Berbahaya Untuk Kesehatan, Cat Kayu Mengandung TImbal Mulai Ditinggalkan

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 05 September 2021 | 16:25 WIB
Berbahaya Untuk Kesehatan, Cat Kayu Mengandung TImbal Mulai Ditinggalkan
Ilustrasi Cat. (Elements Envanto)

Suara.com - Timbal menjadi salah satu bahan kontaminasi dalam cat yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Paparan tersebut dapat menyebabkan gangguan pada tubuh hingga saraf.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa paparan timbal menelan biaya mencapai 977 miliar dollar AS setiap tahunnya atau setara dengan Rp14.090 triliun (kurs Rp14.422 per dollar AS) dengan sebagian besar beban jatuh pada keluarga di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Kondisi ini membuat sejumlah produsen cat, seperti salah satunya Mowilex melakukan inisiatif untuk menghentikan produksi cat kayu dan besi yang mengandung timbal diatas 90 ppm pada 2019. Mereka menggantinya dengan bahan pewarna organik.

“Paparan timbal merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama, dan kami telah menginvestasikan waktu dan sumber daya yang signifikan untuk mengatasi bahaya tersebut,” Presiden Direktur Mowilex, Niko Safavi, dalam keterangannya, Minggu, (5/9/2021).

Ilustrasi Cat. (Elements Envanto)
Ilustrasi Cat. (Elements Envanto)

Niko menjelaskan, bahwa setelah berhenti memproduksi Cat Kayu dan Besi yang mengandung timbal pada tahun 2019, langkah itu sekaligus menjadikkan mereka berada satu tahun lebih awal dari target penghentian yang ditetapkan oleh Aliansi Global untuk Menghilangkan Cat Bertimbal.

Aliansi yang diorganisir oleh WHO dan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, melaporkan bahwa 79 negara telah menetapkan batasan yang mengikat secara hukum untuk produksi, impor, dan penjualan cat bertimbal per Desember 2020.

Batasan tersebut bervariasi di tiap negara, 90 ppm di Amerika Serikat, 100 ppm di Swiss, 1.000 ppm di Australia dan Selandia Baru.

Saat ini Indonesia masih memiliki batas fakultatif 600 ppm, meskipun menurut informasi yang diperoleh dari situs web Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, rencananya akan ada rancangan Standar Nasional Indonesia (SNI), tentang mainan anak, eco-label, serta cat emulsi, dan ambang batas kandungan timbal yang akan ditetapkan, yakni sebesar maksimal 90 ppm.

Direktur dan Kepala Riset dan Pengembangan Produk Mowilex, Novina Tjahjadi, mengatakan, “Bahan alternatif pengganti timbal untuk cat pelapis kayu dan besi lebih mahal, namun mengikuti batas aman untuk pelanggan adalah prioritas Mowilex sehingga kami memilih untuk mengembangkan formula baru yang sesuai dengan ambang batas aman (yaitu di bawah 90 ppm) tanpa mempengaruhi kinerja dan kualitas produk.

baca juga

Untuk itu langkah kami berikutnya adalah menukar sisa produk Mowilex Cat Kayu & Besi yang diproduksi sebelum tahun 2019, dimana masih mengandung timbal di atas 90 ppm,” kata Novina.

“Kami ingin melakukan sesuatu yang lebih untuk melindungi konsumen. Sebagai perusahaan cat premium yang pertama kali memproduksi cat berbahan dasar air di Indonesia, kami bangga melakukan inisiatif ini untuk menukarkan Mowilex Cat Kayu & Besi produksi dibawah tahun 2019 dan menggantinya dengan Mowilex Cat Kayu & Besi formula terbaru yang lebih aman kepada mitra toko dan distributor,” kata Niko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raih Rekor MURI, Ini Cat Kuku Paling Laris di Indonesia

Raih Rekor MURI, Ini Cat Kuku Paling Laris di Indonesia

Lifestyle | Selasa, 24 Agustus 2021 | 14:58 WIB

Momen Jokowi Naik Pesawat Kepresidenan dengan Warna Baru Merah Putih

Momen Jokowi Naik Pesawat Kepresidenan dengan Warna Baru Merah Putih

News | Kamis, 19 Agustus 2021 | 10:58 WIB

Wanita Ini Kapok Mengecat Rambut, Wajah Bengkak Mirip Alien karena Lupa Tes Alergi

Wanita Ini Kapok Mengecat Rambut, Wajah Bengkak Mirip Alien karena Lupa Tes Alergi

Lifestyle | Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:03 WIB

Terkini

Komnas HAM Ungkap 3 Tersangka Rusuh Demo 27 Agustus Masih Ditahan, Ini Alasannya

Komnas HAM Ungkap 3 Tersangka Rusuh Demo 27 Agustus Masih Ditahan, Ini Alasannya

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Dugaan Pasal 'Selundupan' PKPU Terkait Ijazah Gibran, Eks Komisi II DPR Bakal Bedah Dokumen Rapat

Dugaan Pasal 'Selundupan' PKPU Terkait Ijazah Gibran, Eks Komisi II DPR Bakal Bedah Dokumen Rapat

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Gusar Biaya Transfer Mahal? Saatnya QRIS 'Menembus Piramida' Mesir!

Gusar Biaya Transfer Mahal? Saatnya QRIS 'Menembus Piramida' Mesir!

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Polisi Beberkan Kronologi Begal Taksi Online di Pamulang

Polisi Beberkan Kronologi Begal Taksi Online di Pamulang

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:17 WIB

Pungli Juru Parkir Jakarta Didorong Masuk Pidana Pemerasan

Pungli Juru Parkir Jakarta Didorong Masuk Pidana Pemerasan

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Sinopsis The Body, Horor Netflix tentang Histeria Massal di SMA Katolik

Sinopsis The Body, Horor Netflix tentang Histeria Massal di SMA Katolik

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Jangan Keseringan Cuci Muka, Ini 7 Tanda Kulit Over-Cleansing Akibat Facial Wash

Jangan Keseringan Cuci Muka, Ini 7 Tanda Kulit Over-Cleansing Akibat Facial Wash

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Karhutla Tak Juga Jadi Bencana Nasional, Pendanaan Bencana Diduga Tergeser untuk MBG dan KDMP

Karhutla Tak Juga Jadi Bencana Nasional, Pendanaan Bencana Diduga Tergeser untuk MBG dan KDMP

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:13 WIB

Kebakaran Rumah di Penjaringan Tewaskan Dua Orang, Satu Petugas Damkar Terluka

Kebakaran Rumah di Penjaringan Tewaskan Dua Orang, Satu Petugas Damkar Terluka

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:12 WIB

GAC Indonesia Resmi Kenalkan Mobil Listrik AION UT Urban di Bekasi

GAC Indonesia Resmi Kenalkan Mobil Listrik AION UT Urban di Bekasi

Otomotif | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:10 WIB

×