Berapa Jarak Perjalanan Boleh Tidak Puasa? Simak Penjelasannya sebelum Mudik Lebaran

Nur Khotimah Suara.Com
Senin, 16 Maret 2026 | 13:05 WIB
Berapa Jarak Perjalanan Boleh Tidak Puasa? Simak Penjelasannya sebelum Mudik Lebaran
Ilustrasi mudik lebaran (Freepik/odua)

Suara.com - Menjalankan puasa Ramadan merupakan sebuah ibadah wajib yang harus dilakukan setiap umat Islam yang telah memenuhi syarat.

Namun pada konteks melakukan perjalanan, hal ini dapat dikecualikan. Lalu berapa jarak perjalanan boleh tidak puasa yang benar menurut Islam?

Tidak sedikit aktivitas harian yang bisa menambah tantangan dalam berpuasa.

Meski memang pada akhirnya setiap tantangan ini menjadi berkah tersendiri, namun ada beberapa hal yang perlu diketahui ketika pada kondisi tertentu.

Dalam ajaran agama Islam, terdapat pengecualian kewajiban berpuasa untuk Anda yang melakukan perjalanan.

Jarak perjalanan, atau biasa disebut dengan istilah safar, memiliki perkiraan jarak yang cukup jelas untuk diikuti.

Perjalanan Jauh saat Bulan Ramadan, Boleh Tidak Berpuasa

Ilustrasi mudik membawa balita (Gemini AI)
Ilustrasi mudik. (Gemini AI)

Melansir NU Online, dalam Al-Quran surat Al-Baqarah Ayat 184, hal ini disebut dengan rukhsah bagi musafir. Bunyinya sendiri adalah sebagai berikut:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: "(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan orang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Baca Juga: 1 Syawal 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Jadwal Sidang Isbat Penentuan Lebaran

Selain itu ada cukup banyak referensi untuk jarak perjalanan boleh tidak berpuasa. Mayoritas ulama menetapkan batas minimal sekitar 80 hingga 90 kilometer atau dalam ukuran 4 farsakh.

Pada mazhab lain, seperti pada mazhab hanafi, menetapkan jarak yang lebih jauh, yakni setara dengan 132 kilometer.

Seorang bisa saja tidak berpuasa jika sudah meninggalkan kota tempat tinggal saat waktu subuh.

Jika Anda berangkat setelah subuh, wajib berniat puasa dan tidak boleh membatalkan, kecuali dalam kondisi sangat berat.

Opsi bagi Musafir yang Melakukan Perjalanan

Sebenarnya, keringanan ini diberikan dan dapat menjadi opsi bagi mereka yang melakukan perjalanan atau musafir.

Dalam syariat Islam, musafir dinyatakan diberi pilihan untuk tetap berpuasa atau tidak berpuasa selama perjalanan dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI