntungan

News | Jum'at, 12 Februari 2021 | 14:49 WIB

Terkini

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×