Tangkap Peluang Pandemi, Pelaku Usaha Fesyen Harus Mulai Go Digital!

Risna Halidi

Kamis, 05 Agustus 2021 | 07:20 WIB
Tangkap Peluang Pandemi, Pelaku Usaha Fesyen Harus Mulai Go Digital!
Ilustrasi go digital (pexels/@cottonbro)

Suara.com - Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah menyebabkan dampak luar biasa besar, termasuk pada sistem kesehatan dan sendi-sendi perekonomian.

Tapi bagi pengusahan sekaligus founder merek fesyen lokal Nzinga, Tanto Tranggono, pandemi bukanlah rintangan untuk memulai bisnis.

Kata Tranggono, penting bagi masyarakat yang ingin memulai bisnis untuk menangkap peluang di masa pandemi Covid-19, dengan cara mencermati perubahan gaya beli masyarakat.

Apalagi masyarakat saat ini, khususnya yang tinggal di perkotaan, sudah banyak membeli kebutuhan secara online, termasuk kebutuhan sandang seperti pakaian.

Celana Jins Kulot (Dok. Nzinga)
Celana Jins Kulot (Dok. Nzinga)

Ia melanjutkan, ini dilakukan karena belanja secara online lebih aman dan terhindar dari penyebaran Covid-19. 

Selain mencegah terjadinya penularan Covid-19, belanja online juga lebih banyak menawarkan kemudahan karena tidak perlu mengeluarkan ongkos menuju toko, serta tanpa harus mengeluarkan tenaga yang banyak.

Sebagai pedagang yang telah lama berkecimpung di platform digital, Tranggono juga yakin belanja online saat ini telah menjadi pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Saya berpengalaman jualan online sejak 2009 dan hasilnya tidak mengecewakan. Apalagi saat pandemi ini, masyarakat banyak beralih yang dulu harus pergi ke toko kini tingga duduk, aktifkan ponsel dan langsung pesan,” kata Tanto Tranggono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/8/2021).

Baginya, go digital merupakan sebuah keharusan untuk pelaku usaha, agar usaha yang telah dibangun tetap eksis di masyarakat.

baca juga

Selain menyesuaikan platform jualan, kata Tranggono, penting juga untuk menyesuaikan harga. Apalagi di masa 'serba sulit' seperti saat ini, di mana harga yang dipatok baiknya tidak terlalu mahal dan terjangkau masyarakat.

"Untuk produk Nzinga, harga yang dibanderol mulai dari Rp49.000 hingga Rp200.000."

Tak hanya harga, urusan kualitas juga jangan main-main dan harus diperhatikan. Ia melanjukan, kualitas produk fesyen umumnya berkaitan dengan bahan yang digunakan, yang harus berkualitas impor.

Terakhir, ia mengungkap produk yang dijualnya dapat dijual kembali oleh pelaku UMKM sehingga dapat membantu keberlangsungan UMKM Tanah Air.

"Saya mendukung program pemerintah mengembangkan UMKM di masa pandemi ini karena mereka sangat pentingkemajuan ekonomi indonesia," tandasnya,

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Covid-19 Bikin Busui Makin Sulit Dibujuk Beri ASI Eksklusif, Ini Penyebabnya

Pandemi Covid-19 Bikin Busui Makin Sulit Dibujuk Beri ASI Eksklusif, Ini Penyebabnya

Health | Rabu, 04 Agustus 2021 | 20:30 WIB

Banyak Mahasiswa Terancam DO karena Covid-19, Sri Mulyani Perpanjang Bantuan Uang Kuliah

Banyak Mahasiswa Terancam DO karena Covid-19, Sri Mulyani Perpanjang Bantuan Uang Kuliah

Bisnis | Rabu, 04 Agustus 2021 | 17:37 WIB

Ratusan Dokter Meninggal Akibat Covid-19, di Sumut Segini Jumlahnya

Ratusan Dokter Meninggal Akibat Covid-19, di Sumut Segini Jumlahnya

Sumut | Rabu, 04 Agustus 2021 | 15:44 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×