alexametrics

Tren Kencan: 1 dari 2 Orang Asia Pilih Berkencan dengan Orang yang Sudah Divaksinasi

Risna Halidi | Dinda Rachmawati
Tren Kencan: 1 dari 2 Orang Asia Pilih Berkencan dengan Orang yang Sudah Divaksinasi
Ilustrasi pasangan kencan. (Shutterstock)

Peristiwa pandemi global secara signifikan mengubah banyak aktivitas sehari-hari, tidak terkecuali dalam hal berkencan.

Suara.com - Peristiwa pandemi global secara signifikan mengubah banyak aktivitas sehari-hari, tidak terkecuali dalam hal berkencan.

Selama periode isolasi diri yang diterapkan, orang-orang menghabiskan lebih banyak waktu bersosialisasi di aplikasi kencan. Karena alasan itu juga, jumlah penggunanya terus bertambah.

David Jacoby - seorang peneliti keamanan di Kaspersky mengungkap, hal ini menimbulkan sebuah gejolak kepercayaan bagi banyak orang, tidak hanya terkait kondisi kesehatan, tetapi juga risiko yang lebih besar saat mereka memutuskan untuk bertemu orang asing lewat aplikasi kencan.

Sebuah laporan terbaru Kaspersky mengungkap bagaimana saat ini orang-orang lebih memerhatikan kesehatan dan keselamatan mereka saat berkencan, khususnya di era pembatasan dan isolasi diri seperti saat ini.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Kegiatan Bermanfaat untuk Kaum Rebahan

Hampir 1 dari 2 atau 49 persen responden di Asia Pasifik lebih memilih untuk hanya bertemu langsung dengan seseorang yang memiliki antibodi atau sertifikat vaksin. Ini, kata David, tujuh poin lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 42 persen.

"Masyarakat secara global umumnya menjadi lebih khawatir tentang pertemuan tatap muka sejak awal pandemi. Karena itu, jumlah orang yang tidak menemui kencan offline mereka juga meningkat lebih dari dua kali lipat (dari 16 persen menjadi 35 persen," jelas dia dalam siaran pers yang Suara.com terima beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, terapis Birgitt Hölzel dari pelatihan Munich Liebling + Schatz mengatakan tuntutan untuk mengetahui status vaksinasi teman kencan adalah dampak yang jelas dari pandemi.

Secara keseluruhan, 51 persen pengguna dari Asia Pasifik merasa gugup atau tidak aman (12 persen) ketika mereka bertemu teman kencan secara langsung untuk pertama kalinya.

“Bagaimanapun, bertemu secara langsung setelah berbulan-bulan terisolasi menjadi sebuah kebutuhan paling manusiawi bagi banyak orang."

Baca Juga: Jemaah An Nadzir Salat Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19

"Manusia adalah makhluk sosial, kita membutuhkan persahabatan, pertukaran dan kedekatan, bahkan kedekatan fisik. Tentu, aplikasi kencan memungkinkan untuk terhubung dengan orang baru selama pandemi," jelas dia.

Komentar