alexametrics

Kisah Sukses Bisnis Sepatu PVRA, Sepatu Manik yang Tengah Digandrungi Perempuan

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar
Kisah Sukses Bisnis Sepatu PVRA, Sepatu Manik yang Tengah Digandrungi Perempuan
Sepatu Sandal Manik PVRA. (Shopee)

Awalnya, sepatu PVRA hanya diproduksi sebanyak 72 pasang.

Suara.com - Tak hanya menghadirkan bisnis yang tren, pelaku bisnis juga harus memposisikan diri sebagai konsumen dan melakukan riset pasar agar dapat menciptakan inovasi yang sesuai. Selian memastikan bahwa produk atau jasa yang ingin dikembangkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen, juga harus cermat dan kreatif untuk menghadirkan bisnis yang bisa bertahan lama di tengah ketatnya persaingan pasar.

Hal itu disampaikan Kara Nugroho, Co-Founder & Creative Director PVRA, saat menceritakan awal mula bisnis sepatu PVRA, di acara ShopeePay Talk bertema ‘Dari Tren Jadi Bisnis Kompeten’, Jumat (18/6/2021).

“Saya ketemu partner saya waktu kuliah di Australia. Dan saya kuliah sambil kerja part time. Saya dapat di toko sepatu dan partner saya di jewerly, karena saya suka banget sepatu dan dia suka jewerly. Kita mau bikin sesuatu yang belum ada trend di market setelah lulus,” ungkap Kara.

Hingga akhirnya Kara dan partner-nya memutuskan untuk menggabungkan kesukaan mereka berdua, dan jadilah bisnis sepatu manik PVRA.

Baca Juga: Pentingnya Peran Digital Marketing Dalam Membantu Kesuksesan Bisnis

“Kita gabungin kedua hal yang kita suka. Karena dalam menjalani bisnis penting banget sesuai dengan apa yang kita suka,” katanya lebih lanjut.

Jika jewelry biasanya dipakai di baju, PVRA menerapkannya pada sepatu. Menurut Kara, risikonya memang jadi besar, karena kadang sepatu bisa tersandung dan menabrak sesuatu, dan membuat hiasannya jadi lepas. Tapi, Kara dan partner-nya memberanikan diri dengan memperkenalkan sesuatu yang baru.

Awalnya, sepatu manik tersebut hanya diproduksi 72 pasang, dengan target penjualan selama tiga bulan secara perlahan-lahan. Bahkan saat itu, Kara dan partner-nya masih terus bekerja part time. Tak disangka, respons yang didapat cukup baik. Target penjualan awal untuk tiga bulan, namun tiba-tiba saja 72 pasang sepatu tersebut habis terjual dalam waktu tiga minggu.

"Dan kita belum ada rencana produksi ulang. Di situlah kita belajar bahwa membangun bisnis harus dipersiapkan secara matang,” katanya.

Kini, setelah 6 tahun berjalan, PVRA telah mengeluarkan beragam produk seperti heels dan flat shoes. Dan di masa pandemi ini, PVRA juga merambah jenis produk lainnya, seperti aksesori wanita, untuk semakin memperluas jangkauan pasarnya.

Baca Juga: Jasa Angkutnya Sepi, SC Pukuli Lawan Bisnis Sampai Gigi Rontok

"Kami di PVRA berusaha untuk selalu selalu up to date dengan tren yang sedang populer sehingga produk kami selalu dicintai pengguna. Salah satunya dengan memberikan sentuhan khas ala PVRA setiap produk alas kaki yang kami produksi," pungkas Kara.

Komentar