alexametrics

Jenis Konten Video Paling Diminati Selama Pandemi Covid-19

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi
Jenis Konten Video Paling Diminati Selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi konten video. [Aaron Weiss/Unsplash]

Selama pandemi, banyak konten video dengan jumlah penonton yang semakin bertambah.

Suara.com - Saat pandemi Covid-19, masyarakat lebih banyak memanfaatkan teknologi untuk mengakses informasi, termasuk untuk kepentingan belajar. Jadi, tidak heran banyak konten video dengan jumlah penonton yang semakin bertambah.

Head of Public Affairs Southeast Asia, Google Ryan Rahardjo mengungkapkan, di seluruh dunia ada peningkatan trafik penelusuran dan tontonan tutorial edit video saat awal pandemi Covid-19 melanda.

"Januari 2020 mungkin awal pandemi, tapi kita melihat rata- rata penayangan video harian terkait tutorial, panduan pengeditan video meningkat lebih dari 100 persen," ujar Ryan saat membuka Akademi Edukreator 2021 beberapa waktu lalu.

Ryan menambahkan peningkatan tontonan video tutorial ini terus meningkat dari Januari 2020 hingga Maret 2020 dibanding tahun sebelumnya, di 2019. Kini di 2021, video tutorial ini juga masih banyak dicari dan ditonton.

Baca Juga: Mahfud MD Gemar Nonton Sinetron Ikatan Cinta Selama PPKM: Asyik Sih, Meski Muter-muter

Sedangkan secara regional di Indonesia, video yang membahas sains, pengetahuan umum, berbisnis, dan kesehatan merupakan jenis konten paling banyak ditonton dan mengalami peningkatan sejak Juni 2019 hingga 2020.

"Video jenis knowledge ini tumbuh lebih dari 80 persen, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun belumnya," terang Ryan.

Berangkat dari data tersebut, khususnya ada peningkatan jumlah penonton video tutorial dan ilmu pengetahuan, maka YouTube bekerjasama dengan Kok Bisa menghadirkan Akademi Edukreator ajang pelatihan bagi para kreator konten edukasi untuk menjawab minat yang tinggi masyarakat.

Lewat Akademi Edukreator pula, nantinya video yang dihasilkan lebih bermanfaat dan bisa menjawab keingintahuan masyarakat Indonesia. Sehingga masyarakat masih bisa produktif, belajar dan bekerja selama pandemi, meski di rumah aja.

Baca Juga: Badan Pusat Statistik Kembali Gelar Survei Perilaku Pandemi COVID 19

Komentar