Diskriminasi Gender di Tempat Kerja, Dampaknya Bisa Rusak Kesehatan Mental

M. Reza Sulaiman, Aflaha Rizal Bahtiar

Senin, 16 Agustus 2021 | 13:51 WIB
Diskriminasi Gender di Tempat Kerja, Dampaknya Bisa Rusak Kesehatan Mental
Ilustrasi pekerja perempuan. (Shutterstock)

Suara.com - Diskriminasi gender yang dialami perempuan di tempat kerja, baik itu perbedaan beban kerja, gaji, dan tanggung jawab hingga pelecehan seksual berpotensi mengganggu kesehatan mental.

Melansir Healthshots, kesehatan mental yang terganggu akibat diskriminasi membuat perempuan rentan mengalami depresi.

Dr Samir Parikh, Director Department of Mental Health and Behavioral Sciences, Fortis Healthcare, diskriminasi gender ini penting untuk diakui keberadaannya.

“Memang benar bahwa gender memainkan peran penting dalam kehidupan kita. Tapi penting juga untuk menyadari ketidaksetaraan sosial yang mungkin dihadapi seseorang karenanya,” ungkapnya.

Ilustrasi pekerja perempuan. (Pixabay/kaboompics)
Ilustrasi pekerja perempuan. (Pixabay/kaboompics)

“Kesadaran akan adanya diskriminasi gender akan memastikan bahwa Anda dapat memproses dan menangani efek kesehatan mental dari ketidaksetaraan tersebut,” tambah Dr. Samir Parikh.

Bagaimana cara menyikap dampak kesehatan mental dari diskriminasi gender? Menurut Dr. Parikh, harus ada pendekatan dua arah dalam menangani ketidaksadaran gender dan kesehatan mental. Masalah ini harus ditangani baik pada level individu maupun tatanan sosial.

Untuk penanganan diskriminasi gender level individu, ada tiga rekomendasi yang bisa dilakukan, antara lain:

Bicarakan dengan teman dekat dan keluarga

Jika Anda mengalami diskriminasi gender, Anda harus berbicara tentang emosi Anda dengan teman dekat dan juga keluarga.

baca juga

Karena faktor ini penting untuk menemukan dukungan sekaligus keyamanan saat Anda mengalami hal yang membuat stres.

Jangan buat citra diri buruk

Saat mengalami diskriminasi gender, Anda mungkin merasa kurang dihargai oleh orang-orang di sekitar Anda. Bahkan Anda merasa tidak mampu menjalani hidup sesuai standar masyarakat.

Jika ini terjadi, jangan buat citra diri menjadi buruk. Bicaralah dengan profesional kesehatan mental terdekat, atau melakukan kegiatan apapun yang bisa melindungi diri sendiri.

Lawan pelaku diskriminasi

Diskriminasi gender yang dialami bisa membuat trauma. Salah satu cara untuk mengatasinya dalah dengan melawan dan meminta pelaku bertanggung jawab terhadap perbuatannya.

Misalnya Anda tidak mendapatkan gaji yang setara, hubungi HRD di perusaahaan Anda. Kemudian, jika pelaku melecehkan Anda, hadapi mereka dan hubungi bantuan yang bisa atasi masalah gender.

Dr. Parikh mengatakan sangat penting adanya dukungan sosial untuk melawan diskriminasi gender menjadi upaya kolektif, demi menjadi masyarakat yang lebih setara.

Selain itu, perusahaan harus memastikan bahwa perlu menciptakan lingkungan yang setara, baik itu karyawan laki-laki maupun perempuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

Pekerja Migran Indonesia di Singapura Dipenjara 3 Tahun usai Pukuli Anak Berkebutuhan Khusus 23 Kali

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Menteri Mukhtarudin Dorong Penempatan Pekerja Migran Terampil Manfaatkan Bonus Demografi

Menteri Mukhtarudin Dorong Penempatan Pekerja Migran Terampil Manfaatkan Bonus Demografi

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:36 WIB

Lonely Planet: Kisah Cinta Penulis Novel dan Pekerja Kantoran di Maroko

Lonely Planet: Kisah Cinta Penulis Novel dan Pekerja Kantoran di Maroko

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Indonesia Bidik Perluasan Peluang Kerja Pekerja Migran Indonesia di Portugal

Indonesia Bidik Perluasan Peluang Kerja Pekerja Migran Indonesia di Portugal

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:44 WIB

Apresiasi Tiga Pekerja, Pertamina Dorong Pengabdian dan Pelayanan yang Lebih Baik

Apresiasi Tiga Pekerja, Pertamina Dorong Pengabdian dan Pelayanan yang Lebih Baik

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Dulu Benci, Sekarang Relate: Mengapa Squidward Adalah Cermin Pekerja Modern

Dulu Benci, Sekarang Relate: Mengapa Squidward Adalah Cermin Pekerja Modern

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Tak Sekadar Syarat Keberangkatan, Mengapa Pemeriksaan Kesehatan Calon Pekerja Migran Penting?

Tak Sekadar Syarat Keberangkatan, Mengapa Pemeriksaan Kesehatan Calon Pekerja Migran Penting?

Health | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:57 WIB

Dilema Pekerja Hari Ini: Pilih Menganggur atau Tahan Overwork dengan Gaji Kecil?

Dilema Pekerja Hari Ini: Pilih Menganggur atau Tahan Overwork dengan Gaji Kecil?

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:13 WIB

Riset Greenpeace Indonesia: Krisis Iklim Hancurkan Daya Beli Pekerja

Riset Greenpeace Indonesia: Krisis Iklim Hancurkan Daya Beli Pekerja

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Kemenperin Siapkan 11 Ribu Kapasitas Pelatihan Vokasi untuk Pekerja Migran

Kemenperin Siapkan 11 Ribu Kapasitas Pelatihan Vokasi untuk Pekerja Migran

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Terkini

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Mengenal Luka yang Tak Terlihat & Harapan untuk Pulih dalam Novel Rekindled

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Kulit Berminyak Pakai Facial Wash atau Facial Foam? Ini Perbedaannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Awas Kena PHP Perusahaan! Ini Bahaya Terselubung Tren Ghost Job bagi Pencari Kerja

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Harga Emas Antam Anjlok Rp33.000 dalam Dua Hari

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Jebakan WA Berujung Bui: Polisi Nyamar Jadi Pelanggan, Mami Prostitusi di Metro Tak Berkutik

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

×