Inilah Alasan Mengapa Pemerintah Meniadakan Mudik

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Selasa, 04 Mei 2021 | 06:17 WIB
Inilah Alasan Mengapa Pemerintah Meniadakan Mudik
Ilustrasi mudik dengan sepeda motor [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pemerintah kembali menegaskan larangan mudik sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat dari penularan Covid-19. Hal ini juga merupakan upaya untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito, mengungkap lima alasan mengapa pemerintah meniadakan mudik. Ini dia.

1. Meningkatnya mobilitas penduduk berdampak meningkatkan jumlah kasus aktif
Prof. Wiku memaparkan data terkait mobilitas kasus yang terjadi di tiga provinsi selama 4 bulan terakhir, yakni pada 1 Januari-12 April 2021 di Riau, Jambi, dan Lampung.

“Ketiga provinsi ini menunjukkan tren peningkatan mobilitas penduduk ke pusat perbelanjaan, yang beriringan dengan tren peningkatan jumlah kasus aktif,” ungkap Prof. Wiku lewat keterangan yang diterima Suara.com, Senin (3/5/2021).

Kenaikan mobilitas di Riau sebesar 7 persen, diiringi kenaikan kasus aktif mingguan sebesar 71 persen. Lalu di Jambi, mobilitas penduduk sebesar 23 persen, diikuti kenaikan kasus aktif sebesar 14 persen. Sementara di Lampung, kenaikan mobilitas sebesar 33 persen, diiringi kasus aktif 14 persen.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati saat berpergian, khususnya pada periode libur Hari Raya Idulfitri.

2. Mudik jadi sarana pelepas rindu, tapi risikonya besar di saat pandemi
Mudik memang menjadi pelepas rindu kepada keluarga dan juga sanak saudara di kampung. Namun di masa pandemi ini, sangatlah berisiko jika memaksakan diri untuk mudik.

Prof. Wiku mengatakan, cara paling bijaksana untuk menunjukkan kasih sayang kepada keluarga di kampung adalah dengan melindungi mereka, terutama bagi usia lanjut, dari risiko tertular Covid-19.

“Lansia mendominasi korban jiwa akibat Covid-19, yakni sebesar 48 persen. Untuk itu, pemerintah meminta masyarakat agar jangan mudik, dan jaga diri sendiri dan keluarga di kampung halaman,” ungkapnya.

baca juga

3. Meningkatnya kasus berpotensi meningkatkan kematian
Larangan mudik menjadi langkah untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19. Karena jika kasus kembali naik, maka hal ini juga berdampak langsung terhadap keterisian tempat tidur di rumah sakit.

“Dan yang paling kita takutkan, tentu adalah naiknya angka kematian,” jelas Prof. Wiku.

4. Perjalanan mudik berpotensi menularkan Covid-19
Walaupun masyarakat sudah memiliki surat hasil tes negatif, bukan berarti bebas dari Covid-19. Karena saat berada di perjalanan mudik, peluang penularan virus selalu terbuka. Jika hal ini terjadi, tentu dapat membahayakan saudara yang ada di kampung.

5. Penularan virus tidak mengenal batas teritorial negara
Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya mutasi virus yang menular dari satu negara ke negara lain, termasuk di Indonesia. Dalam menghadapi ancaman yang datang dari dalam dan luar negeri, Pemerintah melalui lintas kementerian/Lembaga bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), melakukan pembatasan mobilitas untuk mencegah impor kasus antarnegara maupun antardaerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saran Psikolog Agar Lebaran Tetap Berkesan Meski Tidak Bisa Mudik

Saran Psikolog Agar Lebaran Tetap Berkesan Meski Tidak Bisa Mudik

Lifestyle | Selasa, 04 Mei 2021 | 05:53 WIB

Warga Makassar Hanya Boleh Mudik ke Maros, Gowa, dan Takalar

Warga Makassar Hanya Boleh Mudik ke Maros, Gowa, dan Takalar

Sulsel | Selasa, 04 Mei 2021 | 03:00 WIB

Kocak! Kisah Cerdik Sopir Bus Angkut Pemudik Kelabui Petugas Bikin Ngakak

Kocak! Kisah Cerdik Sopir Bus Angkut Pemudik Kelabui Petugas Bikin Ngakak

Hits | Selasa, 04 Mei 2021 | 03:35 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×