Modest Fashion Specialist Ungkap Strategi Jitu Pasarkan Produk Fesyen saat Pandemi

Kamis, 19 Agustus 2021 | 18:30 WIB
Modest Fashion Specialist Ungkap Strategi Jitu Pasarkan Produk Fesyen saat Pandemi
Karya Franka Soeria di ajang Modest Fashion Week. [Suara.com/Risna Halidi]

Suara.com - Industri brand fesyen jadi salah satu yang terdampak pandemi Covid-19, bahkan tidak sedikit yang berguguran.

Namun Modest Fashion Specialist, Franka Soeria mengungkapkan strategi brand fesyen tetap bisa bertahan di tengah pandemi.

Menurut Franka, alih-alih mengedepankan strategi gambar dan foto produk yang estetik, saat ini banyak penikmat fesyen yang justru mencari hal yang otentik, dan menunjukan produk sesuai realita.

"Mereka nggak mau lihat yang sombong atau ketinggian, jadi lebih ke realistis," ujar Franka dalam konferensi pers Ederra, Kamis (19/8/2021).

Desainer modest Indonesia. (suara.com/Risna Halidi)
Desainer modest Indonesia. (suara.com/Risna Halidi)

Lebih lanjut, Franka mengatakan saat ini karena faktor emosi masyarakat yang menginginkan hal tenang dan tidak menyulitkan di masa yang sudah serba sulit. Maka pasar cenderung mencari brand fesyen yang tidak hanya berniat jualan tapi juga memberikan edukasi.

"Brand yang nanyain keadaan saat ini gimana. Jadi nggak melulu tentang jualan, karena yang emosi, capek, butuh teman, butuh brand otentik, menyuarakan dan menjawab apa yang terjadi," tutur Franka.

Selanjutnya, jika perasaan konsumen sudah terjalin kepada brand fesyen tersebut, maka penikmat fesyen akan suka, follow, bahkan hingga membeli produk tersebut.

"Mereka kemudian track membeli produk di market place," imbuh Franka.

Ia menambahkan, brand fesyen juga tidak perlu bersaing dengan harga yang diubah jadi lebih murah. Ini karena jadi yang lebih murah tidak akan ada habisnya, kata Franka, akan selalu ada brand yang menjual dengan harga murah.

Baca Juga: Ajak Berefleksi, Lini Fesyen Ini Hadirkan Koleksi Terbaru Bernuansa Hitam Putih

Sehingga kesimpulan terpenting, yang harus dilakukan brand fesyen saat ini adalah memiliki identitas, menempatkan diri sebagai sahabat atau teman, yang nantinya akan membangun relasi.

"Jadi ada engagement (komitmen) antara brand dengan konsumennya," pungkas Franka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI