alexametrics

Mengenal Pengertian Siklus Hidrologi dan Jenis-jenisnya di Bumi

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Mengenal Pengertian Siklus Hidrologi dan Jenis-jenisnya di Bumi
Ilustrasi air. [Benjamin Balazs/Pixabay]

Apa arti siklus hidrologi itu dan apa saja jenis siklus hidrologi?

Suara.com - Air adalah sumber kehidupan manusia, setiap harinya manusia butuh minum air minimal 2 liter sehari.

Air juga menjadi kebutuhan dasar seperti untuk mandi, mencuci baju, dan sebagainya. Itulah mengapa pentingnya mengetahui siklus hidrologi.

Siklus hidrologi yang terjadi di bumi mampu memastikan ketersediaan air bersih, sehingga miliar manusia di bumi bisa tetap hidup. Lantas apa sih siklus hidrologi itu dan apa saja jenis siklus hidrologi?

Mengutip Ruang Guru, Jumat (9/7/2021) secara definisi, hidrologi berarti ilmu yang mempelajari air atau siklus air yang ada di atas maupun di dalam bumi.

Baca Juga: Lion Air Group Stop Sementara Penerbangan ke Sejumlah Kota di Papua

Ilustrasi sungai amazon. (Pexels/@Ian Turnell)
Ilustrasi sungai amazon. (Pexels/@Ian Turnell)

Sehingga siklus hidrologi adalah rangkaian atau tahapan yang dilalui oleh air dari bumi, ke atmosfer, dan kembali lagi ke bumi. Atau singkatnya air yang ada di bumi menguap, menjadi awan, lalu kembali menjadi hujan dan turun ke bumi.

Hal inilah yang menyebabkan volume air di bumi itu relatif sama dari tahun ke tahun, karena siklus berlangsung terus menerus.

Jenis siklus hidrologi terbagi dalam tiga jenis, yakni siklus air pendek, siklus air sedang, dan siklus air panjang.

1. Siklus air pendek
Seperti namanya, siklus air pendek adalah siklus yang paling pendek, yaitu air laut mengalami evaporasi atau penguapan. 

Evaporasi adalah proses menguapnya air dari laut, danau, sungai, atau permukaan air lain yang ada di bumi. Kunci utama dari evaporasi ini adalah panas matahari.

Baca Juga: Kopling Mobil Lengket? Tak Perlu ke Bengkel, Begini Trik Mengatasinya

Kemudian, uap air mengalami kondensasi dan berubah menjadi awan. Kondensasi adalah berubahnya wujud uap air menjadi titik-titik air, hingga akhirnya terbentuk menjadi awan. Setelah menjadi awan ini, akhirnya terjadilah proses presipitasi atau yang sering disebut hujan.

Komentar